Skip to main content

Peran Sastra Dalam Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter menjadi prioritas utama sistem pendidikan Indonesia saat ini terutama pada jenjang sekolah dasar. Berbagai upaya pemerintah untuk menerapkan pendidikan karakter di sekolah salah satu yang paling nyata adalah perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikul 2013 yang muatan utamanya adalah pembinaan karakter siswa.
Hal tersebut dilakukan untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur bangsa yang sudah mulai di rongrong oleh budaya barat yang pada dasarnya berbeda dengan nilai-nilai karakter bangsa. Dalam pengembangan kurikulum tersebut, masing-masing satuan pendidikan bebas untuk mecari teknik penanaman pendidikan karakter bangsa yang diharapkan dapat tercapai. 
Peran Sastra Dalam Pendidikan Karakter Anak

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru pada masing-masing satuan pendidikan yaitu melalui pembelajaran sastra. Sastra pada dasarnya memuat nilai-nilai luhur dengan konsep seni yang dapat diterapkan dalam pembelajara.

A. Pengertian Sastra

Sastra adalah gaya bahasa yang memiliki keindahan dan struktur kalimat yang menyentuh hati sehingga orang yang membaca dan yang mendengarkan akan memiliki kesan menentramkan. Sastra merupakan karya seni yang memiliki makna yang dalam dengan penyajian kalimat yang terstruktur dan indah.
Kata “sastra” merujuk pada bahasa sangsekerta yaitu “sas” yang artinya teks yang memuat perintah dan “Tra”, yang artinya sarana. Dari kedua gabungan kata tersebut kemudian dikenal istilah “sastra” yang artinya rangkaian tulisan yang mengandung makna yang indah.

Terdapat banyak macam-macam teori sastra yang diungkapkan oleh para ahli dan filusuf. Beberapa diantaranya, yaitu:
  • Menurut Ahmad Badrun, sastra adalah sebuah aktivitas seni yang bersifat imajinasi dengan menggunakan bahasa dan simbol sebagai wadahnya. 
  • Sementara itu, Panuti Sudjiman mengartikan sastra sebagai karya seni secara lisan dan tulisan yang bersifat asli, indah dan bernilai seni  baik dari segi bahasa maupun maknanya.
  • Aristoteles memberikan penjelasan tentang sastra yaitu suatu kegiatan yang berkaitan dengan filsafat, ilmu pengetahuan, dan agama. Dalam artian bahwa objek kajian atau muatan dari sastra adalah ketiga ranah tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai karya Aristotels dalam bidang filsafat dengan nilain seni dan keindahan tinggi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sastra adalah sebuah karya seni baik secara tulisan dan lisan yang diramu dengan bahasa dan makna yang indah dengan objek kajian yaitu agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan.

B. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam membentuk kepribadian anak. Kepribadian adalah watak atau sifat yang melekat pada diri seseorang yang mempengaruhi sikap dan perilakunya.
Pendidikan karakter berkaitan dengan sikap dan perilaku seseorang sehingga dalam penerapannya tidak cukup hanya dengan pemahaman tentang suatu konsep akan tetapi lebih cenderung kepada penerapan atau perbuatan. Dalam penerapan pendidikan karakter, seorang guru atau orang tua harus bisa menjadi tauladan bagi siswanya. Keteladanan merupakan metode yang paling ampuh dalam mencapai keberhasilan pendidikan karakter tersebut.
Selain itu, keberhasilan pendidikan karakter terhadap anak harus melalui pembiasaan yang rutin dan berkelanjutan. Hal tersebut karena berkaitan dengan perilaku yang tidak dapat berubah melalui penyampaian sepintas yang hanya bisa dicerna oleh kecerdasan itelektual. Pendidikan karakter membutuhkan proses yang panjang dan kesabaran dari guru maupun orang tua.
Berbagai cara dapat dilakukan oleh para pendidik untuk menerapkan pendidikan karakter tersebut, salah satunya adalah melalui pembelajaran sastra. Hal tersebut tidak terlepas dari esensi dari sastra itu sendiri yaitu menjadikan rasa sebgai objek pengaruhnya.

C. Peran Sastra Dalam Pendidikan Karakter Anak

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan karakter berhubungan dengan perilaku seseorang yang timbul dari dalam jiwanya, maka untuk mempengaruhinya maka perlu sentuhan jiwa sehingga yang merupakan pemicu lahirnya kesadaran pada diri anak. Kesadaran tersebutlah yang akan merubah sikap dan perilaku anak.
Sastra merupakan sebuah karya yang mengandung pesan-pesan bermakna dengan nilai seni dan keindahan yang tinggi yang dapat menyentuh jiwa sehingga baik yang membaca maupun yang mendengarkan akan terpengaruh karenanya.
Karya sastra dalam pendidikan karakter anak memiliki peran yang cukup besar terhadap pembentukan kesadaran anak terkait nilai-nilai kehidapan. Kesadaran yang tercipta pada diri anak melalui karya sastra tersebut akan menjadikan anak senantiasa menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan akhlak.
Salah satu jenis karya sastra yang dapat dijadikan wadah pendidikan karakter adalah puisi. Unsur-unsur puisi sebagai karya sastra dapat menjadi media bagi pendidik untuk menerapkan pendidikan karakter pada anak didiknya.
Melalui sastra, seorang anak akan memiliki kelembutan hati sehingga akan tumbuh pada dirinya kepedulian, kasih sayang,empati, dan respek terhadap orang lain. Pengaruh sastra terhadap kepribadian anak akan menjadikan mereka tumbuh bersama masyarakat dengan senantiasa mengedepankan perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku.
Dengan demikian, pendidikan karakter anak melalui karya sastra dapat dijadikan solusi bagi pendidik dalam menanamkan nilai-nilai karakter terhadap anak didiknya. Kerberhasilan pendidikan karakter melalui sastra harus diikuti dengan contoh tauladan dari setiap pendidik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar