Skip to main content

Hubungan Antara Iman Dengan Virus Corona

Seperti diketahui dan dialami bersama bahwa virus corona kini semakin dekat dengan kita, menjadikan beberapa orang bersikap seperti tak punya tuhan. Apalagi kabar angin yang berhembus dari mulut ke mulut menambah keanehan sikap sebagian orang semakin menjadi. Enggan ke masjid padahal  terbuka lebar dimana pengunjung rumah Allah tersebut itu-itu saja yang diketahui bahwa mereka masih jauh dari virus corona, jabat tangan diganti jabat siku, isi warung diborong, tidak sudi berdekatan dengan sahabatnya yang selama ini sepiring berdua. Terasa aneh karena virus corona seakan mutiara hilang digenggaman jemari, ingin tertawa tetapi tidak lucu maunya serius tapi aneh.
Hubungan Antara Iman Dengan Virus Corona

Hubungan Antara Iman Dengan Virus Corona

Berdiskusi bersama beberapa teman tentang hubungan iman dengan virus corona menjadi bahan perbincangan yang begitu asik apalagi dikhiasi dengan percikan emosi kecil dari sebagian teman diskusi yang tekadang lebih mengedepankan egonya. Sesekali saya menjadi angin sepoi yang menerpa perlahan agar apinya semakin besar agar diskusi semakin menantang.


Pendapat pertama dari teman bahwa tidak ada kaitan antara iman dengan virus corona. Secara perlahan ia menguraikan isi kepalanya tentang konsep tersebut. Virus corona adalah penomena dunia yang berasal dari cina, tidak ada kaitannya dengan agama. Tugas kita sekarang adalah menjaga diri dari virus corona tersebut agar diri kita aman dan orang-orang di sekitar kita ikut terjaga. Jangan kita sedikit-sedikit mengaitkan setiap hal dengan agama, itu salah. Beberap diantara teman diskusi membenarkan argumentasi tersebut  sambil diiringi candaan mungil pelumas karatnya suasana.

Pendapat kedua menimpali argumentasi tersebut bahwa virus corona jelas ada kaitannya dengan perkara iman. Ia menjelaskan bahwa virus corona yang menyebar ke seluruh sudut dunia merupakan kehendak Allah swt dan sebagai orang yang beriman harus meyakini itu. Meskipun kita tinggal, bekerja, dan beribadah di rumah kalau Allah menghendaki, maka virus corona akan menjangkiti kita. Dengan demikian, tidak ada bedanya beribadah di rumah atau di masjid kalau memang virus corona mau datang ya… pasti akan datang. Penjelasan tersebut juga diamini oleh beberapa teman diskusi yang lain.

Diskusi tentang hubungan antara virus corona dengan iman tersebut kelihatan semakin alot dan serius bahkan beberap diantara mereka saling menyalahkan tentang kemampuan berfikir dan kedalaman pemahaman agama. Walaupun diantara teman diskusi yang lain sesekali melontarkan sanggahan yang bernada candaan sebagai pengering diskusi yang semakin basah.


Pendapat ketiga dari teman diskusi yang dari tadi hanya diam mendengarkan dan menyimak seakan menjadi penengah diantara pendapat tersebut meskipun masih kelihatan masing-masing diantara mereka belum ikhlas menerima. Bahwa benar virus corona tersebut mungkin diciptakan oleh manusia yang memiliki keilmuan dibidang virology, akan tetapi sebagai orang yang beriman harus meyakini bahwa campur tangan tuhan adalah segalanya. Sangat benar bahwa segala sesuatu kalau tidak dikehendaki oleh sang pencipta, maka hal tersebut tidak akan terjadi pada makhlukny demikian sebaliknya. Namun demikian, usaha manusia adalah cerminan kesungguhannya dalam beragama. Ia kemudian mengutip sebuah dalail bahwa Allah swt tidak akan merubah suatu kaum jika tidak merubah keadaannya sendiri. 

Beliau kemudian melanjutkan pandangannya tentang hubungan antara virus corona dengan iman dengan mengutip Ayat al-Qur’an yang maknanya adalah tidak terjadi musibah di dunia ini dan pada diri manusia kecuali sudah tertulis di lauhil mahfuz. Penjelasan tersebut sekaligus mengakhiri jalannya diskusi yang diringi dengan canda tawa lepas penghibur diri.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa virus corona adalah salah satu cara Allah swt untuk menguji keimanan hambanya. Sebarapa kuat iman kita dalam menghadapi kemungkinan dampak terbesar yang akan ditimbulkan oleh virus tersebut. 


Bagi orang yang beriman, dia akan bersikap biasa saja tanpa memperlihatkan perilaku yang aneh-aneh, sebab mereka percaya bahwa ketetapan Allah pada makhluknya sudah mutlak berlakunya. Sebelum dan setelah virus corona menyebar sikapnya tetap sama, kekhawatiran berlih akan tetap jauh darinya karena landasan iman tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar