Skip to main content

Mengenal Sistem Ekonomi Ali Baba Pada Masa Kabinet Sastroamijoyo

Sistem Ekonomi Ali Baba adalah salah satu sistem ekonomi yang diterapkan pada masa kabinet Sastroamijoyo. Isqaq Tjokroadisurjo merupakan orang pertama yang memprakarsai lahirnya sistem ekonomi ali baba di Indonesia.

Sistem Ekonomi Ali Baba

Istilah Ali digunakan sesuai dengan tujuannya yaitu agar pengusaha pribumi dapat bersaing seperti Ali dengan pengusaha non-pribumi yang digambarkan oleh baba sebagai etnis Tionghoa. Tetapi sekali lagi, sistem ini telah gagal dan tidak jauh berbeda dari sistem ekonomi sebelumnya. Perbedaannya adalah, ketika sistem ekonomi Ali Baba diberlakukan, pengusaha asing terlibat dalam indikator kegagalan. Hal ini dapat dilihat ketika pengusaha pribumi ditemukan menjadi alat bagi pengusaha asing untuk mendapatkan kredit uang dari Bank Indonesia.
Sistem Ekonomi Ali Baba

Dengan penerapan kebijakan Ali Baba, pengusaha pribumi diharuskan untuk memberikan pelatihan dan tanggung jawab kepada warga negara Indonesia untuk menduduki posisi staf. Pemerintah memberikan kredit dan lisensi untuk bisnis swasta nasional. Pemerintah memberikan perlindungan untuk dapat bersaing dengan perusahaan asing yang ada. Akan tetapi, sistem ini tidak berjalan sebagaimana mestinya karena pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah sementara pengusahaa non-pribumi lebih berpengalaman dalam mendapatkan bantuan kredit.

Tujuan Sistem Ekonomi Ali Baba

Adapun tujuan dari penerapan sistem ekonomi Ali Baba pada masa kabinet Ali yaitu:
1. Untuk memajukan pengusaha pribumi
2. Sehingga pengusaha pribumi bekerja sama untuk memajukan perekonomian nasional
3. Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional asli dalam konteks perombakan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional.
4. Mempromosikan ekonomi Indonesia perlu ada kerjasama antara pengusaha pribumi dan non-pribumi.

Faktor Kegagalan Ekonomi Ali Baba

Pemerintah memberikan kredit dan lisensi untuk pengusaha swasta nasional dengan memberikan perlindungan untuk dapat bersaing dengan perusahaan asing yang ada. Sistem ini tidak dapat berjalan dengan baik Karen beberapa faktor yaitu:
1. Pengusaha pribumi kekurangan pengalaman sehingga hanya digunakan sebagai alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Sementara wirausaha non-pribumi lebih berpengalaman dalam mendapatkan bantuan kredit.
2. Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga memprioritaskan persaingan bebas.
3. Pengusaha pribumi belum mampu bersaing di pasar bebas.
4. Masalah Angkatan Darat yaitu pertanyaan tentang kepemimpinan Angkatan Darat yang menolak kepemimpinan baru yang ditunjuk oleh Menteri Pertahanan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat.
5. Persaingan ideologis juga muncul dalam tubuh para pemilih. Saat itu negara dalam keadaan kacau akibat pergolakan di daerah tersebut.
6. Persaingan antara kelompok agama dan nasionalis yang berlangsung hingga awal 1960-an menghasilkan situasi politik nasional yang tidak stabil. Ini sangat mengganggu jalannya pemerintahan di tingkat pusat dan daerah.
7. Ingin menyatukan pengusaha pribumi dan Cina, tetapi gagal karena pengusaha pribumi lebih konsumtif dibandingkan dengan pengusaha Cina yang berproduksi. Menjadi bidang korupsi dan kolusi
8. Terlalu sedikit orang asli yang terlatih dan berpengalaman
9. Penduduk asli tidak memiliki modal yang kuat dan hampir tidak mungkin untuk bersaing
Sistem ekonomi Ali Baba adalah sistem ekonomi yang diterapkan selama Demokrasi Liberal. Dalam sistem ini, pengusaha non-pribumi harus membantu masyarakat asli dalam bisnis mereka dengan memberikan pelatihan kepada pengusaha pribumi dengan memberikan kredit kepada pengusaha pribumi.
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, sekaligus meningkatkan kondisi ekonomi penduduk asli. Pada waktu itu banyak penduduk asli yang tertinggal dibandingkan dengan penduduk asli, petani di Eropa, Arab, dan Cina. Karena itu pemerintah berusaha mengatasi kondisi ini dengan mewajibkan pengusaha non-pribumi untuk bekerja sama di perusahaan mereka dengan pengusaha pribumi. Selain itu mereka juga diharuskan untuk memberikan pelatihan kepada pengusaha dan pekerja asli. Pemerintah juga memberikan bantuan pinjaman lunak kepada pengusaha pribumi.
Namun, sistem ekonomi Ali Baba gagal memberdayakan pengusaha pribumi. Banyak pengusaha pribumi mengalihkan bisnis mereka ke pengusaha non-pribumi. Selain itu, banyak pengusaha non-pribumi hanya meminjam nama pengusaha pribumi untuk mendapatkan kredit pemerintah dan memenuhi kewajiban untuk bekerja sama dengan pengusaha pribumi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar