Skip to main content

Memahami Apa Itu Riba dan Praktiknya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Riba adalah istilah dalam transaksi jual beli berdasarkan konsep islam yang hukumnya haram di lakukan. Riba merupakan istilah yang sering kali kita dengar dalam kehidupan ekonomi islam yang mencerminkan sesuatu yang dilarang oleh Allah swt.


Menjauhi praktik riba dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap yang harus dilakukan sebagai seorang muslim sebagai bentuk ketaan kepada Allah swt melalui syari’at-Nya sekaligus menjaga diri dari dosa. Meskipun riba bukanlah istilah yang asing di telinga masyarakat terutama bagi umat islam, akan tetapi masih banyak diantara mereka yang belum memahami apa itu riba dan bagaimana praktiknya. Dengan demikian, melalui artikel ini penulis menjelaskan tentang pengertian riba dan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengertian Riba

Riba adalah penambahan sejumlah harta secara khusus dalam kegiatan muamalah yang secara umum di bagi menjadi dua, yaitu riba Fadhl dan riba nasiah. Riba Fadhl adalah menjual barang yang terdapat kemungkinan praktik riba di dalamnya yaitu adanya kelebihan pada jenis barang yang sama tersebut.
Memahami Apa Itu Riba dan Praktinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari


Sedangkan riba nasiah adalah jual beli barang yang di dalamnya dimungkinkan terjadinya penambahan seperti menjual emas, perak, beras, kurma dengan barang lain. Selain itu, dalam praktik riba nasiah juga berkaitan dengan hal utang piutang yang disebut dengan riba jahiliyah.

Praktik Riba Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa praktik riba sudah menjadi kegiatan sehari-hari bagi banyak orang terutama bagi mereka yang belum mengetahui dengan jelas apa itu riba dan bagaimana praktiknya. Maka dari itu, dalam artikel ini selain menjelaskan tentang pengertian riba, juga menjelaskan beberapa contoh praktik riba dalam kehidupan sehari-hari. 





Adapun contoh praktik riba yang sering dilakukan masyarakat, yaitu:

1. Contoh Riba Fadhl

Seorang pedagang menjual beras kepada seseorang dengan cara menukarkan satu karung beras dengan kualitas rendah dengan setengah karung beras yang berkualitas tinggi. Maka penambahan setengah karung beras tersebut termasuk riba Fadhl.


Contoh tersebut berdasarkan sebuah riwayat dari Al-Bukhari dan Imam Muslim, bahwa suatu waktu Bilal Bin Rabah datang kepada Nabi dengan membawa kurma yang baik. Kemudian Nabi bertanya kepada Bilal tentang asal usul buah kurma tersebut. Bilal kemudian menjelaskan bahwa ia memiliki dua sha’ buah kurma dengan kualitas jelek dan menjualnya dengan satu sha’ kurma tersebut. Maka kemudian Rasulullah saw mengatakan bahwa itulah riba jangan kamu melakukannya.



Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa jika ingin membeli kurma yang baik tersebut, jual dulu kurma berkualitas buruk dan hasil jualannya dibelikan kurma yang yang lain.

2. Contoh Riba Nasiah

Seseorang menjul satu kuintal gandum dengan satu kuintal beras dengan batas waktu yang ditentukan. Contoh lain praktik riba nasiah yaitu seseorang meminjamkan uang kepada orang lain dengan perjanjian batas waktu tertentu. Jika dalam batas waktu yang telah ditentukan, si peminjam tidak membayar uatangnya, maka dia harus membayar sejumlah uang secara khusus dan ditangguhkan sampai batas waktu yang lain sehingga utangnya terus bertambah dari waktu ke waktu.


Sementara itu, praktik riba nasiah juga juga sering dujumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti seseorang melakukan pinjaman kepada orang lain sampai batas tertentu baik waktunya lama maupun sebentar dengan ketentuan membayar jumlah uang yang lebih tinggi. Misalnya si A memberikan pinjaman kepada si B sebesar Rp. 100.000 sampai satu minggu dengan syarat mengembalikan uang sebesar Rp.150.000.

C. Hikmah Diharamkannya Riba

Secara umum, hikmah diharamkannya praktik riba dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai ujian keimanan dan ketakwaan seorang muslim dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.





Adapun hikmah secara khusus diharamkannya riba, yaitu:

  1. Menjaga harta seorang muslim dari mengkonsumsi makanan dari cara-cara yang batil.
  2. Menjadikan seorang muslim senantiasa menggunakan hartanya dalam perkara-perkara yang baik jauh dari kecurangan agar terhindar dari kesengsaraan dan kebencian diantara sesama.
  3. Menjadi benteng bagi seorang muslim dari tindakan saling memusuhi dan menyusahkan orang lain yang dapat memicu lahirnya pertikaian.
  4. Menjauhkan seorang muslim dari kebinasaan karena praktik riba merupakan kezaliman yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya.
Demikian penjelasan tentang pengertian riba dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita dapat menjaga diri dari setiap hal yang dilarang oleh Allah swt. Menghindarkan diri dari praktik tersebut akan memberikan sejumlah hikmah terhadap diri dan harta kita.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar