Skip to main content

Hambatan Sekolah Islam Terpadu Saat Ini

Sekolah Islam Terpadu merupakan sekolah swasta yang lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai jawaban atas kebutuhan masyrakat akan keberadaan lembaga pendidikan yang benar-benar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Dengan fasilitas belajar yang memadai dan didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas, SIT menjadi buruan bagi orang tua ketika Penerimaan Siswa Baru tiba. Seleksi super ketat dengan biaya yang mahal ternyata tidak menyurutkan minat orangtua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah islam terpadu
Hambatan Sekolah Islam Terpadu

Sebaliknya, jumlah pendaftar telah meningkat dari waktu ke waktu dan mengharuskan beberapa sekolah berbasis terpadu untuk meningkatkan kapasitas ruang belajarnya. Dalam kondisi tersebut, tidak mengherankan jika kehadiran SIT dianggap sebagai ancaman bagi keberadaan sekolah lain di sekitarnya.

Hambatan Sekolah Islam Terpadu

Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di Sekolah Islam Terpadu bukan tanpa alasan. Konsep pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut relatif berbeda jika dibandingkan dengan sekolah lain. Integrasi antara kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap spiritual serta sosial menjadi landasan utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran, jauh sebelum pemerintah menerapkan Kurikulum 2013  atau biasa disebut Kurtilas yang diklaim menekankan pada pembentukan karakter siswa. Berbagai program unggulan disusun untuk mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan yaitu lahirnya generasi unggul yang memiliki daya saing tinggi dan karakter yang luhur. Dengan beberapa keunggulan Sekolah Islam Terpadu tersebut menjadikannya tumpuan harapan terkait merosotnya nilai-nilai pendidikan saat ini terutama pada aspek spiritual dan sosial.
Akan tetapi dalam perjalanannya, sekolah islam terpadu juga menghadapi berbagai masalah seiring dengan semakin meningkatnya minat masyakat terhadap SIT. Secara umum terdapat dua masalah yang menjadi hambatan hampir sebagian besar sekolah islam terpadu. Hambatan tersebut yaitu: 

1. Tingginya Biaya Pendidikan

Jumlah anggaran yang harus disiapkan untuk dapat menyekolahkan anak-anak di sekolah islam terpadu merupakan masalah tersendiri bagi sebagian orang yang menginginkan layanan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka. Anggaran diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah akan fasilitas pembelajaran yang memadai dan program unggulan yang memang merupakan ciri khas SIT. Selain itu, SIT adalah sekolah di bawah naungan staf pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil sehingga biaya untuk membayar guru sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat.

2. Keterbatasan Guru Qur'an

Mata pelajaran Tahfizh dan Tahsin Qur'an adalah mata pelajaran wajib yang diajarkan di seluruh SIT. Dengan jumlah jam terbanyak untuk setiap minggu, Al-Qur’an telah menjadi andalan SIT dalam upaya untuk melahirkan generasi berkarakter, cerdas, dan kompetitif. Sayangnya, perkembangan pesat SIT di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir tidak diimbangi dengan pertumbuhan institusi pendidikan yang berorientasi untuk mencetak guru-guru Qur'an. Akibatnya, kekurangan guru Qur'an sering dialami oleh sebagian besar SIT.

Mengatasi Hambatan Sekolah Islam Terpadu

Menanggapi masalah ini, ada dua langkah strategis yang harus diambil oleh yayasan yang selama ini mengawasi SIT. 

1. Mendirikan Unit Usaha

Mendirikan unit usaha tertentu dan memfasilitasi guru untuk mendirikan dan mengembangkan koperasi sekolah. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah dan membayar guru. Jumlah siswa yang dimiliki oleh SIT merupakan peluang bagi koperasi sekolah jika dikelola dengan baik. Selain itu, membangun kemitraan dengan lembaga lain yang tidak mengikat juga perlu dilakukan oleh manajemen yayasan.

2. Mendirikan Lembaga Tahfiz 

Kekurangan guru Qur'an seperti yang dialami oleh sebagian besar sekolah islam terpadu dapat diatasi dengan mendirikan sekolah Alquran. Yayasan ini dapat memberikan beasiswa kepada siapa saja yang tertarik mempelajari Alquran lebih dalam dan kemudian dipekerjakan sebagai guru di SIT. Kebijakan semacam itu tentu akan dapat menjawab kebutuhan SIT akan guru-guru Alquran dibandingkan dengan memperebutkan lulusan dari lembaga Tahfiz lainnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar