--> Skip to main content

Mengenal Bullying Pada Anak di Sekolah

Sering kali ditemukan seorang anak merasa sedih dan tidak termotivasi untuk datang ke sekolah bahkan sampai ia meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah. Ketika ditelusuri, ternyata penyebabnya adalah adanya ancaman dan pelecehan yang dilakukan oleh teman sekolahnya. Dari beberapa sumber dikemukakan bahwa sekitar 20 persen anak di sekolah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang si sekelilingnya.

A. Pengertian Bullying

Bullying adalah perlakuan melecehkan atau merendahkan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud dan tujuan tertentu. Perlakuan tersebut seperti, mengatakan seseorang bodoh, meninggalkan seseorang dalam keramaian, tidak menemani berkomunikasi, merusak barang-barang, mengancam, memukul, dan memaksa seseorang melakukan sesuatu.
Mengenal Bullying Pada Anak di Sekolah

Bullying di sekolah membuat seorang anak merasa tidak nyaman dan tertekan sehingga mereka merasa malas untuk datang ke sekolah, tidak termotivasi untuk belajar dan akan menimbulkan perasaan dendam terhadap orang-orang di sekitarnya.


Tindakan bullying dilakukan oleh seseorang didasari oleh tiga tujuan utama yang dapat disaksikan langsung oleh setiap guru atau pendamping di sekolah. Adapun latar belakang perilaku tersebut dilakukan yaitu: 
1. Melukai
2. Membuat malu
3. Menguasai
4. Menakut-nakuti
Sementara itu, terkadang seorang guru tidak memahami perilaku bullying di sekolah sehingga mereka tidak menegur dan membiarkan tindakan tersebut berlanjut. Untuk itu, perlu diketahui empat bentuk bullying yang dilakukan siswa di sekolah, yaitu: 

1. Fisik

Bullying dalam bentuk fisik dapat dilakukan seorang anak dengan cara mengancam, memukul, menendang, mendorong, dan lain sebagainya. Hal tersebut juga termasuk menyembunyikan barang temannya, mencuri, dan merusak barang-barang temannya. Memaksa temannya melakukan sesuatu yang dia tidak inginkan juga termasuk bullying dalam bentuk fisik.

2. Verbal

Bullying dalam bentuk verbal dilakukan dengan cara mengejek, menghina, memfitnah, menggibah, menertawakan, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak ingin didengarkan oleh temannya. Terdapat banyak bullying dalam bentuk verbal yang biasa dilakukan oleh seorang anak kepada siswa yang lain di sekolah.

3. Hubungan

Bullying dalam bentuk hubungan bertujuan untuk mengisolasi seseorang dan memutuskan hubungan. Jenis bullying ini dilakukan dengan cara menolak untuk berkomunikasi, tidak mau berteman, menolak untuk belajar dalam satu kelompok, dan juga menyebarkan informasi bohong tentang temannya.

4. Media Online

Bullying juga dapat dilakukan oleh seseorang dalam bentuk media online seperti facebook, instagram, tweeter, Whatsap, dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan pesan yang tidak baik, memalukan, dan mengancam. Bullying dalam bentuk ini biasanya bertujuan untuk menimbulkan masalah terhadap temannya.

B. Penyebab Anak Melakukan Bullying

Perilaku bullying tekadang tidak diterima oleh logika kita bahwa mengapa seorang anak melakukan bullying kepada temannya yang lain. Namun setelah ditelusuri, terdapat beberapa penyebab seorang anak melakukan hal tesebut, yaitu:
  1. Untuk mengganggu sehingga temannya merasa frustasi, sakit hati yang dapat menyebabkan kesulitan baik di rumah dan disekolah.
  2. Mencari perhatian dari teman atau guru bahwa ia adalah yang terbaik diantara temannya yang lain.
  3. Melihat orang tua atau keluarga lain dan orang-orang di sekitarnya sering melakukan bullying baik kepada dirinya maupun kepada orang lain.
  4. Dibesarkan dengan pendidikan yang buruk di rumah sehingga tidak memiliki kepekaan terhadap emosi dan perasaan orang lain.
  5. Sering kali menyaksikan video atau game kekerasan sehingga ia senantiasa ingin mencobanya.


Selain itu, perilaku bullying dilakukan oleh seorang anak tidak terdapat pada poin tersebut di atas. Mereka melakukan hal tersebut hanya karena didasari oleh perbedaan latar belakang, warna kuli, bahasa, dan bahkan ukuran tubuh mereka. Perilaku bullying juga dilakukan karena mereka melihat bahwa anak yang dibully tidak mampu melakukan pembelaan diri.

C. Dampak Bullying Terhadap Anak

Perilaku bullying dialami oleh seorang anak seiring berjalannya waktu yang terkadang tidak disadari oleh orang dewasa baik itu guru maupun orang tua. Secara natural setiap anak tidak akan menerima ketika mendapatkan perlakuan kasar dari temannya. Beberapa diantaranya mampu melawan dan membela diri, namun tidak sedikit anak hanya pasrah dan tidak mampu melakukan perlawanan. Akibatnya, mereka merasa kesepian, takut, dan kehilangan keceriaan. Hal tersebut akan menghilangkan kepercayaan diri dan tidak termotivasi untuk belajar bahkan ia tidak mau pergi ke sekolah.
Bullying memiliki dampak yang cukup besar terhadap perkembangan mental anak. Dampak tersebut tidak hanya bagi anak yang di blully, akan tetapi juga bagi anak yang membuly. Berikut penjelasan tentang dampak bullying bagi anak.

1. Dampak Terhadap Anak yang Bully

Anak yang sering mengalami tindakan bullying dari teman-temannya akan terjadi perubahan pada dirinya, yaitu:
  1. Kehilangan kepercayaan diri sehingga tidak minat ke sekolah 
  2. Mengalami cedera akibat perlakuan kasar dari temannya
  3. Gangguan kesehatan mental yang menyebabkan depresei, cemas, dan merasa kesepian.
  4. Kehilangan selera makan dan gangguan tidur
  5. Prestasi akademik akan terganggu
  6. Dampak paling ekstrim bagi anak yang mendapatkan perlakuan kasar dari temannya adalah bunuh diri.

2. Dampak Bagi Pembully

Beberapa dampak yang bisa dilihat terhadap anak yang sering melakukan bullying, yaitu:
  1. Cenderung bersikap kasar dan merugikan orang lain
  2. Dalam perkembangannya mereka akan cenderung melawan norma yang berlaku sehingga potensial untuk melakukan penyalahgunaan narkotika, minuman keras, tawuran, dan lain-lain.
  3. Mudah terbawa arus pergaulan seperti perkelahian dan vandalism.
  4. Perilaku kasar akan terbawa sampai mereka berumah tangga dan akan berdampak pada istri dan anak-anaknya.

D. Cara Mencegah Bullying Pada Anak

Untuk mencegah bullying pada anak, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa mereka tidak memiliki masalah tentang perseoalan tersebut dan yang memiliki masalah adalah anak yang melakukan bullying. Selanjutnya adalah memberikan pemahaman kepada anak bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan anak yang lainnya. 
Menekankan pada anak untuk memberikan perlawanan dan pembelaan diri adalah salah satu cara yang bisa dilakukan guru dan orang tua untuk mencegah bullying di sekolah. Secara khusus, cara mencegah bullying pada anak di sekolah, yaitu:

1. Menghindari Pembully

Guru memberikan pemahaman kepada siswa untuk menghindari anak yang sering membully dirinya. Hal tersebut akan mengurangi peluang bagi si pembully untuk melakukan tindakannya. Sarankan kepada mereka untuk pergi bersama dengan teman dekatnya dan menghindari bergaul dengan anak yang sering berperilaku kasar.

2. Tenang dan Sabar

Perlu dipahami bahwa pembully akan merasa puas ketika yang dibully merasa marah dan menentang, hal tersebut akan membuat mereka semakin menguatkan tindakannya. Berikan pemahaman kepada siswa bahwa tenang dan bersabar akan membuat si pembully merasa bosan dan tidak berhasil dengan perbuatannya yang lambat laun mereka akan baik dengan sendirinya.

3. Memberikan nasehat kepada pembully

Sebagai orang dewasa baik guru dan orang tua harus memberikan nasehat kepada anak yang sering menggangu temannya untuk tidak melakukan perbuatannya. Tentunya, memberikan nasehat harus deilakukan dengan pendekatan persuasif dan menyentuh hati mereka. Jangan pernah menyalahkan mereka karena ahl tersebut akan membuat mereka semangin menentang.

4. Berteman Dengan Banyak Anak

Pembuly sering kali melakukan tindakannya hanya kepada anak yang tidak memiliki banyak teman atau bahkan sendirian. Memiliki banyak teman akan membuat si pembully berfikir seribukali untuk berbuat yang tidak menyenangkan. Guru di sekolah mengarhkan siswanya untuk menjalin teman sebanyak-banyaknya dan menghindari perusuhan dengan siapa saja.


Demikian, penjelasan tentang perilaku bullying pada anak di sekolah yang harus diketahui oleh setiap guru agar perilaku tersebut dapat dihindari dan dicegah. Hal terpenting untuk dilakukan guru adalah senantiasa memberikan nasehat kepada siswa tentang pentingnya berkata baik dan menjauhi perkataan kotor. Selain itu, guru juga harus memberikan contoh dalam berucap dan berbuat karena ia dalah panutan dari siswa. Menegur siswa dengan cara yang baik tanpa menghilangkan rasa percaya diri mereka akibat hukuman yang diberikan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar