--> Skip to main content

Kisah Keteladanan Rasulullah: Kemandirian Nabi Muhammad SAW


Kisah Keteladanan Rasulullah Tentang Kemandirian

Nabi Muhammad SAW melewati masa  kecil sebagai seorang  yatim. Ayahnya Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau masih dalam kandungan. Selain itu, Rasulullah hanya bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu juga tak seberapa lama. Sebab, Aminah sang Ibu meninggal ketika nabi Nabi masih berusia 6 tahun.


Ketiadaan orangtua dalam kehidupan masa kecil Rasulullah  membuatnya harus menjadi anak yang mandiri. Begitulah Allah SWT mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.
Kisah Keteladanan Rasulullah

Sepeninggal kedua orang tuannya, Abdul Muthalib kakeknya sangat iba terhadap cucunya yang sudah menjadi yatim piatu diusianya yang masih dini. Maka dibawalah sang cucu ke rumahnya, diasuh dan dikasihi seperti anak-anaknya sendiri.

Tapi lagi-llagi kasih sayang sang kakek tak berlangsung lama di rasakan Rasulullah. Saat berusia 8 tahun, kakeknya meninggal dunia di Mekkah. Selanjutnya beliau diasuh oleh Abu Thalib, pamannya.

Berada dalam asuhan sang paman, rasulullah dirawat dan dididik dengan penuh cinta dan kasih saying bersama dengan anak-anaknya yang lain. Rasulullah dididik sang paman menjadi seorang pengembala kambing.  Rasulullah saw melewati masa tersebut dengan belajar yang keras, gigih, dan pantang menyerah.


Sampai usianya menginjak 12 tahun, rasulullah diajak Abu Thalib sang paman untuk berdagang ke negeri Syam. Rasulullah kecil melakukan kegiatan dagang tersebut dengan dengan penuh kesungguhan dan mengedepankan kejujuran.

Kegiatan perdagangan tersebut, beliau jalankan sampai usia dewasa yang menjadikan Rasulullah saw seorang pedagang yang sukses berkat kerja keras dan kejujurannya. Hal tersebut tidak terlepas dari mental kuat yang beliau miliki yang tertanam semenjak belai masih berusia senja.

Kesimpulan kisah kemandirian rasulullah saw sebagai panutan kita sebagai seorang generasi islam, yaitu:

1.  Rasulullah mengembala kambing ketika usianya masih 6 tahun
2.  Saat berusia 12 Tahun, rasulullah sudah melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam.

Pelajaran hidup dari kisah keteladanan mandiri Rasulullah saw tersebut, yaitu:

Sebagai seorang muslim, karakter mandiri harus tertanam kuat dalam jiwa kita sebagai pemicu tumbuhnya mental bersih dan kuat yang akan menjadikan kita mampu menghadapi arus gelombang hidup yang semakin keras sehingga kesuksesan dunia dan ukhrawi berada dalam genggaman.

Tonton Video Kisah Kemandirian Nabi Muhammad SAW.

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar