--> Skip to main content

Memahami Konsep Pembelajaran Seumur Hidup

Konsep pembelajaran seumur hidup seringkali kita dengar yang kaitannya dengan proses belajar seseorang. Konsep pembelajaran tersebut, saat ini telah banyak didiskusikan pada beberapa lembaga pendidikan tentang pentingnya pembelajaran seumur hidup. Namun demikian, masih banyak diantara kita yang belum memahami konsep pembelajaran tersebut.

A. Apa Itu Pembelajaran Seumur Hidup?

Pembelajaran seumur hidup adalah bentuk pendidikan yang dikelola sendiri yang difokuskan pada pengembangan pribadi. Meskipun tidak ada definisi standar  tentang pembelajaran seumur hidup, namun secara umum  dapat dipahami sebagai konsep pembelajaran yang terjadi di luar lembaga pendidikan formal, seperti sekolah, Universitas atau kursus.
Pembelajaran Seumur Hidup

Konsep pembelajaran seumur hidup tidak membatasi diri pada pembelajaran informal. Dengan kata lain digambarkan sebagai kesadaran diri dengan tujuan mencapai harapan pribadi. Sarana untuk mencapai konsep tersebut yaitu tetap melalui lembaga pendidikan formal maupun informal. 

B. Siapa Pembelajar Seumur Hidup

Pada kenyataanya sebagian besar dari kita memiliki tujuan atau kepentingan di luar sekolah formal ataupun pekerjaan. Hal tersebut berkaitan dengan kesadaran diri sebagai manusia yang pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu sejak manusia lahir yang menjadikan manusi asebagai pembelajar alami. Manusia berkembang dan bertumbuh berkat kemampuan  dan dorongan dalam dirinya untuk senantiasa belajar tanpa mengenal ruang dan waktu.
Konsep pembelajaran seumur hidup memandang bahwa tidak semua pembelajaran berasal dari kelas. Misalnya, di masa kecil, kita belajar untuk berbicara atau mengendarai sepeda. Sebagai orang dewasa, kita belajar bagaimana menggunakan smartphone atau belajar bagaimana memasak hidangan baru.


Hal tersebut adalah contoh pembelajaran seumur hidup dimana dalam setiap hari kita semua terlibat, baik melalui sosialisasi, trial and error, atau belajar mandiri. Pemenuhan pribadi dan pengembangan mengacu pada minat alami, keingintahuan, dan motivasi yang menuntun kita untuk belajar hal baru. Kita belajar untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain.
Berdasarkan pemahaman dari penjelasan tersebut, maka dapat dikketahui karakteristik pembelajaran seumur hidup, yaitu:
  1. Bersifat Sukarela
  2. Tidak selalu memerlukan biaya
  3. Sering kali informal
  4. Otodidak atau instruksi secara pribadi
  5. kepentingan atau pengembangan diri merupakan motivasi penggerak. 

C. Paradigma Pembelajaran Seumur Hidup

Terkadang pembelajaran seumur hidup digunakan untuk menggambarkan jenis perilaku yang dicari oleh pimpinan dalam sebuah organisasi. Mereka menyadari bahwa sertifikat pendidikan formal bukan satu-satunya cara untuk mengenali dan mengembangkan bakat seseorang. 
Beberapa lembaga melihat pembelajaran seumur hidup sebagai komponen inti dalam pengembangan karyawan. Alasannya adalah bahwa karyawan harus terlibat dalam pembelajaran pribadi secara konstan agar dapat beradaptasi dan fleksibel terhadap lembaga untuk tetap kompetitif dan relevan. Jenis pembelajaran pribadi ini sering disebut sebagai pembelajaran berkelanjutan dan tanpa henti. 
Beberapa peneliti, menilai bahwa organisasi memanfaatkan konsep pembelajaran seumur hidup untuk menempatkan tanggung jawab belajar pada karyawan bukannya menawarkan sumber daya, dukungan dan pelatihan yang diperlukan untuk membina tenaga kerja.
Setiap orang perlu bersikap proaktif tentang pembelajaran seumur hidup karena pada dasarnya kebanyakan orang akan belajar sesuatu yang baru di beberapa titik dalam rutinitas sehari-hari mereka. Pembelajaran tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi dengan orang lain, browsing di internet, membaca koran, atau terlibat dalam kepentingan pribadi lainnya.


Menciptakan lebih banyak usaha untuk mempelajari sesuatu yang baru merupakan hal penting untuk dilakukan baik untuk pribadi, keluarga, atau alasan karir, atau ada kebutuhan struktur lainnya, maka hal tersebut merupakan langkah awal untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang baik.

D. Menerapkan Konsep Pembelajaran Seumur Hidup

Untuk menerapkan konsep pembelajaran seumur hidup, maka kita harus memahami karakteristik pembelajaran tersebut. Berikut ini diuraikan beberapa hal yang perlu dipahami dalam penerapan konsep pembelajaran seumur hidup dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kenali kepentingan dan tujuan pribadi 

Belajar seumur hidup adalah tentang diri kita sendiri, bukan orang lain dan apa yang mereka inginkan. Renungkan apa yang diminati dan apa yang dibayangkan untuk masa depan sendiri. Jika kemajuan karir adalah kepentingan pribadi, maka temukan cara untuk belajar mandiri demi mencapai tujuan tersebut.

2. Buatlah daftar yang ingin dipelajari dan dilakukan

Setelah mengidentifikasi apa yang memotivasi diri kita, Jelajahi minat atau tujuan tertentu yang ingin dicapai. Sebagai contoh,  kita  memiliki gairah tentang sejarah,  maka silahkan perluas wawasan dan pengetahuan tentang sejarah Indonesia, atau tentang pendidikan, maka perdalam wawasan tentang pendidikan dan lain sebagainya. 

3. Menyusun  tujuan pembelajaran pribadi

Menyusun tujuan pembelajaran baru ke dalam kehidupan membutuhkan pertimbangan dan usaha. Jika tidak membuat waktu dan ruang untuk itu, itu tidak akan terjadi. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan keputusasaan atau berhenti dari inisiatif belajar sama sekali.
Rencanakan bagaimana persyaratan dari inisiatif pembelajaran yang baru dapat masuk ke dalam hidup atau apa yang perlu dilakukan untuk membuatnya sesuai. Misalnya, jika belajar bahasa baru adalah tujuan pembelajaran, maka harus disiapkan waktu mungkin satu jam sehari atau mungkin hanya 15 menit sehari atau semisalnya. Memahami waktu dan ruang yang dapat dicurahkan untuk tujuan pembelajaran dapat membantu kita untuk tetap dengan tujuan dalam jangka panjang.

4. Berkomitmen

Berkomitmen pada keputusan untuk terlibat dalam sebuah prakarsa pembelajaran baru adalah langkah terakhir dan terpenting. Jika kita telah menetapkan harapan yang realistis dan memiliki motivasi diri untuk untuk meraih tujuan kita,maka berkomitmen untuk itu dan hindari berbagai macam alasan yang hanya dapat menghambat kita untuk melangkah lebih maju.

E. Contoh Pembelajaran Seumur Hidup

Beberapa contoh pembelajaran seumur hidup yang dapat dilihat sebagai referensi bagi kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
  1. Mengembangkan keterampilan baru, misalnya menjahit, memasak, pemrograman, berbicara di depan umum, dll.
  2. Studi otodidak misalnya belajar bahasa baru, meneliti topik yang menarik, berlangganan podcast, dll.
  3. Belajar olahraga atau kegiatan baru seperti  bergabung dengan seni bela diri, belajar bermain Ski, belajar untuk berolahraga, dll.
  4. Belajar untuk menggunakan teknologi baru seperti perangkat pintar, aplikasi perangkat lunak baru, dll.
  5. Memperoleh pengetahuan baru seperti mengambil kursus minat diri melalui pendidikan online atau kursus berbasis kelas.

F. Manfaat Pembelajaran Seumur Hidup

Menerapkan konsep pembelajaran seumur hidup dalam kehidupan dapat memberikan banyak manfaat jangka panjang, yaitu:

1. Motivasi diri senantiasa meningkat

Terkadang kita terjebak dalam suatu hal seperti melakukan sesuatu hanya karena kita harus melakukannya, seperti pergi bekerja atau membersihkan rumah. Kita harus senantiasa mencari tahu apa yang menginspirasi dan mendorong kita untuk kembali termotivasi serta menjadi pengingat bahwa kita dapat melakukan sesuatu dengan benar dalam hidup yang ingin diraih.

2. Pengakuan atas kepentingan pribadi dan tujuan

Pengakuan atas kepentingan pribadi dan tujuan dapat memicu diri kita tetap semangamat dan mengurangi kebosanan, membuat hidup lebih menarik, dan bahkan dapat membuka peluang masa depan. Kita tidak pernah tahu di mana tujuan tersebut  jika tidak fokus padanya.

3. Keterampilan pribadi meningkat

Saat kita sedang sibuk belajar keterampilan atau pengetahuan baru, saat itu juga kita membangun keterampilan berharga lainnya yang dapat membantu kita dalam kehidupan pribadi dan profesional. Hal ini karena kita memanfaatkan keterampilan lain dalam rangka untuk belajar sesuatu yang baru. Misalnya, belajar menjahit membutuhkan pemecahan masalah. Belajar Menggambar melibatkan mengembangkan kreativitas, dan lain sebagainya.


Pengembangan keterampilan dapat mencakup keterampilan interpersonal, kreativitas, pemecahan masalah, berpikir kritis, kepemimpinan, refleksi, kemampuan beradaptasi dan banyak lagi.

4. Kepercayaan diri meningkat

Menjadi orang yang lebih berpengetahuan atau terampil dalam sesuatu dapat meningkatkan kepercayaan diri kita baik dalam kehidupan pribadi dan profesional. Dalam kehidupan pribadi kita, keyakinan ini dapat berasal dari kepuasan mencurahkan waktu dan usaha untuk belajar dan meningkatkan diri akan memunculkan rasa prestasi.

Dalam kehidupan profesional kita, kepercayaan diri tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya relasi yang baik dengan teman sejawat karena kita akan merasa mampu melakukan sesuatu yang tidak semua orang dapat melakukannya. Sehingga perasaan minder akan pergi jauh dari kita.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar