Skip to main content

Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar

Pergaulan bebas di kalangan pelajar saat ini sudah menjadi trend dan gaya hidup bagi beberapa kalangan pelajar tertentu. Hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi orang tua dan guru terutama dampaknya bagi dunia pendidikan. Beberapa pelajar yang kita saksikan baik secara langsung maupun melalui media sudah tidak mengenal batas keawajaran antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut tidak terlepas dari latar belakang keluarga dan kondisi sekolah mereka menimba ilmu formal.
Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat sekolah yang belum berhasil memberikan pemahaman tentang batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Akibatnya, pelajar tidak menganggap bahwa pacaran dan sejenisnya adalah perilaku salah dan dilarang oleh agama. Sekolah masih terlalu fokus pada pencapaian nilai akademik sehingga presepsi pelajar tentang prestasi masih sebatas nilai akademik.

Baca Juga: Pergaulan Bebas Pada Remaja: Pengertian, Penyebab, dan Solusinya

Selain itu, faktor keluarga juga berpengaruh besar terhadap pemahaman pelajar terkait pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Sering kali orang tua mengizinkan anaknya keluar tanpa pengawasan bersama siapa mereka bergaul. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya control dari orang tua yang menyebabkan mereka bebas melakukan apa disukai.

Sementara itu, perkembangan media informasi dan komunikasi pada kalangan pelajar memudahkan mereka mengakses berbagai informasi yang belum pantas mereka terima. Kondisi tersebut memperbesar peluang bagi para pelajar untuk melakukan pergaulan bebas dalam kesehariannya.

Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar

Terlepas dari semua itu, sikap yang harus ditempuh saat ini adalah memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang dampak yang ditimbulakan dari pergaulan bebas dan mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan pelajar bagi yang belum terjun ke dalamnya.

Dengan mengantisipasi hal tersebut, para pelajar kita akan tetap terjaga dari nilai-nilai norma yang berlaku pada masyarakat. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan pelajat, yaitu:

1. Menanamkan Nilai-Nilai Agama

Agama menjadi tameng yang paling kuat dalam mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan pelajar. Melalui pendekatan agama, pelajar akan memiliki pemahaman tentang larangan pacaran, berduaan, dan sejenisnya sehingga mereka akan senantiasa menjaga dirinya dari hal-hal tersebut. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Seks Bebas Pada Remaja Menurut Islam

Nilai-nilai yang terdapat dalam agama bukan hanya sekedar pengetahuan akan tetapi secara spiritual akan dirasakan oleh para melajar melalui penerapan dalam kehidupannya. Dengan kata lain, agama menjadi rem bagi para pelajar dalam melakukan pergaulan bebas.

2. Membuatkan Kegiatan Positif

Kegiatan positif yang dilakukan pelajar akan menjauhkan mereka dari pergaulan bebas karena kesibukan dan tanggunggjwab yang mereka miliki. Kegiatan positif bagi para pelajar dapat dibentuk dalam wadah organisasi tertentu yang memuat kegiatan-kegiatan positif. Guru dan orang tua dapat mengarahkan mereka berdasarkan potensinya masing-masing untuk menciptakan karya yang membanggakan dirinya. Hal tersebut akan menjadi pemicu baginya untuk mempertahankan hal tersebut dengan cara menjauhi segala hal yang berdampak buruk terhadap prestasinya.

3. Membuat Regulasi Tentang Batasan Pergaulan Antar Pelajar

Regulasi menjadi alat yang sang berpengaruh dalam membendung pergaulan bebas di kalangan pelajar. Dalam skala nasional pemerintah perlu membuat aturan tentang batasan pergaulan antar pelajar. Mungkin hal tersebut kelihatannya sepele, tetapi dampaknya bagi masa depan peradaban bangsa cukup besar sebab masa depan bangsa ditentukan oleh generasi hari ini. Kondisi pelajar saat ini menentukan nasib bangsa 20 tahun yang akan datang. Penangan pergaulan bebas di kalangan pelajar saat ini akan menjadi bangsa yang beradap kedepannya.

Selain itu, regulasi pada masing-masing instansi pendidikan perlu diadakan yang secara langsung bersentuhan dengan para pelajar. Regulasi yang dibuat oleh sekolah-sekolah tersebut dimonitoring dan dievaluasi secara berjangka untuk mengukur keberhasilan penerapan aturan tersebut terkait batasan pergaulan antara laki-laki dan perempun.
Dalam skala kecil, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang juga memiliki peran yang cukup besar dalam mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan pelajar. Pengawasan dari orang tua dan pendekatan psikologis yang dilakukan akan menyadarkan para pelajar menjauhi pergaulan bebas.

Baca Juga: Akibat Pergaulan Bebas Bagi Masyarakat

Itulah beberapa sikap yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan pelajar sehingga dunia pendidikan tetap tenang dari perilaku negative para pelajar. Bahwa masih terdapat pelajar yang terjebak dalam dunia pergaulan bebas, itu persoalan lain. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana mencari soslusi dalam mengantisipasi pergaulan bebas di klangan pelajar tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar