Skip to main content

Memahami Hubungan Qada dan Qadar

Hubungan antara Qada dan Qadar tidak dapat terpisahkan. Allah telah menetapkan ukuran bentuk dan ciri kehidupan tiap-tiap makhluk. Selain itu, Allah juga telah menetapkan, usia, rezeki, dan nasib semua makhluk Allah. Ketetapan Allah yang demikian disebut qada. Walaupun demikian, Allah mahakuasa mengubah segala hal menjadi lebih baik apabila manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa dengan khusuk kepada Allah. Keputusan dan kehendak Allah yang terjadi setelah adanya usaha dan doa seseorang disebut qadar. Untuk memahami lebih tentang qada dan qadar, akan dijelaskan lebih lanjut berikut.

Pengertian Qada

Qada secara bahasa artinya menetapkan ukuran. Adapun secara istilah atau terminology, Qada adalah ketetapan Allah kepada setiap makhluk-Nya yang sifatnya Azali yang artinya ketetapan sudah ada sebelum keberadaan atau kelahiran makhluk. Ketetapan Allah tersebut meliputi segala hal yang berhubungan dengan kondisi dan apa yang akan terjadi kepada makhluk-Nya. 
Qada dan Qadar

Misalnya, Allah telah menetapkan bahwa Gajah itu bentuknya besar dan berbelalai, semut adalah binatang kecil yang sangat menyenangi gula, Allah telah menetapkan usia dan nasib yang akan dialami gajah dan semut tersebut. Begitu pula Ketika Allah menetapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk lainnya, seperti manusia, malaikat, jin dan lain-lain.
Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna Bentuknya.  Selain itu, manusia diberi potensi akal dan nafsu. Dengan bekal akal dan nafsu manusia memiliki tugas menjadi khalifah atau wakil Allah di muka bumi sebagai tugas pengabdian kepada-Nya. 
Sebelum manusia diciptakan atau dilahirkan, Allah telah menentukan bentuk misalnya cantik tidaknya seseorang, menentukan rezeki, jodoh, dan apa yang akan menimpanya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surah At-Tin ayat 4.

Pengertian Qadar 

Qadar dari segi bahasa berasal dari kata qadar yang artinya memutuskan suatu perkara. Sedangkan Qadar, secara istilah, yaitu keputusan Allah yang terjadi pada diri seseorang berdasarkan Ketetapan dan usaha serta doa yang dilakukan orang tersebut. Seseorang yang telah ditetapkan bodoh oleh Allah, dengan kehendak Allah pula dapat berubah menjadi pintar jika ia berusaha belajar dengan giat dan berdoa dengan khusyuk.
Oleh karena itu, Qadar sering disebut takdir. Seseorang dapat berubah apabila ia mau berusaha dengan giat dan memohon doa dengan khusyuk serta Allah mengabulkan usaha dan doanya. Dalam hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat ar-ra'd ayat 11.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa beriman kepada Qada dan Qadar Allah adalah meyakini bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu bagi seseorang, tetapi Allah berkuasa mengubah ketetapan-Nya apabila orang tersebut berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa dengan khusuk.
Qada dan qadar Allah sifatnya gaib, artinya manusia atau seseorang tidak dapat melihat atau mengetahui segala sesuat, seperti maut, jodoh, nasib, dan lain-lain yang akan menimpanya esok hari. Namun, akal manusia dapat memahami bahwa orang yang belajar dengan sungguh-sungguh akan menyebabkan orang tersebut menjadi pintar, memelihara kesehatan akan menjauhkan orang dari penyakit, memelihara diri dari perbuatan dosa dan selalu berbuat baik akan menyebabkan seseorang masuk surge. Begitu pula manusia akan memahami, Barang siapa yang bekerja dengan tekun dan rajin menabung akan menyebabkan seseorang menjadi.
Allah telah membebaskan manusia untuk memilih Jalan sesuai kehendak dan kemauan dirinya. Jalan yang disediakan oleh Allah ada dua, yaitu Jalan kebaikan dan keburukan. Apabila seseorang memilih jalan kebaikan, ia akan mengisi kehidupan ini dengan perbuatan yang baik. Adapun orang yang memilih Jalan keburukan akan mengisi kehidupannya di dunia dengan perbuatan dosa. Jalan kebaikan akan menyebabkan seseorang menjadi Ahli Surga. Sebaliknya, jalan keburukan akan menyebabkan seseorang menjadi ahli neraka. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Balad ayat 10.
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan seorang sahabat yang bertanya tentang untanya. Dialog Rasulullah dengan sahabat tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Bahwa seseorang bebas mau mengikat atau melepas untanya dan menyerahkan nasib unta itu kepada Allah. Akan tetapi, dengan maksud agar tidak hilang, seseorang harus mengikatnya terlebih dahulu baru menyerahkan nasib unta tersebut kepada Allah.

Hubungan Antara Qada dan Qadar

qada dan qadar memiliki hubungan yang saling melengkapi yaitu jika qada lebih menggambarkan aspek perencanaan dan penentuan atas penciptaan terhadap segala sesuatu. Misalnya, terciptanya langit dan bumi dengan semua isinya, terciptanya manusia dengan semua ketentuannya, seperti rezeki, jodoh, umur, dan nasib yang akan menimpa dirinya.
Adapun Qadar adalah batasan atau ukuran serta hukum-hukum yang harus ada pada setiap ciptaan yang direncanakan itu. Contohnya, manusia diberi akal oleh Allah untuk berpikir, apabila seorang pelajar rajin dan bersungguh-sungguh belajar serta tidak lupa diiringi dengan doa, maka ia akan menjadi pintar.
Allah telah menetapkan qada dan qadar semua makhluk akan segala yang terjadi pada dirinya. Akan tetapi, manusia tidak boleh menggantungkan diri sepenuhnya pada takdir semata-mata, melainkan harus berusaha untuk menentukan nasib sendiri. Harta atau rezeki yang banyak tidak akan diperoleh dengan hanya diam duduk berdoa dan menggantungkan diri kepada Allah, tetapi harus dibarengi dengan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan rezeki yang halal dan diridai oleh Allah.
Akan tetapi, perlu dimengerti bahwa tidak semua usaha atau ikhtiar pasti berhasil, hanya Allah yang menentukan. Kita harus berusaha karena diperintahkan oleh Allah, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah An-Najm ayat 39-42 .
Menurut keterangan Alquran, manusia dilarang menggantungkan diri kepada Allah semata-mata, melainkan harus berusaha terlebih dahulu yaitu beramal baik, belajar dengan tekun, dan berusaha disertai dengan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar