Skip to main content

Terobosan Nadiem Makarim Sebagai Menteri Pendidikan Tahun 2019

Nadiem Makarim adalah salah satu tokoh muda Indonesia yang menjadi perhatian publik saat ini khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Nadiem Makarim mulai muncul kepermukaan ketika beliau berhasil mendirikan bisnis transfortasi bebasis teknologi yaitu gojek.

Nadiem Makarim Menteri Pendidikan Tahun 2019

Pada tanggal 23 oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan para menterinya untuk masa jabatan 2019-2024. Salah satu Nama yang diumumkan adalah Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudyaan. Pria kelahiran singapura 35 tahun yang lalu tersebut merupakan menteri termuda dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Nadiem makarim adalah sosok baru yang dalam birokrasi indonesia sehingga tidak jarang banyak yang memberikan komentar tentangnya. Meskipun demikian, kapasitas beliau tidak bisa diragukan terutama dalam bidang teknologi. Hal tersebut terbukti dari keberhasilannya mendirikan dan mengembangkan Gojek sebagai sistem transfortasi berbasis teknologi yang banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat.
Kesuksesan Nadiem Makarim tersebut, diharapakan oleh Presiden Jokowi dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia dapat ia tularkan dalam ranah pendidikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi pendidikan indonesia saat ini perlu inovasi untuk bisa bersaing dengan dunia luar terutama dalam hal teknologi.
Dengan diangkatnya Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan Tahun 2019, diharapkan lahir inovasi dan terobosan baru yang akan memajukan pendidikan indonesia saat ini dan masa yang akan datang. 

Terobosan Nadiem Makarim Sebagai Menteri Pendidikan Tahun 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 ramai diperbincangkan oleh masyarakat akhir-akhir ini, khususnya mereka yang bergelut dan memiliki perhatian terhadap pendidikan. Hal tersebut tidak terlepas dari keputusan Presiden Jokowi yang memantapkan hati memilih Nadiem Makarim sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2019-2024 yang notabene adalah pendiri Gojek.
Meskipun jarang terdengar ditelinga masyarakat terkait kiprah Nadiem Makarim dalam dunia pendidikan, akan tetapi dalam rapatnya bersama Koordinator Pembangunan Manusia, Naidem Makarim sebagai menteri pendidikan Tahun 2019-2024 memberikan secerca harapan bagi kondisi pendidikan Indonesia saat ini.
Nadiem Makarim yang menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan dalam rapat koordinasi dengan kementerian Koordinator Pembangunan Manusia, menyampaikan terobosan pendidikan sebagai target yang perlu diselesaikan terkait kondisi pendidikan saat ini. Terobosan pendidikan tersebut menurut Nadiem Makarim, yaitu:

1. Pembelajaran Anak

Nadiem makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan menyampaikan bahwa apa yang diberikan oleh kementerian akan dicek terkait kemampuan siswa menyerap pembelajaran yang disuguhkan agar hasilnya dapat terpantau. Nadiem Makarim menekankan bahwa hal tersebut sesuai dengan instruksi presiden RI Joko Widodo.

2. Struktur Kelembagaan

Nadiem Makarim sebagai meneteri pendidikan menyampaikan bahwa struktur kelembagaan secara internal dan eksternal setiap badan perlu mendukung tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai. Menurut Nadiem Makarim, struktur kelembagaan bisa berdampak positif terhadap mutu pendidikan.

3. Menggerakkan Revolusi Mental pada Masyarakat

Nadiem Makarim dalam rapat tersebut, juga menyampaikan bagaimana program revolusi mental gagasan presiden Jokowi dapat disukseskan yaitu tidak hanya melalui lembaga pendidikan formal saja yang diramu dalam sebuah kurikulum melalui pembelajaran dari guru. Akan tetapi, pengembangan karakter akan dilakukan secara luas pada masyarakat.

4. Pengembangan Teknologi

Terobosan selanjutnya yang beliau sampakan dalam rapat tersebut terkait pengembangan teknologi dalam ranah pendidikan. Menurut Nadiem Makarim, dalam menjalankan kegiatan pendidikan, peran teknologi sangat membantu.

Nadiem Makarim juga menjelaskan tentang paradigma masyarakat terkait perkembangan tekonologi pada bidang pendidikan saat ini yang banyak disalahartkan bahwa teknologi dapat menembus batas ruang dan bisa menggantikan peran guru di kelas.
Nadiem Makarim manyampaikan bahwa teknologi digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kapasitas, bukan untuk menggantikan peran guru sebagai pengajar. Hal tersebut disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang selama ini banyak yang keliru.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar