Skip to main content

Strategi Internalisasi Nilai Karakter Siswa

Internalisasi nilai terkait pendidikan karakter pada sebuah lembaga pendidikan tidak dapat dilakukan secara instan. meskipun demikian, jika dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, internalisasi nilai dapat diterapkan tergantung pada lembaga pendidikan masing-masing serta bagaiman mereka mengelola dan menerpapkannya.

Apa Itu Internalisasi Nilai?

Internalisasi nilai adalah pendalaman atau penghayatan nilai-nilai karakter yang dilakukan oleh seorang siswa dalam kehidupannya. Melalui internalisasi nilai, siswa akan terbiasa melakukan aktifitas yang bersifat positif baik di sekolah maupun di rumah.

Dengan demikian, internalisasi nilai sangat dibutuhkan oleh seorang anak didik dimanapun mereka berada. Internalisasi nilai sangat penting diterpakan pada setiap lingkungan pendidikan baik di sekolah maupun di rumah. Internalisasi nilai tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang anak karena menyangkut perilaku kehidupan keseharian secara sosial. Dengan demikian, memahami internalisasi nilai adalah suatu hal yang sangat penting.

Strategi Internalisasi Nilai Karakter

Dalam upaya menumbuhkan dan mengembangan potensi nilai karakter siswa, terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh seorang pendidik. Strategi internalisasi nilai karakter yang berlaku pada sebuah lembaga pendidikan bertujuan agar siswa mempunyai karakter yang mantap dan berakhlak mulia. Adapaun strategi internalisasi nilai karakter siswa, yaitu: 

a. Strategi Keteladanan  

Keteladanan merupakan perilaku yang terdapat pada pendidikan Islam dan telah dipraktekkan sejak zaman Rasulullah saw. Keteladanan memiliki nilai yang penting dalam pendidikan Islam baik dalam pemahaman teoritis maupun pemahaman nilai karakter dalam bentuk nyata. 

Strategi keteladanan adalah internalisasi nilai melalui penerapan contoh kongkrit pada siswa. Dalam pendidikan, penerapan keteladanan sangat ditekankan karena tingkah laku  seseorang pendidik mendapatkan pengamatan spesifik dari para siswanya. Seperti perumpamaan “Guru makan berjalan, murid makan berlari". 

Hal tersebut dapat diartikan bahwa setiap perilaku yang ditunjukkan oleh guru selalu mendapat sorotan dan ditiru oleh siswanya. Oleh karenanya guru harus senantiasa memberi contoh yang baik bagi siswanya seperti dalam beribadah dan beperilaku dalam kehidupan sosial. 

Melalui strategi keteladanan ini, memang seorang pendidik tidak secara eksklusif memasukannnya ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP pada saat proses pembelajaran. Dalam artian, bahwa nilai-nilai moral dan religius seperti ketaqwaan, kejujuran, keikhlasan, dan tanggungjawab adalah sesuatu yang sifatnya hidden curriculum. 
Meskipun demikian, penerapan internalisasi nilai dapat dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran melalui cerita dan pemutaran film para tokoh penting yang dapat ditiru dan diteladani oleh siswa.

b. Strategi Pembiasaan

Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi mudah untuk diterapkan. Mendidik siswa dengan strategi pembiasaan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sehingga siswa dapat memahami secara konsep dan praktek. Dengan demikian, strategi pembiasaan harus sesering mungkin dilakukan secara terjadwal.

Sebagai contoh, membiasakan siswa salam bila bertemu dengan teman atau guru. Apabila hal ini telah menjadi kebiasaan, maka siswa akan permanen melaksanakannya walaupun mereka sudah tidak lagi belajar pada lembaga pendidikan tersebut.

Strategi pembiasan ini sangat afektif untuk diterapkan kepada siswa yang masih berusia anak-anak, karena mereka belum  terpengaruh oleh budaya-budaya negatif dan arus globalisasi. Apabila siswa dibiasakan berperilaku positif, maka akan tercermin pada kehidupan sehari-harinya perilaku yang membawa kedamaian bagi lingkungannya.

c. Strategi Mengambil Pelajaran

Mengambil pelajaran yang dimaksud adalah mengambil pelajaran untuk dijadikan hikmah baik dari kisah teladan, kenyataan yang dihadapi, maupun kejadian yang sedang terjadi atau masa lalu. Strategi internalisasi nilai ini, biasanya diikuti dengan pemberian nasehat dan penjelasan kepada siswa.

Mengambil pelajaran atau ibrah merupaakn kondisi kejiwaan manusia untuk mengetahui intisari suatu masalah yang disaksikan, diperhatikan, dan diinduksikan secara rasional, sehingga mereka dapat menarik kesimpulan yang mendorongnya untuk berperilaku positif dalam kehidupan kesehariannya.

d. Strategi Pemberian Nasehat

Nasehat atau mauizah merupakan peringatan tentang kebaikan atau kebenaran dengan cara yang dapat menyentuh hati dan membangkitkan semangat untuk mengamalkannya. Strategi pemberian nasehat harus mengandung tiga unsur, yaitu:
  1. Penjelasan tentang kebaikan atau kebenaran yang harus  dilakukan. Seperti jujur, bertanggungjawab, sopan santun, dan lain sebagainya. 
  2. Motivasi untuk menerapkannya. 
  3. Peringatan mengenai konsekuensi yang akan didapatkan jika tidak menerapkannya. 

e. Strategi Janji dan Ancaman

Strategi janji dilakukan dengan bujukan untuk menciptakan kebahagiaan terhadap sesuatu yang disenangi oleh siswa. Strategi ini sangat efektif untuk membangkitkan semangat mereka untuk senantiasa berperilaku positif. 

Sedangkan strategi ancaman dilakukan dengan menjelaskan konsekuensi logis yang akan mereka dapatkan jika tidak berperilaku positif seperti yang diharapkan. 
Kelebihan menerapkan stategi janji dan ancaman dalam internalisasi nilai karakter siswa, diantaranya sebagai berikut: 
  1. Dapat membentuk perilaku positif siswa.
  2. Motivasi siswa untuk menghindari perilaku negatif yang tidak diharapkan. 
  3. Membangkitkan perasaan rabbaniyah siswa.

f. Strategi Kedisiplinan

Strategi kedisiplinan dalam penerapan internalisasi nilai karakter siswa memerlukan ketegasan dan kebijaksanaan. Dalam artian, bahwa siswa harus diberi konsekuensi jika melanggar kesepakatan yang telah dirumuskan. Sedangkan kebijaksanaan berarti bahwa konsekuensi yang diberikan kepada siswa harus sesuai dengan tingkat pelanggaran yang mereka lakukan dan tidak disertai oleh emosi sehingga dalam penerapannya, konsekuensi tetap bersifat mendidik siswa.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar