Skip to main content

Perbedaan Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik

Pengajar dan pendidik adalah dua istilah yang melekat pada guru dan tidak dapat dipisahkan antara keduanya. Banyak kalangan yang tidak dapat membedakan antara pengajar dan pendidik dan seringkali menyamakannya. Hal tersebut karena kegiatan mengajar yang dilakukan guru tiadak mempetakan secara jelas yang mana kegiatan mengajar dan kegiatan mendidik. Pada prinsipnya, kegiatan mengajar dan mendidik dilakukan guru pada waktu bersamaan sehingga setiap aktivitas guru dalam meyampaikan materi pembelajaran harus mengandung pembelajaran dan pendidikan.

Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik

Dalam dunia pendidikan, istilah pengajar dan pendidik bukanlah hal yang asing, terutama bagi mereka yang secara langsung bersentuhan dengan peserta didik. Namun, bagi orang awam pengajar dan pendidik adalah sama yaitu orang yang mengajar siswa secara formal atau disebut guru.
Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik

Memang benar bahwa pengajar dan pendidik melekat pada guru sebagai profesi, namun dalam penerapan profesi tersebut antara guru sebagai pengajar dan guru sebagai pendidik berbeda. Apa saja perbedaan antara guru sebagai pengajar dan pendidik.

1. Guru Sebagai Pengajar

Salah satu fungsi guru yang melekat pada profesinya adalah pengajar. Guru sebagai pengajar artinya orang yang memberikan pemahaman pengetahuan kepada siswanya. Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah mengajar. Peran guru sebagai pengajar yaitu memastikan setiap siswanya memahami materi pembelajaran yang diberikan.

Indikator keberhasilan guru sebagai pengajar yaitu sejauh mana siswa mampu menguasai materi pembelajaran. Dengan demikian, ukuran keberhasilan guru sebagai pengajar adalah kognisi atau pengetahuan.

2. Guru Sebagai Pendidik

Selain sebagai pengajar, guru juga berperan sebagai pendidik. Pendidik adalah orang yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswanya yang mencakup akhlak, moral, dan etika. Kegiatan guru sebagai pendidik disebut mendidik, yaitu usaha yang dilakukan guru agar siswanya berperilaku positif.

Baca Juga: Macam-Macam Metode Pendidikan Dalam Islam

Guru sebagai pendidik harus mampu menjadi contoh bagi siswanya karena hal tersebut berkaitan dengan perilaku. Berbeda dengan pengetahuan, mendidik siswa tidak cukup dengan teori dan kata-kata tetapi keteladanan adalah faktor paling besar dalam menanamkan nilai-nilai tersebut.


Keberhasilan seorang guru sebagai pendidik tercermin dari perilaku siswanya yang semakin baik. Bagaiman mereka menerapkan nilai-nilai karakter yang ditanamkan olehnya. Sebaliknya, guru dianggap gagal sebagai pendidik jika tidak mampu merubah perilaku siswanya menjadi lebih baik.


Dengan demikian, dapat dipahami dengan jelas perbedaan antara guru sebagai pendidik dan guru sebagai pengajar. Guru sebagai pengajar sasarannya adalah kognisi atau pengetahuan, sedangkan guru sebagai pendidik sasarannya adalah hati dan perilaku.


Baca Juga: Kualifikasi dan Sertifikasi Guru

Antara pendidik dan pengajar harus satu kesatuan tak terpisahkan. Kegiatan mengajar guru harus diiringi dengan penanaman nilai-nilai karakter secara langsung dengan menyentuh hati setiap siswa sehingga mereka ingin menjadikan guru sebagai idola yang senantiasa ia ingin contoh.


Demikian penjelasan tentang guru sebagai pengajar dan pendidik sebagai informasi tambahan bagi kita sebagai guru dalam menjalankan tugas kita sebagai tenaga pengajajar dan pendidik. Seuntai kata dari penulis “Ajar dan didiklah siswamu secara klasikal dan pahami mereka secara individual (AZ)”.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar