Skip to main content

Pengertian Akhlak Secara Umum Dan Menurut Para Ulama

Akhlak adalah istilah yang sudah tidak lazim ditelinga masyarakat bahkan hampir setiap hari kita dengan kata tersebut. Dalam memahami akhlak secara umum, masyarakat selalu melabelkan kepada perilaku yang baik atau sopan sehingga seringkali kita mendengar istilah “Tidak Berakhlak” yang diperuntukkan bagi orang yang dianggap tidak sopan. 
Akhlak

Pada dasarnya hal tersebut tiaklah salah secara praktis akan tetapi secara teoritis pemahaman tersebut tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui bahwa akhlak berkaitan dengan perilaku seseorang yang mencakup perilaku baik dan perilaku buruk. Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan pengertian akhlak secara umum dan menurut pendapat para ulama.

Pengertian Akhlak Secara Umum

Untuk memahami pengertian akhlak secara umum, maka kita harus melihatnya dari sudut pandang bahasa dan istilah. Pengertian akhlak secara bahasa adalah tabiat, perangai, sifat, dan kepribadian. Istilah akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Al-Khuluk yang kemudian dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “Akhlak”.


Sedangkan pengertian akhlak secara istilah adalah sifat yang melekat pada diri seseorang yang Nampak dalam kehidupan kesehariannya. Sifat tersebut ada dua macam yaitu sifat baik yang disebut akhlakul karimah dan sifat-sifat buruk yang disebut akhlakul mazmumah.

Dengan demikian, pengertian akhlak secara umum adalah sifat atau tabiat baik dan buruk yang terdapat pada diri seseorang yang diperlihatkan dalam bentuk sikap atau perbuatan dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan kepribadian orang tersebut.

Pengertian Akhlak Menurut Para Ulama

Para ulama memiliki konsep tersendiri dalam mendefinisikan akhlak meskipun pada intinya memiliki persamaan makna. Adapun pengertian akhlak berdasarkan pendapat ulama yang dimaksud, yaitu:

1. Abu Hamid Al Ghazali

Pengertian akhlak menurut Abu Hamid Al Ghazali adalah sifat yang terdapat pada diri seseorang yang menjadi pemicus setiap perbuatannya secara spontan tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu. 


Dari konsep tersebut dapat dipahami bahwa akhlak adalah sikap yang dilakukan di bawah alam tidak sadar seseorang yang disebabkan karena hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan.

2. Muhammad bin Ali Asy Syariif

Akhlak adalah sifat yang melahirkan perbuatan seseorang dengan mudah tanpa perenungan mencakup sifat baik dan buruk yang tertanam kuat pada dirinya. Pandangan tersebut tidak berbeda jauh dengan pengertian sebelumnya bahwa akhlak adalah pemicu lahirnya perbuatan manusia tanpa disadari karena hal tersebut kokoh pada jiwanya.

3. Ibnu Maskawaih

Ibnu Maskawaih menjelaskan pengertian akhlak adalah sifat yang dimiliki seseorang yang menjadi penggerak perbuatan seseorang dilakukan tanpa adanya pertimbangan sebelumnya. Pemahaman tersebut sama dengan konsep akhlak dengan kedua ulama sebelumnya.

4. Ahmad bin Mushthafa

Pengertian akhlak menurut Ahmad bin Mushthafa adalah ilmu yang dimiliki seseorang sehingga dengannya ia mempu memahami keutamaan hidup yang dapat menciptakan keseimbangan antara berfikir, emosi dan hawa nafsu. Dari konsep tersebut dapat dipahami bahwa sumber akhlak adalah ilmu terkait dengan nilai-nilai hidup yang dengannya kedamaian hidup akan tercipta.


Dari beberapa pendapat para ulama tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa akhlak adalah sifat yang melekat kuat pada diri seseorang yang implementasinya dalam bentuk perbuatan secara spontan dan tidak terduga baik itu perilaku baik maupun perilaku buruk.
Akhlak dalam islam memiliki posisi yang sangat tinggi dalam kehidupan seorang muslim. Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bahwa kebaikan adalah akhlak yang baik. Bahwa Nabi Muhammad diutus kepada kaumnya untuk menyempurnakan akhlak yang baik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar