Skip to main content

Dampak Virus Corona Terhadap Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu aspek yang terkena dampak dari penyebaran virus corona akhri-akhir ini. Virus Corona adalah salah satu jenis virus yang sasarannya adalah system pernapasan yang menyebabkan penyakit COVID-19. Virus corona mucul pertama kali di Wuhan Cina pada awal Januari 2020. Penyebaran virus corona begitu cepat sampai ke beberapa Negara di Dunia hanya dalam waktu dua bulan termasuk Indonesia.
Dampak Virus Corona Terhadap Pendidikan di Indonesia


Dampak virus corona di Indonesia sangat terasa bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Virus corona menjadi terror yang begitu menakutkan bagi masyarakat apalagi informasi yang menyebar terkait bahaya kematian yang diakibatkan oleh virus corona tersebut.

Dampak Virus Corona Terhadap Pendidikan di Indonesia

Pada awal maret 2020, pemerintah Indonesia telah mengintruksikan kepada beberapa lembaga Negara untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mengalihkannya ke rumah masing-masing atau self Quarantine selama dua pekan termasuk lembaga pendidikan formal.





Seluruh aktivitas pendidikan dialihkan ke rumah untuk membatasi penyebaran virus corona. Hal tersebut menyebabkan dampak yang cukup besar terhadap situasi dan kondisi pendidikan di Indonesia. Adapun dampak penyebaran virus corona terhadap pendidikan di Indonesia, yaitu:

1. Pembelajaran siswa dilakukan di rumah

Salah satu dampak langsung penyebaran virus corona dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah pembelajaran siswa dilakukan di rumah secara online. Meskipun tidak ke sekolah, akan tetapi siswa tetap melakukan aktivitas belajar dengan pengawasan keluarganya dan bimbingan guru secara online.


Akan tetapi, kegiatan belajar siswa di rumah tentu berbeda dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Aktivitas pembelajaran secara online kurang efektif dalam penyampaian materi yang dilakukan oleh guru. Apalagi situasi pengalihan pembelajaran tersebut bersifat spontan dan tanpa adanya perencanaan awal dari pihak sekolah. Akibatnya, teknis pelaksanaan pembelajaran di rumah bersifat subjektif berdasarkan kapasitas dari masing-masing guru.

2. Penundaan Kegiatan Sekolah

Dampak virus corona terhadap pendidiakan di Indonesia selanjutnya adalah penundaan seluruh kegiatan sekolah yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Hal tersebut akan berdampak pada konsentrasi guru secara langsung mengingat kegiatan yang sudah direncanakan akan menumpuk pada satu waktu ketika penyebaran virus corona dinyatakan aman secara nasional.


Penumpukan kegiatan sekolah tersebut tidak dapat dihindari karena rentang waktu untuk tahun ajaran baru tinggal dua bulan lagi yaitu bulan april dan mei. Solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam kondisi seperti ini adalah mengedepankan kegiatan sekolah wajib seperti USBN, Ujian Akhir Semester, dan Lainnya dan meniadakan kegiatan sekolah yang sifatnya pendukung seperti penerimaan rapor, pesantren ramadhan dan sebagainya.






Solusi selanjutnya adalah pemerintah mengundurkan durasi waktu akhir tahun ajaran ini sampai bulan juli. Dengan demikian seluruh kegiatan sekolah dapat terlaksanan melalui reschedule tanpa terjadinya penumpukan kegiatan.



Itulah dampak penyebaran virus corona tehadap kondisi pendidikan di Indonesia yang dirasakan secara langsung. Meskipun demikian, kebijakan pemerintah untuk mengalihkan dan menunda seluruh kegiatan sekolah sudah menjadi solusi yang tepat terhadap dunia pendidikan karena kesehatan guru dan siswa adalah aspek yang lebih utama daripada aktivitas pembelajaran di sekolah.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar