Skip to main content

Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah: Pengertian, Prinsip, dan Kelebihannya

Dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik, guru harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswanya. Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan interaksi yang baik melalui berbagai pendekatan pembelajaran yang ada. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapakan guru yaitu pembelajaran berbasis masalah.

A. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan dengan menyuguhkan permasalahan berdasarkan materi kemudian dicarikan solusi penyelasian oleh siswa. Model pembelajaran ini menstimulus siswa untuk berfikir tingkat tinggi yang secara langsung dikaitkan dengan keadaan yang sebenarnya.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah


Pengertian Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah berdasarkan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2020 adalah  pendekatan pembelajaran dengan memanfaatkan realita yang ada sebagai wadah bagi siswa untuk terampil dan berfikir kritis dalam menyelesaikan persoalan serta memdapatkan esensi pengetahuan dari materi yang dipelajari.






Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran yang merangsang siswa untuk berfikir kritis dan kontekstual melalui persalahan yang terjadi dalam kehidupan nyata.

B. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam penerapan pendekatan pembelajaran ini, guru harus memahami prinsip-prinsip yang harus dilakukan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Adapun prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran berbasis masalah, yaitu:

1. Perencanaan

Guru terlebih dahulu memiliki konsep perencanaan terkait materi yang akan diajarkan kepada siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Adapun komponen perencanaan yang harus disiapkan guru, yaitu:

a. Menentukan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah target yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut dilaksanakan. Guru harus menetapkan tujuan tersebut dan menyampaikan secara jelas kepada siswa sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Tujuan pembelajaran tersebut akan mengarahkan siswa untuk menggali permasalahan secara objektif dan terstruktur.

b. Merancang konsep masalah yang sesuai dengan materi

Konsep masalah yang sesuai materi akan menghindarkan siswa dari pembahasan yang mengambang sehingga energi dan konsentrasi mereka tetap borpusat pada masalah yang disuguhkan. Prinsip tersebut sangat penting untuk dipertimbangkan dengan melihat kapasitas yang dimiliki siswa dan durasi waktu yang tersedia.

c. Memastikan Sumber Daya Tersedia

Guru harus menyiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tersebut. Sangat dimungkinkan siswa membutuhkan fasilitas yang memadai terkait kegiatannya karena pendektan pembelajaran tersebut dapat dilakukan tidak hanya di dalam kelas, akan tetapi dapat dilakukan di tempat-tempat khusus tergantung jenis permasalahan yang diberikan kepada siswa.

2. Prinsip Interaktif

Pendekatan pembelajaran berbasis masalah cenderung lebih interaktif dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran yang lain. Guru harus memastikan siswa aktif selama mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tersebut. 





Adapun yang harus dilakukan guru, yaitu:

a. Mengarahkan siswa pada masalah
b. Mengarahkan siswa untuk aktif
c. Membimbing siswa dalam penyajian materi baik secara individu maupun kelompok
d. Mengumpulkan data hasil eksperimentasi

C. Kelebihan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah

Seperti halnya pendekatan pembelajaran yang lain, pembelajaran berbasis masalah juga memiliki beberapa kelebihan. Adapun kelebihan pendekatan pembelajaran ini, yaitu:
1. Pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan lebih baik karena konsep materi yang diberikan ditemukan sendiri.
2. Siswa memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah.
3. Kemampuan siswa dalam berfikir kristis lebih berkembang.
4. Pembelajaran lebih bermakna karena bersentuhan langsung dengan masalah secara kontekstual.
5. Motivasi belajar siswa akan tumbuh karena pembelajaran dilakukan tidak selamanya di kelas.
6. Siswa akan lebih dewasa dan mandiri dalam menyikapi persolan.
7. Memupuk sikap demokrastis siswa dalam meneripa perbedaan pandangan.
8. Ketuntasan belajar akan merata karena dalam penerapannya melalui mekanisme individual dan kelompok.


Itulah beberapa kelebihan penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang diharapkan mampu mengembangkan potensi siswa secara penuh. Meskipun demikian, tidak semua materi pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar