--> Skip to main content

Pergaulan Bebas Pada Remaja: Pengertian, Penyebab, dan Solusinya

Pergaulan bebas adalah satu bentuk perilaku menyimpang yang memiliki stigma negative dalam pandangan masyarakat. Pergaulan bebas diidentikkan dengan kehidupan remaja dalam kaitannya dengan perilaku kesehariannya. Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk permasalahan sosial yang perlu diwaspadai oleh setiap orang terutama para orang tua dalam mengarahkan anaknya. Apa sebenarnya yang di maksud dengan pergaulan bebas? Apa penyebabnya? Dan bagaimana mengatasi pergaulan bebas?. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang persoalan tersebut.

Pengertian Pergaulan Bebas Pada Remaja

Pergaulan bebas pada remaja adalah bentuk perilaku sosial remaja yang tidak sesuai degan norma yang berlaku pada masyarakat. Adapun norma yang mengatur kehidupan masyarat termasuk remaja yang ada di dalamnya, yaitu norma agama, hukum, kesopanan, dan norma kesusilaan. Segala bentuk kehidupan remaja sebagai bagian dari masyarakat, harus berdasarkan norma-norma tersebut.
Pergaulan Bebas Pada Remaja

Pergaulan bebas pada remaja dianggap sebagai bentuk perilaku menyimpang karena bertentangan dengan semua norma yang ada. Indikasi terjadinya pergaulan bebas pada remaja dapat diidentifikasi dari cara mereka bergaul dengan sesama. Salah satu bentuk pergaulan bebas yang dilakukan oleh kalangan remaja saat ini yang begitu nyata adalah interaksi antara remaja laki-laki dan perempuan yang hampir tidak mengenal batas.
Pacaran adalah satu gaya hidup remaja yang dianggap hal yang lumrah bahkan terkadang remaja merasa tidak percaya diri jika tidak memiliki pacar. Padahal, dalam pandangan agama, pacaran diluar nikah adalah salah satu bentuk penyimpangan dan bertentangan dengan nilai-nilai islam. 

Baca Juga: Perilaku Menyimpang :Pengertian, Teori, dan Jenisnya

Selain itu, bentuk pergaulan bebas pada remaja yang lain, yaitu hura-hura dan materialistik, penyalahgunaan narkotika, mabuk-mabukan, sek bebas, pembegalandan kebanggan berlebihan terhadap kelompok atau geng yang menggiring mereka untuk tawuran dan anarki.

Penyebab Pergaulan Bebas Pada Remaja

Pergaulan bebas pada remaja bukan tanpa alasan, sebab jalan untuk terjadinya hal tersebut terbuka lebar dalam kehidupan remaja saat ini. Terdapat banyak penyebab terjadinya pergaulan bebas pada mayarakat terutama usia remaja. Adapun penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu:

1. Kondisi Keluarga

Keluarga adalah wadah pertama bagi remaja untuk mendapatkan perhatian dan pendidikan. Kondisi keluarga yang tidak harmonis akan memicu remaja untuk menemukan tempat menyalurkan perkembangan jiwanya di luar. Akibatnya, remaja seringkali menemukan tempat yang salah sehingga mereka terjebak dalam kehidupan yang bebas tanpa control.
Selain itu, faktor ekonomi keluaga juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan remaja dalam menemukan jati dirinya. Seringkali remaja merasa minder bergaul dengan teman sebayanya karena kemiskinan yang ia rasakan. Dalam keadaan tersebut, remaja tidak memperdulikan norma yang berlaku sehingga ia melakukan tindak pembegalan, pencurian dan semacamnya. Oleh karena itu, kondisi keluarga perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, baik hubungan anatara sesama keluarga, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

2. Kondisi Pendidikan Formal

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang menjadi tempat bagi para remaja untuk menemukan dan mengembangkan jati dirinya. Pada kenyataanya, tidak semua sekolah mampu menjadikan para remaja berada pada jalur norma yang berlaku. Bukan berarti tidak ada konsep itu, akan tetapi system dan pengelola yang ada pada lembaga pendidikan formal tersebut tidak mempu menjawab tantangan kehidupan remaja saat ini.
Masih banyak sekolah yang lebih menekankan aspek kognitif dan psikomotorik dan terkadang melupakan aspek behavior atau penanaman nilai-nilai kehidupan terhadap siswanya. Akibatnya, remaja yang tidak memiliki latar belakang keluarga yang kuat terhadap nilai-nilai tersebut akan menilai kehebatan seseorang hanya jika ia pintar dan memiliki keterampilan.

3. Pola Pendidikan Orang Tua

Pola pendidikan orang tua juga berpengaruh terhadap perilaku hidup remaja. Orang tua yang otoriter dan memaksakan kehendak dalam mendidik anakanya akan membentuk watak remaja yang keras dan pemberontak sehingga dalam kehidupan sosialnya cenderung menentang norma-norma yang berlaku.
Sebaliknya, pola pendidikan orang tua yang demokratis berlebihan akan membentuk watak anak lemah dan mudah terbawa arus sehingga ia tidak memiliki kontrol diri yang baik dalam menghadapi asimilasi budaya barat yang masuk di Indonesia saat ini. Orang tua harus mampu memahami psikologi anaknya terutama ketika sudah memasuki usia remaja. Orang tua harus bisa menempatkan posisinya, kapan ia harus bersikap tegas dan kapan ia bersikap demokrastis.

Solusi Pergaulan Bebas Pada Remaja

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pergaulan bebas pada remaja saat ini sudah menyebar dalam kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor, namun bukan berarti bahwa tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pergaulan remaja, yaitu:

1. Menanamkan Pemahaman Agama

Agama merupakan norma yang mengatur kehidupan manusia yang sumbernya dari tuhan. Agama merupakan filter paling kuat dalam mengatasi pergaulan bebas pada remaja. Baik guru di sekolah maupun orang tua di rumah harus memberikan pemahaman kepada anaknya akan pentingnya agama dalam kehidupan manusia.

Baca Juga: Mencegah Seks Bebas Pada Remaja Dengan Pendekatan Agama dan Keluarga

Remaja yang memiliki pondasi agama yang kuat dapat dipastikan terhindar dari perilaku menyimpang termasuk pergaulan bebas meskipun hal tersebut dianggap biasa oleh lingkungannya.

2. Menanamkan Pola Fikir Positif

Menanamkan pola fikir positif kepada anak usia remaja akan mengarahkan mereka senantiasa bersikap baik dan sesuai norma yang berlaku. Cara pandang positif remaja akan menghindarkannya dari perbuatan melawan hukum dan sikap yang bertentangan dengan norma-norma yang ada.
Uantuk menanamkan pola fikir positif pada remaja, terlebih dahulu melalui komunikasi yang baik apakah itu orang tua maupun guru. Menjalin komunikasi yang baik dengan remaja adalah kunci utama dalam menanamkan pola fikir positif pada remaja.

3. Memberikan keteladanan

Remaja adalah usia dimana mereka berpetualang untuk menemukan jati dirinya. Keteladanan yang diperlihatkan oleh orang-orang di sekitarnya adalah cara terbaik dalam pendidikan termasuk anak usia remaja. Keteladanan adalah metode pendidikan paling berpengaruh pada setiap lingkungan pendidikan, baik dalam lingkunga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Oleh karena itu, sebagai orang tua dan guru harus selalu bersikap baik berdasarkan norma-norma yang berlau agar generasi bangsa khususnya mereka yang masih usia remaja memiliki figure yang patut untuk dijadikan contoh dalam berperilaku yang pada akhirnya menjauhkan mereka dari pergaulan bebas yang saat ini sudah begitu nyata.

4. Memberikan Kepercayaan dan Tanggungjawab

Cara mengatasi pergaulan bebas pada remaja selanjutnya adalah memberikan kepercayaan dan tanggungjawab terhadap mereka. Hal tersebut akan menimbulkan pemikiran bahwa mereka dihargai. Kepercayaa yang diberikan akan melatih mereka untuk senantiasa menjaga amanah tersebut.

Baca Juga: Akibat Pergaulan Bebas Pada Masyarakat

Biarkan remaja berkarya berdasarkan imajinasi dirinya sendiri tanpa intervensi berlihan dari orang tua maupun guru. Hal ini akan menimbulkan sikap tanggungjawab pada dirinya dengan cara menjauhi larangan-larangan yang ada demi menjaga tanggungjawab tersebut.
Demikian penjelasan tentang pengertian pergaulan bebas pada remaja, faktor penyebab, dan cara mengatasinya. Semoga dengan pemahaman terhadap permasalahan tersebut, pergaulan bebas pada remaja dapat diminimalisir demi menjaga nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa beradab.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar