Skip to main content

Komunikasi Pendidikan :Pengertian, Jenis, dan Prinsipnya

Komunikasi pendidikan adalah salah satu cabang ilmu yang harus dipahami oleh setiap guru. Komunikasi pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam mentransfer ilmu dan pengetahuan kepada siswa. Dengan memahami komunikasi pendidikan, seorang guru dapat memahami cara penyampaian materi yang sesuai dengan cara belajar siswa.

Pengertian Komunikasi Pendidikan

Komunikasi pendidikan adalah pengiriman pesan atau informasi dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa terkait materi pembelajaran atau suatu peristiwa tertentu. Pada dasarnya, pembelajaran adalah proses komunikasi antara guru dan siswa yang dituangkan dalam bentuk simbol komunikasi baik verbal maupun non verbal.

Memahami komunikasi dalam pendidikan adalah keharusan bagi setiap guru karena berkaitan proses penyampaian materi kepada siswanya. Kemampuan guru dalam berkomunikasi kepada siswanya akan memudahkan siswa memahami materi pelajaran yang disampaiakan. 


Baca Juga : Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Menguasai komunikasi pendidikan adalah salah satu syarat seorang guru dikatakan profesional yang termasuk dalam ranah kompetensi pedagogik guru. Kompotensi tersebut salah satunya terkait kemampuan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran berdasarkan karakter masing-masing siswa. Hal tersebut dapat tercipta jika guru memahami konsep komunikasi pendidikan.

Jenis-Jenis Komunikasi Pendidikan

Secara umum, komunikasi pendidikan yang harus dikuasai oleh tenaga pendidikan dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 

1. Komunikasi Internal

Komunikasi internal adalah komunikasi yang terjadi di dalam lingkungan sekolah. Komunikasi internal mencakup beberapa aspek, yaitu: 
  • Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Guru
Salah satu tugas guru pada sebuah lembaga pendidikan, yaitu membantu kepala sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Karena itu komunikasi antara Kepala Sekolah dan guru harus terjalin dengan baik sehingga hubungan menjadi harmonis sehingga tercipta lingkungan sekolah yang kondusif.
  • Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Siswa
Komunikasi yang terjadi antara Kepala Sekolah dan siswa dapat dilakukan secara tertulis seperti pengumuman, surat edaran, teguran, sanksi, dll. Selain itu, komunikasi antara kepala sekolah dan siswa bisa berupa secara lisan seperti pengumuman, teguran, dan peringatan.
  • Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan pada sebuah sekolah memiliki fungsi yang sama dengan guru, akan tetapi tenaga kependidikan berperan dalam membantu siswa terkait administrasi.
  • Komunikasi antara Guru dengan Guru
Hubungan antara setiap guru dalam sebuah lembaga pendidikan berkaitan dengan hubungan kerja sama dalam melaksanakan pekerjaan sekolah. Hubungan tersebut dapat berupa pertemuan sekolah, bekerja bersama dalam membimbing siswa, menyelesaikan tugas kelompok dan sebagainya. Hubungan informal antara guru tidak hanya dimaksudkan untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas bersama, tetapi juga untuk memperkuat kekerabatan antara guru yang memiliki profesi yang sama.
  • Komunikasi antara Guru dengan Tenaga Kependidikan
Komunikasi antara guru dengan tenaga kependidikan pada sebuah sekolah jarang dilakukan secara formal. Hal tersebut terjadi, karena guru dengan tenaga kependidikan berbeda dalam jenis tugas.
  • Komunikasi antara Siswa dengan Staf Administrasi
Komunikasi antara siswa dengan staf administrasi juga sangat penting karena ada beberapa hal yang perlu diselesaikan oleh siswa dengan staf administrasi. Misalnya surat, pembayaran biaya sekolah, koleksi buku, absensi, buku kelas dan sebagainya.
  • Komunikasi antara Siswa dengan Siswa
Komunikasi antara siswa bisa terjalin secara formal dan non-formal. Komunikasi formal antar siswa, yaitu komunikasi yang terjadi di kelas dalam situasi belajar seperti dalam kerja kelompok atau diskusi. Komunikasi non formal antar siswa yaitu komunikasi yang terjalin di luar proses pembelajaran. Seperti bercerita lepas tentang sesuatu, membahas tentang kesukaan, persoalan pribadi, dan lain sebagainya.

2. Komunikasi Eksternal

Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi antara sekolah dengan lingkuang di luar sekolah. Komunikasi eksternal seperti, komunikasi dengan orang tua/wali siswa dan masyarakat sekitar untuk membangun sekolah ke arah yang lebih baik.

Prinsip Komunikasi Pendidikan

Terdapat beberapa prinsip yang terdapat pada komunikasi pendidikan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi acuan dalam menerapkan komunikasi pendidikan pada sebuah lembaga pendidikan. Adapun prinsip komunikasi pendidikan yang dimaksud, yaitu:
  • Komunikasi adalah proses simbolik
Komunikasi adalah sesuatu yang dinamis, melingkar dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berlanjut untuk mencapai kesamaan irama dalam pendidikan.
  • Potensi komunikasi dimiliki setiap  orang
Setiap orang tidak bebas dari nilai, ketika orang itu tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi ditafsirkan oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses komunikasi. Gerakan tubuh, ekspresi wajah seseorang dapat diartikan oleh orang lain sebagai stimulus untuk berkomunikasi.
  • Setiap Komunikasi mengandung konten yang berbeda
Setiap pesan komunikasi memiliki dimensi konten. Dari dimensi konten tersebut, maka dapat dipahami hubungan yang ada antara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan antara dua sahabat dan antara guru dengan siswa dimensi konten yang berbeda.
Baca Juga : Kompetensi Pedagogik Guru 
  • Komunikasi terjadi secara sengaja dan tidak disengaja
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dapat terjadi baik secara tidak disengaja yaitu tindakan tersebut bukan komunikasi yang direncanakan, maupun tindakan komunikasi yang benar-benar disengaja dimana pihak komunikan mengharapkan tanggapan agar tujuan yang diharapkan tercapai.
  • Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan komunikasi yang dikirim oleh komunikan baik secara lisan maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, di mana proses komunikasi berlangsung, kepada siapa pesan dikirim, dan kapan komunikasi berlangsung.
  • Komunikasi melibatkan prediksi diantara komunikan
Tidak bisa dibayangkan jika orang mengambil tindakan di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memperkirakan bahwa penerima akan membalas dengan senyum, jika kita menyapa seseorang maka orang itu akan membalas salam kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang tenang dalam proses komunikasi.
  • Komunikasi bersifat sistemik
Pada masing-masing orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai-nilai, adat istiadat, pengalaman dan pendidikan. Aspek internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan tempat bersosialisasi memengaruhi cara mereka bertindak dalam komunikasi.
  • Kemiripan latar belakang sosial dan budaya mempengaruhi efektifitas komunikasi
Jika dua orang berkomunikasi dari kelompok etnis yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan kedua pihak memiliki materi yang sama untuk dikomunikasikan satu sama lain. Kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama dengan simbol-simbol yang dipertukarkan.
  • Komunikasi bersifat melingkar
Proses komunikasi melingkar dalam arti bahwa komunikasi tidak terjadi dalam satu arah. Namun komunikasi melibatkan respons sebagai bukti bahwa pesan yang dikirim diterima dan dipahami.
  • Komunikasi adalah proses dinamis dan transaksional 
Pada prinsipnya komunikasi terjadi secara dinamis dan transaksional. Ada proses memberi dan menerima informasi di antara para pihak yang berkomunikasi.
  • Komunikasi tidak dapat dibatalkan
Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat membatalkan apa yang telah disampaikan. Jika seseorang telah menyakiti orang lain, maka efek dari rasa sakit tidak akan hilang begitu saja pada diri orang tersebut.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar