Skip to main content

Memahami Karakter Anak Tunggal

Memahami karakter anak tunggal adalah hal yang penting bagi setiap orang, agar dalam pergaulan dalam masyarakat tercipta saling pengertian. Setiap anak memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan anak yang lain yang disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah posisi seorang anak dalam keluarga. Posisi anak dalam keluarga yang mempengaruhi karakter seorang anak seperti jumlah saudara yang mereka miliki dan posisi anak sebagai saudara apakah sebagai kakak, adik, atau sebagai anak tunggal. Pada tulisan kali ini, kita akan membahas tentang karakter anak sebagai anak tunggal. 

Apa Itu Anak Tunggal?

Anak tunggal adalah anak yang tidak memiliki saudara dari pasangan suami istri dalam sebuah keluarga. Disebut anak tunggal karena ia adalah anak satu-satunya dalam keluarga dari pasang ayah dan ibunya baik dilahirkan memang seperti itu, atau orang tuanya melahirkan anak yang lain akan tetapi meninggal sehingga dialah satu-satunya yang hidup.
Anak tunggal dianggap sebagai anak emas dalam keluarga sehingga orang-orang menganggap bahwa anak tunggal adalah anak yang manja dan tidak bertanggungjawab. Pandangan seperti itu, pastinya tidak semuanya benar dan bersifat subjektif meskipun memang ada beberapa anak tunggal yang keadaannya seperti itu.

Baca Juga : Pembentukan Karakter Pada Anak

Dengan demikian, memahami karakter anak tunggal adalah hal yang sangat penting sehingga pandangan seperti itu dapat akan terbantahkan dengan penjelasan tersebut.

Karakter yang Dimiliki Anak Tunggal

Anak tunggal memiliki keunikan tersendiri dalam kehidupan sosial, karena latar belakang mereka yang cenderung dimanjakan oleh orang tuanya. Dengan demikian, memahami karakter anak tunggal sangat penting bagi setiap orang agar mereka dapat bergaul dengan harmonis dengan orang yang berlatar belakang anak tunggal. Untuk itu, pada artikel kali ini dijelaskan karakter yang dimiliki anak tunggal

  • Bersifat Egois

Kecintaan orang tua kepada anak mereka satu-satunya adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Perhatian orang tua kepada anak tunggalnya melebihi segala yang mereka prioritaskan. Kondisi seperti ini membuat anak cenderung egois karena ia menganggap bahwa dirinya adalah segalanya. Dengan demikian, bergaul dengan anak tunggal harus siap untuk mengalah jika pertemanan diharapkan bertahan lama.

  • Pendiam

Selain egois, anak tunggal juga cenderung pendiam. Karakter pendiam anak tunggal disebabkan karena pergaulan dalam keluarga yang serba sendiri tidak ada saudara yang menemani bergaul dan berbagi cerita apalagi jika kedua orang tuanya sibuk berkarir dan memiliki waktu yang singkat untuk anaknya. Sosialisasi dalam keluarga sangat penting untuk membangun karakter anak dan sulit dimiliki anak tunggal apalagi dengan orang tua yang kondisinya seperti yang dijelaskan tersebut.

  • Senang Berwisata

Berwisata adalah kesenangan anak tunggal. Mereka ingin lepas dari kondisinya yang terkekang dengan menemukan hal baru dalam hidupnya. Orang tua harus memahami kondisi tersebut sehingga anak mereka satu-satunya bisa menemukan ritme hidupnya. Biarkan ia bermain, bersosialisasi, dan berwisata sesering mungkin agar kesepiannya di rumah dapat terobati.  

  • Mandiri

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa anak tunggal berkarakter manja, akan tetapi pada kenyataanya, anak tunggal itu mandiri. Hal tersebut terjadi karena kebiasaannya melakukan segala sesuatu secara sendiri. Orang tua harus mampu memahami kondisi tersebut untuk mengembangkan potensi anaknya. Dalam pergaulan sosial, anak tunggal cenderung melakukan kegiatan secara personal dan cenderung menghindari hal-hal yang bersifat kolektif. Meskipun demikian, tidak semua anak tunggal berada pada kondisi tersebut, tergantung dari bagaimana orang tua dan lingkungannya berkontribusi pada perkembangannya.

  • Sangat Dekat Dengan Orang Tuanya

Anak tunggal cenderung dekat dengan orang tuanya dibandingkan dengan anak yang memiliki saudara. Hal tersebut tidak terlepas dari keadaan anak tunggal yang hanya bersosialisasi dan berbagi cerita kepada kedua orang tuanya di rumah. Demikian juga dengan orang tuanya, bagi mereka anak satu-satunya adalah permata hati belayan jantung harapan hari esok yang mereka sangat berat jika berpisah dengan anaknya. Kondisi ini membuat anak dan orang tuanya begitu dekat.

  • Terorganisir

Anak tunggal memiliki karakter terorganisir. Karakter tersebut terbentuk dari perilaku orang tuanya yang cenderung protektif sebagai bentuk kasih sayang pada anak satu-satunya. Orang tua yang hanya memiliki anak satu-satu senantiasa menetapkan aturan yang bersifat terstruktur.

  • Memiliki Emosi yang Baik

Anak tunggal cenderung memiliki emosi yang baik karena terbiasa sendiri sehingga mereka senantiasa berpikir tentang solusi untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam kondisi tersebut, anak tunggal memiliki penyelesaian yang baik dalam menghadapi setiap persoalan. 

  • Sangat Menjaga Privasi

Anak tunggal sangat sulit untuk terbuka kepada orang lain karena kebiasaannya hidup dalam kesendirian. Karena itu, tidak jarang orang lain menganggapnya sombong karena tidak mau berbagi kepada mereka. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa karakter tersbut bukanlah ekpresi dari kesombongan melainkan kondisinya memang seperti itu. 

Baca Juga : Penerapan Pendidikan Karakter Terhadap Siswa

Dalam sisi yang lain, hal tersebut merupakan salah satu karakter baik dari anak tunggal karena memang tidak semua hal perlu diungkapkan kepada orang lain.

  • Bersikap Percaya Diri

Anak tunggal memiliki sikap percaya diri yang disebabkan oleh perhatian orang tuanya secara penuh. Anak tunggal cenderung lebih nyaman sehingga ia terbebas dari kekangan mental dari sisi peluang. Dengan demikian, orang tua harus melihat posisi anaknya sebagai peluang untuk dikembangkan.

  • Bersikap Manja

Hampir setiap anak tunggal memiliki sikap manja sebagai wujud kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang terkadang berlebihan yaitu mengabulkan segala keinginan anak tunggalnya. Sikap manja dari anak tunggal tersebut sangat sulit untuk dihilangkan karena keadaan yang memaksanya. Orang tuanya menganggap bahwa apa yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk anak mereka satu-satunya.

  • Sangat Sensitif

Anak tunggal memiliki karakter sensitif karena terbiasa pada lingkungan yang dijaga oleh orang tuanya. Karakter tersebut dimiliki anak tunggal karena setiap permintaan anak tunggal selalu dipenuhi. Akibatnya, anak akan sulit menghadapi lingkungan luar dan menjadikan anak sensitif terhadap segala sesuatu terkait dirinya. 

Itulah beberapa karakter anak tunggal yang harus dipahami oleh setiap orang sehingga dalam pergaulan keseharian tercipta keselarasan hidup yang diawali dari saling pengertian antara satu dengan yang lain. Pentingnya memahami karakter anak tunggal sekaligus menepis stigma negatif kepada anak tunggal yang selama ini ditujukan kepada mereka, sementara kenyataannya tidak selalu demikian.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar