Skip to main content

Kisah Nabi Ibrahim Berdasarkan Al Qur'an

Allah sudah memberi penghormatan dengan memilih Ibrahim sebagai nabi. Nabi Ibrahim merasal Mesopotamia yang kini   dikenali sebagai Iraq Selatan. Nabi Ibrahim merupakan contoh tauladan untuk umat manusia. Allah telah menyebutnya dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 120-122.

Nabi Ibrahim Diutus Sebagai Rasul

Seruan Nabi Ibrahim kepada kaum yang menganut agama animisme. Pada zaman itu, kejahilan menguasai pemikiran para penduduk. Kebanyakannya tidak mengetahui tentang Allah dan ajaran-Nya. Mereka memuja mentari, bulan dan bintang bahkan mereka merupakan ahli astronomi yang mengetahui konstruksi planet. Mereka juga menyembah berhala yang terbuat dari batu dan kayu dan memberi berbagai bentuk penghormatan kepada berhala-berhala tersebut. Ahli agama menerima tempat yang baik di mata masyarakat  dan diperintahkan kepada para penduduk agar mereka dihormati. Mereka ini pula dibayar dengan lumayan, tetapi orang-orang miskin makin tertindas.
Kisah Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim A.S. Mendapat wahyu daripada Allah melalui malaikat Jibril. Nabi Ibrahim mulai menyampaikan ajaran Allah secara perlahan-lahan. Nabi Ibrahim bekerja dengan tekun dan mulai berkelakar dengan orang-orang yang menciptakan berhala. hal ini dijelaskan dalam al Qur'an surah Al-Anbiyya ayat 52-57.
Kaum Nabi Ibrahim tidak memperhatikan seruan Nabi Ibrahim. Mereka lebih suka dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak mau berpaling dari menyembah bulan, bintang dan berhala-berhala yang bodoh. Ahli agama mereka tetap menyeru kepada orang-orang supaya tidak mempercayai Nabi Ibrahim A.S. Mereka khawatir akan jabatannya diturunkan yang dipegang saat itu.
Sebenarnya raja mereka yaitu Raja Namrud mengaku dirinya sebagai Tuhan. Dia memiliki istana yang besar  dan tentera yang banyak. Dia berniat untuk bertemu dengan Nabi Ibrahim A.S dan akhirnya mereka bertemu untuk berdiskusi. 
Ketika itu, Raja Namrud memandang Nabi Ibrahim A.S. Secara rendah dan berkata: "Apa yang diseru olehmu kepada orang banyak? Mengapa engkau suruh mereka menyembah Tuhan yang tidak nampak?". Nabi Ibrahim A.S. Menjawab: "Tuhan saya adalah satu-satu yang memberi dan mengambil semula nyawa". Namrud menjawab dengan arogan:"Aku pula memiliki kuasa untuk melakukannya. Aku bisa membunuh manusia dan membebaskannya juga". Nabi Ibrahim A.S. Bertanya satu pertanyaan yang bijak dan memeranjatkan seluruh orang. Nabi Ibrahim menyampaikan: "Tuhan saya mengakibatkan mentari  terbit dari timur dan tenggelam di barat. Bisakah engkau  menerbitkan mentari  dari timur?" Mendengar itu, raja terdiam kerana dia memahami tidak manusia yang berkuasa melakukan itu.
Setelah beberapa hari, satu pertemuan istimewa telah diadakan. Terdapat upacara akbar-besaran dan semua penduduk diwajibkan untuk menghadirinya. Mereka kemudian mabuk dan hilang kesadaran.
Nabi Ibrahim A.S. Mengangkat kapaknya dan mulai menghancurkan berhala satu persatu. Berhala tersebut jatuh ke lantai berserakan dengan tercerai anggota badannya. Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala kecuali satu berhala yang dipercaya sebagai pemimpin bagi berhala yang lainnya. Tujuan Nabi Ibrahim melakukannya adalah untuk menampakkan bahwa berhala tidak berkuasa menyakiti orang lain atau memberi manfaat kepada siapapun. Nabi Ibrahim kemudian meninggalkan kuil dengan menyelinap.
Ketika perayaan selesai, orang-orang ramai pulang ke kuil. Para pengikut yang setia mengiringi ahli-ahli agama ke kuil seperti biasa. Mereka terkejut melihat berhala-berhala yang sudah dipecahkan. Lantai dipenuhi dengan serpihan batu sementara pemimpin berhala masih berdiri kokoh dengan kapak tergantung pada lehernya. Para tokoh agama menjerit kemudian orang-orang ramai menyerbu masuk dengan keheranan. Mereka juga sangat marah dan ingin mengetahui orang yang bertanggungjawab terhadap insiden itu dan mereka mau membalas. Hal tersebut dijelaskan oleh Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 58-60.

Mukjizat Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim dipanggil untuk mengadap raja. Ketika Nabi Ibrahim datang, ia ditanya apa benar Nabi Ibrahim yang memusnahkan semua berhala tersebut. Nabi Ibrahim terdiam sejenak, Kemudian Nabi Ibrahim mengarahkan raja untuk bertanya kepada pemimpin berhala yang terdapat kapak bergantung pada lehernya. Nabi Ibrahim  Membuat orang-orang yang menyembah berhala yang tidak bernyawa dan terbuat dari batu terdiam. 
Walaupun mereka merasa malu tetapi mereka masih saja mengelak. Mereka membuat keputusan untuk membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup kerana telah menghancurkan berhala mereka.
Setumpukan kayu besar disediakan kemudian Nabi Ibrahim diikat menggunakan tali dan sangat susah untuk bergerak. Nabi Ibrahim berada pada keadaan hening dan gembira apabila mengingatkan bahwa Allah akan menyelamatkan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tidak  melawan sedikit pun dan seluruh yang hadir heran dengan sikap Nabi Ibrahim tersebut. Kemudian Nabi Ibrahim dimasukkan kedalam tumpukan kayu yang panas. Api membakar dengan kuat namun Allah memerintahkannya agar tidak menyakiti Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tiba-tiba keluar dari api tanpa terbakar sedikitpun. Kejadian tersebut merupakan salah satu mukjizat Nabi Ibrahim. Kejadian tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'an suarah Al-Anbiya ayat 69-70.

Kelahiran Putra Nabi Ibrahim

Walaupun sudah disaksikan keajaiban pada diri Nabi Ibrahim, namun Nabi Ibrahim tidak juga mendapat pengikut yang banyak untuk menjalankan ajaran yang dibawanya. Nabi Ibrahim menempuh berbagai cara untuk menerangkan kepatuhan dan keikhlasan. Nabi Ibrahim diperintahkan agar meninggalkan tempat tadi dan pergi ke tanah kudus yang sekarang dikenal dengan Palestin. Bagi mereka yang mematuhi perintah tersebut, hal itu bukanlah hal yang terasa berat. Seperti halnya Nabi Ibrahim tidak merasa berat dan tetap mengajarkan kepada mereka tentang Tuhan dan agama-Nya. Tidak yang bisa melemahkan semangat Nabi Ibrahim.
Oleh kerana Nabi Ibrahim belum memiliki anak dengan Sarah isteri pertama, Nabi Ibrahim menikah dengan perempuan lain bernama Hajar. Nabi Ibrahim berdoa untuk memperoleh anak lelaki yang soleh dan akhirnya doa Nabi Ibrahim dikabulakan Allah swt. Tidak berapa lama  kemudian, Hajar menyampaikan kabar gembira tentang kehamilan dirinya. Sampai waktunya, beliau melahirkan Ismail. Tidak lama selepas itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membawa istrinya Hajar dan anaknya Ismail ke lembah Batha di Makkah.
Selama perjalanan, Nabi Ibrahim melalui banyak cobaan dan rintangan. Nabi Ibrahim akhrinya sampai pada tempat yang dituju setelah melalui masa yang panjang. Daerah tersebut berbukit tanpa ada air yang tersedia. Nabi Ibrahim menyiapkan kemah dan meninjau keadaan sekeliling tetapi tidak ada yang kelihatan selain padang pasir. Nabi Ismail ketika itu baru berusia beberapa bulan dan mula menangis kehausan. Ibunya kemudian mencari sumber air tetapi tidak ada sumber air yang ditemukan.
Hajar berlari dalam keadaan haus untuk menemukan air antara dua anak bukit yaitu Safa dan Marwa tetapi gagal. Dia pulang kepada anaknya yang kehausan dan dia amat terkejut jika melihat mata air zam-zam memancar dari bawah kaki anaknya. Dia merasa sangat lega kemudian menghilangkan dahaga anaknya dengan air tersebut. Selepas itu, banyak orang dari jauh mendatangi tempat tersebut. Akhirnya, tempat tersebut dikenali sebagai Makkah, tempat kelahiran Islam.

Nabi Ibrahim Mengorbankan Anaknya

Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah swt untuk mengorbankan anaknya Ismail. Nabi Ibrahim tidak berat hati untuk mematuhi perintah tersebut meskipun anaknya ketika itu masih kecil. Nabi Ibrahim memberitahu anaknya mengenai mimpinya. Nabi Ibrahim amat terkejut ketika anaknya tidak membantah dan bersedia untuk dikurbankan. Ini adalah satu keputusan yang sukar dibentuk oleh seorang yang masih belia dan itu menandakan keimanan Nabi Ibrahim yang tinggi kepada Allah. Peristiwa tersebut disebutkan dalam Al-Qur'an surah As-Shafat ayat 102.
Pada 10 Zulhijjah, seorang bapak dan anak kesayangan berjalan beriringan. Anak belia itu begitu sabar manakala si bapak dengan penuh takwa hendak menyempurnakan perintah dari Allah. Tidak yang lebih berharga bagi mereka selain berbakti kepada Allah. Mereka berjalan menuju ke Mina dengan pisau pemotong daging pada tangan Nabi Ibrahim.
Banyak kenangan-kenangan masa lalu yang mereka ingat dalam perjalanan. Akhirnya mereka sampai juga pada satu tempat yang istimewa. Nabi Ibrahim meihat anak kesayangannya dengan sayu, tetapi anak Nabi Ibrahim melihat ayahnya sekilas dengan penuh taat dan kesabaran. Nabi Ibrahim kemudian meniarapkan Ismail di atas tanah dengan jantung yang berdetak kencang. Nabi Ibrahim menggigil dengan penuh emosi, ketika Nabi Ibrahim meletakkan pisau pada leher Ismail, saat itulah waktu yang paling memberatkan hati untuk melakukannya.
Allah kemudian menghargai ketaatan Nabi Ibrahim dengan mengganti kurbannya dengan seekor domba yang gemuk. Anaknya berdiri di sampingnya dan yang dikurbankan adalah domba tersebut. Saat yang mendebarkan itu berakhir juga dan mereka berdua sangat gembira dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah. Inilah sejarah awal perintah untuk berkurban bagi umat Islam. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'an surah As-Shafat ayat 102.
Setelah Nabi Ibrahim memperlihatkan ketaatan yang tinggi terhadap perintah Allah untuk mengorbankan anaknya Ismail, Nabi Ibrahim kedatangan juga kabar gembira tentang kelahiran anak lelaki dari isteri pertama, Sarah yaitu Ishaq. Penjelasan tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surah As-Shaffat ayat 112-113.

Nabi Ibrahim Membangun Kembali Ka'bah

Rumah Allah yaitu Ka'bah sudah ada sejak Nabi Adam sebagai nabi pertama. Nabi Ibrahim bersama putranya yaitu Ismail kembali membangun ka'bah tersebut. Makam Nabi Ibrahim masih ada bersebelahan dengannya. Tempatnya adalah batu marmar yang diletakkan pada tempat Nabi Ibrahim berdiri untuk meningkatkan dinding ka'bah tersebut. Batu tersebut terdapat bekas tapak kaki Nabi Ibrahim. Ayat dalam al-Quran sudah menjelaskan tentang tapak kaki tersebut sebagai satu tanda kekuasaan Allah.
Nabi Ibrahim hidup selama 175 tahun. Hidup Nabi Ibrahim penuh dengan ujian ketika Nabi Ibrahim menyeru kaumnya beriman kepada Allah swt. Ketika Nabi Ibrahim wafat, Jasadnya dikuburkan di Yerusalem.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar