Skip to main content

Makna Syahadatain Dalam Aqidah Islam

Syahadat merupakan rukun islam yang pertama sekaligus mensahkan seoseorang sebagai muslim. Dalam aqidah islam, syahadatain merupakan pondasi dasar yang harus dupuk agar tetap subur dan berdiri kokoh. 

Pengertian Syahadatain

Syahadatain adalah persaksian atau ikrar seorang muslim bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Allah swt dan Nabi Muhammad saw adalah utusan-Nya. Syahadaitain menandakan seseorang beragama islam yang merupakan kunci seseorang bisa dikatakan muslim.
Pada prinsipnya, syahadatain mudah saja diucapkan oleh seseorang akan tetapi konsekuensi dari ikrar tersebut mengandung konsekuensi yang begitu besar. Seseorang yang sudah mengucapkan kalimat syhadat, berarti mereka bersedia menjalankan peraturan hidup yang telah digariskan oleh islam.
Makna Syahadatain

Seseorang yang telah mengucapkan syahadatain akan tetapi masih percaya kepada selain Allah, maka ia disebut musyrik. Sementara mereka yang telah berikrar dengan kalimat syahadat namun masih melaksanakan perbuatan maksyiat sementara ia tahu bahwa hal tersebut dilarang dalam islam, maka mereka disebut fasik.

Selain itu, terdapat golongan muslim yang mengucapkan syahadatain karena mereka ingin disebut sebagai seorang muslim. Namun dibalik itu, ia tidak meyakini dengan sepenuh hati akan ketuhanan Allah swt dan kerasulan Nabi Muhammad saw, maka golongan tersebut dikenal sebagai orang munafik.

Makna Syadatain Dalam Aqidah Islam

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa, kalimat syahadat sangat sederhana dalam pengucapannya namun dalam penerapannya mengandung makna yang begitu dalam. Seperti disebutkan bahwa tidak semua orang yang telah mengucakan dua kalimat syahadat dapat dikatakan seorang muslim yang sejati, akan tetapi beberapa diantara kaum muslimin termasuk golongan musyrik, fasik, dan munafik.
Baca Juga: Pertanyaan Tentang Syahadat
Muslim yang sesungguhnya adalah mereka yang telah berikrar dengan dua kalimat syahadat dan melaksanakan secara total apapun yang diperintahkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Untuk sampai pada tingkat muslim sejati, seorang muslim harus memahami secara dalam makna syahadatin yang telah diikrarkannya.
Dengan demikian, memahami makna syahadatain bagi seorang muslim sangat penting dalam kehidupannya. Adapun makna syahadatain dalam aqidah islam, yaitu:

1. Allah SWT Satu-Satunya Tuhan Semua Mahluk

Makna syahadatain yang pertama adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanya Allah swt satu-satunya tuhan semua mahluk. Keyakinan tersebut dikenal dengan istilah tauhid yaitu mengesakan Allah SWT. Dalam hal ini, seorang muslim harus mampu merealisasikan keyakinannya pada tiga bentuk pemaknaan syahadat, yaitu:
  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyah
  3. Tauhid Asma dan Sifat
Tauhid rububiyah adalah keyakinan yang kokoh dalam hati bahwa hanya Allah swt yang menciptakan alam ini dan segala yang ada di dalamnya. Dalam artian bahwa sumber segala pencipta adalah Allah swt. Dengan keyakinan tersebut, maka seorang mulim harus menjauhkan dalam dirinya segala bentuk kepercayaan bahwa benda keramat dan semisalnya mampu mendatangkan manfaat dan mudarat. 
Tauhid uluhiyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah swt yang patut untuk disembah dan diibadahi. Seorang muslim tidak boleh menyembah selain Allah swt yang meruapakan manifestasi dari keyakinan rububiyah bahwa satu-satunya yang dapat menciptakan manfaat dan mudarat adalah Allah SWT.
Tauhid Asma dan Sifat adalah keyakinan bahwa Allah swt memiliki nama dan sifat-sifat yang mulia dan agung. Keyakinan tersebut sekaligus menghilangkan segala hal dari yang buruk untuk Allah swt baik nama maupun sifat-Nya.
Dengan memahami ketiga tauhid tersebut, maka seorang muslim akan mampu menemukan makna syahadat tauhid yang akan mengantar seseorang menjadi muslim sesungguhnya.

2. Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah yang Terakhir

Makna syadatain yang kedua adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah yang terakhir sebagai penyempurna risalah yang telah disampaikan nabi-nabi sebelumnya. Dengan keyakinan tersebut, seorang muslim akan melaksanakan ritual keagamaan berdasarkan tuntunan dari Rasulullah Muhammad SAW.
Segala bentuk bentuk ibadah yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw akan dihindarinya. Dengan demikian, keyakinan tersebut akan menjadikan peribadatan menjadi lurus dan benar. Sebaliknya, seorang muslim yang tidak menanamkan keyakinan yang kuat dalam dirinya akan kerasulan Nabi Muhammad saw, akan melaksanakan ritual keagamaan berdasarkan keinginannya semata.
Selain itu, meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah, akan menumbuhkan rasa cinta yang dalam kepada baginda Nabi sehingga kita tidak rela jika ada seseorang yang dengan sengaja menghina beliau. Keyakinan tersebut akan menafikkan segala sifat-sifat buruk yang dimiliki manusia pada umumnya.

Demikian  makna syahadatain dalam aqidah islam yang kami jelaskan dalam artikel kini, semoga menambah sedikit referensi akan pentingnya memahami makna syahadatain dalam kehidupan seorang muslim. Perlu dipahami bahwa, hal yang paling mendasar pada diri setiap manusia adalah keyakinannya. Keyakinan itulah yang akan memberikan daya dorong yang begitu kuat dalam melaksanakan segala hal yang orang lain anggap mustahil untuk dicapai (AZ).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar