Skip to main content

Mengenal Sistem Ekonomi Islam dan Kelebihannya

Sistem Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi di mana implementasinya didasarkan pada Syariah Islam berdasarkan Alquran dan Al Hadits. Sistem ekonomi Islam mengandung karakteristik sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.
Sistem Ekonomi Islam

Dalam sistem ekonomi Islam mengatur berbagai kegiatan ekonomi seperti jual beli, simpan dan pinjam, investasi dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi Islam, semuanya harus sesuai dengan hukum Islam dengan menghindari segala sesuatu yang bersifat Maisyir, Gharar, Haram, Dzalim, Ikhtikar dan Riba. 

Sistem Ekonomi Islam

Sistem ekonomi Islam memiliki bentuk yang jelas dan lengkap, adapun sistem ekonomi islam yang dimaksud yaitu:

Sistem Ekonomi Non Riba

Islam melarang riba tetapi tidak melarang keuntungan sebagai hasil (pengembalian) untuk usaha wirausaha dan modal keuangan. Islam memiliki dua bentuk utama regulasi keuangan bisnis, yaitu mudharabah dan musyarakah. Dalam transaksi di mana bagi hasil tidak dapat diterapkan, bentuk pembiayaan lain dapat diterapkan seperti qard al-hasanah, ba'i mu'jal, ba'i salam, ijarah dan murabahah.

Sistem Ekonomi Berbasis Emas

Dalam Islam, sistem uang yang didukung adalah sistem uang yang stabil dan non-inflasi. Islam memberikan keleluasaan luas untuk bentuk uang dan sistem pembayarannya, tetapi menekankan stabilitas nilai uang sebagai syarat utama.

Sistem Ekonomi Berbasis Zakat

Zakat memiliki fungsi alokasi, distribusi, dan pada saat yang sama menstabilkan ekonomi. Khums adalah seperlima dari anfal atau ghanimah yang merupakan kekayaan publik.

Sistem Alokasi

Sistem alokasi melalui mekanisme pasar dengan pengawasan yang luas dan ketat. Islam mengakui dan menghormati mekanisme pasar sebagai instrumen utama dalam alokasi dan distribusi sumber daya, yang terjadi atas dasar kemauan . Tetapi kekuatan pasar ini harus melalui saringan moral terlebih dahulu sehingga permintaan (demand) dan penawaran (supply) dari pasar yang dibentuk akan konsisten dengan pencapaian tujuan normatif.
Selain itu, pembentukan harga dan transaksi di pasar berada di bawah pengawasan ketat untuk menghasilkan pasar bebas distorsi. Dalam Islam, fungsi ini dilakukan oleh lembaga Hisbah. Sistem kepemilikan pribadi, wakaf dan kepemilikan untuk barang-barang yang mengendalikan kehidupan banyak orang.
Secara umum, Islam memungkinkan menerima dan menghormati kepemilikan oleh individu, tetapi tidak secara absolut. Untuk barang dan jasa yang mengendalikan kehidupan banyak orang (dharuri), Islam menetapkan kepemilikan bersama. Dan dalam Islam, individu dapat memberikan kekayaannya untuk kepentingan sosial dan dikelola melalui upaya kolektif sukarela tanpa keterlibatan atau intervensi pemerintah (wakaf).

Sistem Moral dan Material

Dorongan ekonomi dalam Islam harus berada dalam kerangka kepentingan sosial. Islam mendorong individu untuk mengejar kepentingan pribadi mereka dalam kerangka kepentingan sosial di mana ada konflik antara kepentingan pribadi dan kepentingan sosial, dengan memberikan perspektif jangka panjang bagi orang tersebut, menarik minat pribadi di luar jangka waktu dunia ke dunia. selanjutnya.

Sistem Maqashid Syariah

Tujuan utama syariah Islam adalah untuk menyadari manfaat manusia, yang terletak pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan kekayaan. Apa pun yang menjamin perlindungan kelima kasus ini berarti melindungi kepentingan umum.

Kelebihan Sistem Ekonomi Islam

Beberapa pihak masih sering memandang ekonomi Islam dengan skeptis. Ekonomi Islam tampaknya tidak meringankan berbagai masalah ekonomi kontemporer, tetapi dipandang lebih termotivasi oleh isu-isu politik dan budaya dalam konteks penolakan infiltrasi pemikiran Barat dalam masyarakat Islam. Karena lebih bernuansa politis-kultural, ekonomi Islam dianggap tidak memenuhi koherensi, ketepatan, dan realisme aturan ilmiah. Adapun kelebihan Sistem ekonomi Islam sebagai jawaban dari beberapa pandangan tersebut yaitu:

1. Menjunjung Kebebasan Individu

Manusia memiliki kebebasan untuk membuat keputusan terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dengan kebebasan ini manusia dapat secara bebas mengoptimalkan potensi mereka. Kebebasan manusia dalam Islam didasarkan pada nilai-nilai monoteisme, nilai yang bebas dari segalanya kecuali Allah. Nilai monoteistik ini akan membuat orang berani dan percaya diri.

2. Mengakui hak individu 

Islam mengakui hak individu untuk memiliki properti. Hak kepemilikan properti hanya diperoleh dengan cara yang sesuai dengan ketentuan Islam. Islam mengatur kepemilikan properti berdasarkan manfaatnya sehingga keberadaan aset akan mengarah pada rasa saling menghormati dan saling menghormati. Ini terjadi karena bagi seorang Muslim, sejumlah kecil kekayaan Allah.

3. Mengatasi Ketimpangan ekonomi

Islam mengakui ketidaksetaraan ekonomi antara individu. Salah satu kendala yang membuat banyak ketidakadilan bukan disebabkan oleh Tuhan, tetapi ketidakadilan yang terjadi karena sistem buatan manusia sendiri. Misalnya, orang lebih menghormati orang yang memiliki posisi tinggi dan memiliki lebih banyak kekayaan, sehingga orang dikondisikan bahwa orang yang memiliki posisi dan aset memiliki posisi lebih tinggi daripada orang lain.

4. jaminan sosial

Setiap individu memiliki hak untuk hidup di suatu negara: dan setiap warga negara dijamin untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka. Merupakan tugas dan tanggung jawab utama bagi suatu negara untuk menjamin setiap negara, dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan prinsip "hak untuk hidup". Dalam sistem ekonomi Islam, negara memiliki tanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum.

5. Distribusi kekayaan

Islam mencegah akumulasi kekayaan dalam sekelompok kecil orang dan mempromosikan distribusi kekayaan ke semua lapisan masyarakat. Sumber daya alam adalah hak asasi manusia untuk digunakan oleh manusia untuk keuntungan mereka, upaya ini tidak menjadi masalah jika tidak ada upaya untuk mengoptimalkan melalui ketentuan syariah.

6. Larangan mengumpulkan kekayaan

Sistem ekonomi Islam melarang individu dari mengumpulkan kekayaan yang berlebihan. Seorang Muslim berkewajiban untuk mencegah dirinya dan masyarakat agar tidak berlebihan dalam memiliki properti. Seorang Muslim dilarang mengambil terlalu banyak kekayaannya yang menyebabkan dia menggunakan cara yang tidak pantas untuk mendapatkannya.

7. Kesejahteraan individu dan masyarakat

Islam mengakui kehidupan individu dan masyarakat sebagai saling terkait satu sama lain. Masyarakat akan menjadi aktor dominan dalam membentuk sikap individu sehingga karakter individu banyak dipengaruhi oleh karakter komunitas. Dan sebaliknya, tidak akan terbentuk karakter masyarakat yang khas tanpa keterlibatan individu.

Demikian penjelasan tentang sistem ekonomi islam dan beberapa kelebihan yang dimiliki. Penerapan sistem ekonomi islam atau biasa juga dikenal sebagai sistem ekonomi syariah merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan di indonesia.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar