Skip to main content

Komponen Inti RPP Satu Halaman

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disingkat RPP adalah perangkat pembelajaran yang harus disiapkan guru sebelum memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Menyiapkan RPP adalah keharusan bagi guru agar proses kegiatan pembelajaran dapat terencana dan terstruktur dari awal sampai akhir pembelajaran.

Sebagai salah satu kewajiban guru yang harus dilaksanakan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menjadi beban tersendiri bagi guru melihat banyaknya komponen yang harus dimuat dalam RPP tersebut sehingga menyita banyak waktu selain menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang lain. 
Baca Juga : Langkah-Langkah Menyusun Silabus dan RPP
Pada kenyataannya, RPP selama ini hanya bersifat adminisratif untuk menggugurkan kewajiban bagi guru yang hanya menyalin dari internet. Guru sepenuhnya tidak bisa disalahkan karena muatan RPP sangat banyak samapai beberapa lembar. Selain menjadi kendala tersendiri bagi guru, RPP selama ini juga sangat boros kertas sehingga membutuhkan banyak alokasi dana hanya untuk pembuatan RPP.

Komponen Inti RPP Satu Halaman

Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan yang baru sangat responsive dalam mengkaji problematika yang dihadapi guru salah satunya adalah pembuatan RPP. Dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Nadiem Makarim agar RPP dibuat sesederhana mungkin yaitu hanya satu halaman saja tetapi tetap memuat komponen penting menjadi angin segar tersendiri bagi guru.
Baca Juga : Terobosan Nadiem Makarim Sebagai Menteri Pendidikan
Komponen inti yang harus tetap ada pada RPP dari kebijakan menteri pendidikan tersebut yaitu tujuan pembelajaran, Langkah pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Adapun komponen RPP yang lain hanya sebagai pelengkap dan tidak harus ada pada RPP. 

Kebebasan diberikan oleh Nadiem Makariem sebagai Menteri Pendidikan kepada sekolah dan guru untuk mendesain dan mengembangkan RPP secara mandiri untuk pencapaian hasil belajar peserta didik. Kebijakan tersebut diharapkan beban guru dapat diminimalisir sehingga guru bisa lebih fokus dalam mendidik siswanya bukan sibuk menyiapkan administrasi yang sifatnya formalitas saja.

Oleh karena itu, kalian yang berprofesi sebagai guru sudah sepantasnya lebih bersikap profesional dan senantiasa mengembangkan potensi diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada alas an lagi terkait persapan administrasi yang melelahkan sampai melupakan tugas utamanya sebagai pendidik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar