Skip to main content

Pengertian Asuransi Syariah dan Manfaatnya

Saat ini, produk berbasis syariah semakin sering terdengar di telinga masyarakat terutama dalam hal keuangan seperti perbankan syariah, property syariah dan asuransi syariah. Untuk asuransi syariah sudah banyak yang beralih dari asuransi konvensional menjadi asuransi syariah. Hal tersebut tidak terlepas dari konsep pemahaman masyarakat yang semakin luas tentang persoalan riba.
Meskipun sudah banyak asuransi syariah di masyarakat, akan tetapi belum seluruhnya mereka paham tentang arti dari asuransi syariah tersebut dan manfaat apa yang diperoleh jika bergabung menjadi nasabah asuransi syariah.

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian asuransi syariah tidak berbeda jauh dengan pengertian asuransi secara umum. Berdasarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), asuransi syariah merupakan usaha saling melindungi dan saling menolong antara sejumlah orang atau pihak tertentu dengan menananm modal berupa asset atau disebut tabarru dengan pola pengembalian mengatasi resiko tertentu berdasarkan perjanjian atau akad menurut syariah islam.
Pengertian Asuransi Syariah

Perusahaan asuransi syariah berdasarkan prinsip islam dalam menjalankan usahanya yaitu prinsip tolong-menolong yang berbeda jauh dengan sistem yang diterapakan asuransi konvensional yaitu kontrak jual beli.
Dalam hal produk, asuransi syariah juga memiliki banyak jenis produk misalnya asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi, kesehatan, asuransi kendaraan dan jenis produk lainnya.

Manfaat Asuransi Syariah

Setelah memahami lebih jauh tentang asuransi syariah, tentu perlu dipahami apa saja manfaat yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat asuransi syariah yang menjadikannya khas dan berbeda dengan asuransi konvensional.

Prinsip Tolong Menolong

Dalam konsep donasi, asuransi syariah menjalankan prinsip tolong-menolong sehingga bersamaan dengan akad asuransi syariah, peserta asuransi telah mendonasikan dana yang ia miliki untuk membantu peserta asuransi syariah yang lain jika mengalami musibah.

Sistem Risk Transfer 

Manfaat selanjutnya dari asuransi syariah adalah sistem risk transfer dalam artian, dana yang telah didonasikan atau diinvestasikan tetap tersedia dan kita tidak akan krhilangan dana tersebut. Hal tersebut terjadi karena seluruh keutungan yang diperoleh secara merata akan dibagikan kepada kedua belah pihak pada waktu tertentu sehingga sifatnya lebih adil dan menguntungkan.

Konsep Wadiah (Dana Tetap Tersedia)

Konsep wadiah atau titipan diterapkan oleh asuransi syariah sehingga pola pengembalian dijalankan untuk dana pesaerta asuransi syariah yang sudah terpisah dengan dana rekening tabarru.
Dengan akad konsep wadiah yang diterapkan oleh asuransi syariah tersebut menjadikannya berbeda dengan asuransi konvensional dimana biaya operasional dibebankan kepada pemegang polis asuransi pada kisaran 30 persen dari asuransi.
Melalui konsep tersebut nasabah asuransi syariah memperoleh keuntungan yaitu:
1. Tetap menerima sebagian premi jika tidak diklaim sampai jatuh tempo
2. Jika peserta pengalami kerugian, kerusakan atau kehilangan, perusahaan asuransi syariah akan memberikan ganti rugi.

Lebih Transparan

Perusahaan asuransi syariah dalam pengelolaannya menerapkan konsep pembagian di awal akan secara jelas baik menyangkut resiko maupun keuntungan. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan dana tabarru juga dilakukan kepada seluruh peserta asuransi syariah.

Bebas Riba

Manfaat yang paling menonjol dari perusahaan asuransi syariah adalah terkait hukum syariahnya. Dengan adanya asuransi syariah, masyarakat sudah mulai lega karena asuransi syariah menjanjikan akad bebas riba dan hal-hal yang terlarang dalam syaiat islam.

Dibawah Dewan Pengawas Syariah

Perusahaan asuransi syariah dalam menjalankan usahanya diawasi oleh dewan pengawas syariah. Peran Dewan Pengawas Syariah yaitu untuk mengawasi perusahaan asuransi syariah agar tetap berada pada jalur prinsip syariah dalam menjalankan aktifitasnya. Dengan adanya dewan pengawas tersebut, peserta akan merasa aman dan tidak khawatir terkait halal atau haram dalam melakukan transaksi asuransi. 

Istilah-Istilah Dalam Asuransi Syariah

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21 / DSN-MUI / X / 2001 dijelaskan bahwa Asuransi syariah adalah upaya untuk saling melindungi satu sama lain dan saling membantu di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang menyediakan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui kontrak yang sesuai dengan Syariah. 
Perjanjian yang sesuai dengan syariah dalam definisi Asuransi Syariah yaitu tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan amoralitas. Sehingga kehalalan transaksi dalam asuransi syariah dapat dijamin.
Dalam prakteknya , ada beberapa istilah yang digunakan dalam asuransi syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional. Berikut beberapa istilah yang terdapat dalam asuransi syariah yaitu: 

Perjanjian Tijarah

Semua bentuk perjanjian yang dibuat untuk tujuan komersial disebut perjanjian tijarah. Dalam konteks asuransi, perjanjian ini adalah perjanjian antara kedua pihak yang kemudian akan menjadi aturan dasar dalam semua hal yang berlaku untuk asuransi syariah yang dibeli.

Perjanjian Tabarru 

Tabarru 'adalah segala bentuk kontrak yang dilakukan untuk tujuan kebajikan dan bantuan, bukan hanya untuk tujuan komersial atau sumbangan. Tabarru Fund 'adalah dana yang disimpan oleh peserta asuransi syariah dan akan digunakan untuk membantu peserta lain jika terjadi risiko tertentu. Jadi pada dasarnya, setiap peserta akan membantu peserta lain dalam asuransi syariah ini dan perusahaan asuransi syariah berfungsi sebagai pengelola dana pelanggan.

Ujrah

Bahasa yang paling sederhana adalah upah. Sesuai dengan fungsinya, dalam Asuransi Syariah perusahaan Asuransi Syariah ditugaskan untuk mengelola dana peserta. Untuk jasanya dalam mengelola dana peserta, perusahaan asuransi mendapatkan ujrah / upah.

Wakalah

Ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Wakalah berarti representatif. Dalam konteks asuransi syariah, biasanya ada kontrak yang disebut wakalah bil ujrah, yang berarti kontrak itu untuk memberikan kekuatan (mewakili) dari peserta kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana peserta dengan imbalan ujrah (upah).
Seperti asuransi konvensional, asuransi syariah juga termasuk dalam pilihan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan keluarga. Melalui asuransi syariah, tidak hanya perlindungan jiwa, tubuh, properti, dan keluarga yang akan Anda dapatkan, lebih dari itu ada banyak berkah di dalamnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar