Skip to main content

Memahami Makna Iman Kepada Allah SWT

Iman kepada Allah swt adalah prinsip paling dasar dalam beragama. Iman adalah kunci penggerak seorang muslim melaksanakan segala bentuk ketaatan kepada Allah swt secara konsisten. Ketaan kepada Allah swt dalam bentuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya. 
Memahami Makna Iman Kepada Allah SWT
Memahami Makna Iman Kepada Allah SWT
Iman yang kokoh dalam hati seorang muslim akan membuatnya mampu membuatnya bertahan dalam menghadapi segala bentuk cobaan hidup. Sebaliknya, iman yang rapuh akan membuatnya lemah dalam menghadapi berbagai situasi yang sulit.

Pengertian Iman Kepada Allah Swt

Iman kepada Allah adalah keyakinan mantap yang tertanam dalam hati dan tidak mudah goyah oleh godaan apapun bahwa hanya Allah pencipta segala hal dan karenanya segala bentuk penyembahan hanya kepada-Nya. Implementasi iman kepada Allah swt dapat diperlihatkan dalam bentuk pelaksanaan syariat baik yang ditentukan secara khusus maupun bentuk penyembahan secara umum atau biasa disebut ibadah gairu mahdah.


Meskipun iman tidak dapat diketahui secara langsung, akan tetapi kedalaman iman seseorang kepada Allah swt dapat dideteksi melalui sikap dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. Sifat iman adalah abstrak sementara gejala-gejala iman bersifat nyata sehingga untuk memahaminya cukup dengan melihat gejalanya. Ibaratnya oksigen, secara lahiriah tidak Nampak oleh mata namun gejalanya akan terasa ketika kita berada pada ruangan yang sempit.

Memahami Makna Iman Kepada Allah Swt

Makna iman kepada Allah swt adalah meniadakan segala sesuatu yang meragukan hati tentang ketuhanan Allah swt. Seperti segelas air jernih yang tidak bercampur sedikitpun dengan benda lain sehingga air tersebut tepa dikatakan sebagai air jernih. Apabila sudah bercampur dengan bahan lain, maka tidak lagi disebut sebagai air jernih tetap akan disebut segelas kopi, teh, susu, dan lain sebagainya.

Untuk memahami makna iman kepada Allah swt, maka harus diketahi tiga bentuk iman yang harus ada dalam diri seorang muslim. Adapun tiga bentuk iman tersebut, yaitu:
  1. Beriman Kepada Rububiyah Allah swt
  2. Beriman Kepada Uluhiyah Allah swt
  3. Beriman Kepada Nama dan Sifat-Sifat Allah

Beriman kepada Rububiyah Allah SWT adalah bentuk keyakinan dalam hati bahwa hanya satu pencipta alam ini dan segala isinya yaitu Allah SWT. Bentuk keimanan tersebut akan menjauhkan seorang muslim dari segala bentuk keraguan akan eksistensi Allah SWT.


Beriman kepada Uluhiyah Allah SWT adalah bentuk keimanan kepada Allah bahwanya tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah swt. Keyakinan tersebut akan menghindarkan kita dari segala bentuk perbuatan yang berbau syirik atau mendukan Allah SWT.

Beriman kepadan Nama dan Sifat Allah adalah bentuk keimanan yang menggambarkan keyakinan bahwa Allah swt memiliki segala bentuk kemuliaan nama dan sifat-sifat. Keyakinan tersebut akan menjadikan setiap muslim senantiasa menganggungkan Allah sebagai zat yang maha sempurna.

Melalui pemahaman konsep iman kepada Allah swt tersebut, maka kita akan memahami makan iman kepada Allah swt, yaitu:
  1. Menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan yang merupakan dosa tersebesar dalam agama islam.
  2. Senantiasa memupuk keyakinan kepada Allah swt sehingga tidak mudah goyah dalam menghadapi gelombang hidup.
  3. Senantiasa meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk realisasi dari keimanan kepada Allah swt.
  4. Senantiasa menjaga diri dari godaan-godaan duniawi yang dilarang oleh Alla swt agar orientasi hidup kita tetap terarah.
  5. Senantiasa berikhtiar dan bertawakkal kepada Alllah swt sehingga dalam menjalani kehidupan tidak diliputi perasaan ragu dan was-was.
  6. Akan menerima segala ketetapan Allah yang terjadi pada diri kita bahwa apa yang terjadi pada setiap makhluk sudah tertulis dalam catatannya sebelum ia diciptakan.


Demikian penjelasan tentang memahami makna iman kepada Allah swt sebagai pondasi dasar seseorang dalam menjalankan agama, seseorang yang banyak berbuat kebaikan tetapi tidak didasari oleh iman kepada Allah, maka kebaikannya tersebut hanya bernilai sosial dan tidak bernilai pahala di sisi Allah swt.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar