Skip to main content

Penyebab dan Cara Mencegah Malaria

Penyakit malaria menjadi ancaman tersendiri bagi beberapa Negara di dunia termasuk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2017, sekitar 435.000 jiwa jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit tersebut secara global. Mekipun demikian, kelihatannya informasi tentang bahaya malaria di tengah masyarakat seakan tenggelam seiring berkembangnya pandemi covid-19 saat ini.

Apa Itu Malaria?

Malaria adalah infeksi mematikan yang disebabkan oleh parasite yang dikenal sebagai Plasmodium melalui gigitan nyamuk Anophles betina yang menyebar ke dalam darah. Para ahli mengatakan bahwa malaria merupakan penyakit yang rawan terjadi terhadap masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan hidup di daerah tidak sehat.
Penyebab dan Cara Mencegah Malaria

Penyebaran penyakit malaria banyak dijumpai di daerah yang basah, lembab, dan beriklim panas seperti di Aprika. Sementara di Indonesia, penyakit tersebut banyak terdapat di daerah papua. Pembiakan nyamuk pembawa malaria sangat cepat pada daerah yang lembab dan hangat. Nyamuk anopheles betina umumnya menggigit pada waktu pagi dan sore hari. 

Fakta Tentang Malaria

Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan fakta tentang penyakit tersebut, yaitu:
  1. Sekitar 300-500 juta orang seluruh dunia terinfeksi malaria setiap tahun, dan yang meninggal diantaranya berkisar  2.000.000 orang.
  2. Afrika menjadi Negara dengan jumlah kematian terbesar yaitu 90% dimana sekitar 1-5 kematian diusia anak-anak.  
  3. Penyakit malaria dapat diobati, akan tetapi lebih efektif dalam melakukan pencegahan. Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan menghindari genangan air sebagai tempat nyamuk tersebut bertelur. 

Penyebab Seseorang Terjangkit Malaria

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab malaria adalah parasit Plasmodium yang disuntikkan ke dalam darah oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi, sejumlah kecil darah yang diambil mengandung parasit malaria. Setelah sekitar satu minggu kemudian, ketika nyamuk menghisap darah berikutnya, parasit tersebut bercampur dengan air liur nyamuk yang akan disuntikkan ke orang lain yang digigit.

Karena parasit malaria berada dalam sel darah merah dari orang yang terinfeksi, maka penularan penyakit malaria juga dapat melalui transfusi darah, transplantasi organ, dan jarum suntik yang digunakan bersama yang telah terkontaminasi dengan darah.

Selain itu, seseorang juga dapat terjangkit melalui keturunan seperti anak bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Jika ibu tersebut terjangkit penyakit malaria, maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan terinveksi. Oleh karena itu, ibu hamil harus memastikan dirinya terbebas dari hal tersebut dengan menjaga kebersihan tempat tinggalnya. 

Gejala Penyakit Malaria

Secara umum, gejala malaria hampir sama dengan jenis penyakit lainnya seperti demam biasa. Penyakit tersebut akan diketahui setelah melakukan tes darah. Untuk mengenali lebih awal penyakit malaria, maka terdapat beberapa gejala yang dapat dideteksi, yaitu:
  1. Mengalami demam di atas 38 ° c (100.4 ° f).
  2. Sering muntah
  3. Keringatan dan menggigil
  4. Nyeri pada otot
  5. Pusing dan sakit kepala
  6. Dalam beberapa kasus, terdapat gangguan pada otak dan ginjal.

Pada beberapa wilayah yang sudah masuk dalam kawasan rawan malaria, ketiga gejala-gejala tersebut dialami oleh seseorang, maka dapat dipastikan bahwa mereka terinveksi penyakit malaria seingga pengobatan dapat dilakukan secara cepat. Berbeda dengan daerah yang jarang terjadi penyakit tersebut, terkadang mereka menganggap bahwa hanya demam biasa sehingga tidak melakukan pengobatan secara cepat.

Cara Mencegah Malaria

Secara umum, masyarakat yang hidup di daerah rawan malaria secara bertahap, kekebalan tubuhnya terhadap penyakit tersebut akan terbentuk.  Namun bagi masyarakat yang tinggal di daerah jarang terjadi malaria, maka sangat penting untuk melakukan pencegahan sebelum menjalar di tengah masyarakat. Adapun cara mencegah malaria, yaitu: 
  1. Memahami penyakit malaria secara mendalam seperti penyebab dan cara mengatasinya. 
  2. Menghindari gigitan nyamuk yaitu pada waktu pagi dan sore hari. 
  3. Rutin berkonsultasi, jika perlu siapkan tablet pencegahan malaria terutama jika tinggal di luar daerah rawan malaria.
  4. Melakukan diagnosis


Selain itu, hal terpenting yang dapat dilakukan secara langsung untuk mencegah malaria, yaitu:
  1. Gunakan kelambu insektisida yang merupakan jaring kimia yang dapat membunuh nyamuk dan tetap aman bagi manusia. 
  2. Semprot kamar tidur dengan obat nyamuk beberapa menit sebelum tidur. 
  3. Gunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh yaitu baju lengan panjang dan celana panjang
  4. Gunakan jaring halus penutup ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  5. Gunakan pendingin ruangan karena nyamuk kurang aktif pada suhu yang rendah.
  6. Membersihkan lingkungan sekitar dengan melakukan pembersihan kamar mandi secara rutin, mengubur barang-barang bekas dan memastikan tidak terdapat genangan air.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit malaria sehingga kita tetap aman dalam melakukan berbagai aktivitas.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar