Skip to main content

Jenis Model Pembelajaran Kooperatif Terpopuler

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antara siswa melalui pengelompokan kecil sehingga setiap siswa dapat berinteraksi satu sama lain. Model pembelajaran kooperatif akan merangsang setiap potensi siswa untuk untuk berkembang karena pada model pembelajaran ini keseluruhan modalitas belajar siswa akan termuat.
Pembelajaran Kooperatif

Seperti diketahui bahwa cara belajar siswa secara umum terbagi menjadi tiga macam yaitu visual adalah kecenderung belajar siswa melalui indera penglihatan. Audio adalah cara belajar siswa melalui apa yang dingarkan dan kinestetis adalah cara belajar siswa melalui gerakan. Dalam model pembelajaran kooperatif, keseluruhan cara belajar siswa tersebut dapat dilakukan dalam satu kegiatan pembelajaran.

Jenis Model Pembelajaran Kooperatif Terpopuler

Terdapat banyak jenis model pembelajaran kooperatif yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Semua model pembelajaran kooperatif tersebut memiliki kelebihan tersendiri dari model pembelajaran kooperatif lainnya. Perlu dipahami bahwa untuk menentukan model pembelajaran dalam kelas, perlu memperhatikan komponen-komponen pembelajaran terkait materi pembelajaran yang akan diajarkan.

Baca Juga: Model Pembelajaran Aktif (Pengertian, Landasan, dan Jenis)

Penentuan model pembelajaran kooperatif perlu mempertimbangkan materi pelajaran, kondisi kelas, media pembelajaran, kondisi siswa, dan kemampuan guru dalam menjalankan model pembelajaran kooperatif tersebut. Dalam artian, seluruh aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran harus singkron satu sama lain.

Dalam penerapannya di kelas, terdapat beberapa model pembelajaran koopertif yang paling popular diterapkan oleh guru. Adapun model pembelajaran kooperatif learning yang paling sering diterapkan oleh guru tersebut, yaitu:

1. Jigsaw

Jigsaw adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sering digunakan oleh guru di kelas. Model pembelajaran ini dapat memacu rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide terkait materi yang diberikan. Model pembelajaran jigsaw dilakukan dengan cara membagi siswa kedalam beberapa kelompok sesuai pokok materi yang akan diajarkan. Setiap kelompok tersebut membahas materi yang diberikan untuk dijelaskan kepada kelompok lain.

Dalam model pembelajaran kooperatif ini, terdapat istilah kelompok awal dan kelompok ahli. Melalui model pembelajaran jigsaw seluruh siswa aktif menyampaikan pemahamannya terkait materi yang diberkan dan apa yang mereka peroleh dari siswa yang lain. Posisi guru pada model pembelajaran ini, hanya sebatas pengarah, menyimpulkan bersama siswa, dan meluruskan pemahaman yang keliru dari perkembangan diskusi yang telah berlangsung.
Pada model pembelajaran jigsaw kepercayaan diri dan kemandirian siswa dilatih dan dikembangkan sehingga motivasi belajar siswa tumbuh dan berkembang. Meskipun demikian, model pembelajaran ini tidak begitu relevan diterapkan pada kelas rendah sebab kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan ide pada usia tersebut masih sangat terbatas.

2. Make A Match

Model pembelajaran kooperatif selanjutnya yang paling sering digunakan oleh guru adalah mencari pasangan berdasarkan teknis yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada model pembelajaran ini, guru menyiapkan soal dan jawaban rahasia yang nantinya akan dipilih oleh siswa secara acak. Selanjutnya, guru memberikan intruksi kepada siswa untuk menemukan pasangan yang benar berdasarkan soal dan jawaban yang telah mereka pilih tersebut. Dalam durasi waktu yang telah disepakati seluruh siswa sudah menemukan pasangannya jika belum, maka akan mendapatkan konsekuensi seperti yang disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Macam-Macam Model Pembelajaran

Penerapan model pembelajaran kooperatif ini sangat baik untuk kelas kecil yang membutuhkan kemeriahan dan kecenderungan untuk bermain. Model pembelajaran make a match akan menumbuhkan semangat belajar siswa dan menghindarkan mereka dari suasana yang membosankan.

3. Bercerita Berpasangan

Bercerita berpasangan adalah model pembelajaran kooperatif yang dilakukan secara berpasangan antar siswa. Siswa dapat bercerita tentang pengalamannya sendiri, hasil bacaan, atau hal-hal yang didengar dan dilihatnya. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk bernarasi dan meningkatkan kemampuan komunikasinya. Model pembelajaran berpasangan dapat diterapkan pada semua tingkatan usia baik di kelas rendah maupun dikelas kecil. 

Demikian jenis model pembelajaran kooperatif yang paling sering digunakan oleh guru dalam mengajarkan materi dikelas. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran yang diharapkan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar