Skip to main content

Cara Sukses Ternak Ayam Joper Serta Keunggulannya

Kumpulanmakalah.com-Ayam Joper merupakan hasil persilangan antara bangkok jantan dan betina petelur. Di berbagai daerah, Joper memiliki nama yang berbeda, seperti ayam super Jawa, ayam koper, ayam super asli, kapur barus dan berbagai nama lainnya.
Alasan orang beternak ayam joper atau ayam super jowo adalah karena masa panen cepat. Selain itu, ayam yang dikategorikan sebagai ayam asli mudah dipelihara.

Peluang bisnis ternak ayam joper sekarang bersinar cerah. Peluang dari bisnis budidaya ayam Joper masih terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis. Citarasa lezat serta dagingnya membuat ayam ini sangat dibutuhkan oleh berbagai usaha kuliner untuk konsumsi rumah tangga. Inilah yang membuat bisnis peternakan ayam Joper lebih menjanjikan. Jika Anda menjalankan bisnis budidaya joper ini, keuntungannya akan lebih cepat dan mudah. Seperti halnya bisnis ternak ayam lainnya, budidaya joper memang membutuhkan perawatan intensif sehingga hasilnya lebih optimal. Untuk pekerja ini membutuhkan suhu kandang hangat di minggu pertama. Selain itu, kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan bisnis meningkatkan poper juga penting.

Cara Sukses Ternak Ayam Joper

Berikut adalah cara sukses memelihara ayam Joper yang dapat menjadi referensi bagi para pemula untuk memulai bisnis ternak ayam Joper:

1. Kandang dan Peralatan

a. Pemanas
Untuk ayam DOC dengan total 100-300 ekor, cukup menggunakan bohlam 60-100 watt, per 100 ekor, 1 bohlam
Untuk ayam DOC lebih dari itu lebih baik menggunakan pemanas LPG, selain lebih baik, biayanya juga lebih murah daripada menggunakan bola lampu
b. Tempat makan
Untuk pakan, lebih baik menggunakan ukuran kecil, tetapi dalam jumlah besar, agar ayam bisa mendapatkan pakan secara merata dan tidak berkelahi.
c. Tempat minum
Sama seperti tempat pemberian pakan, lebih baik menggunakan ukuran kecil tetapi dalam jumlah besar daripada jumlah besar tapi terbatas
Untuk ayam yang masih kecil, tempat minum diberikan kerikil / batu kecil sehingga ayam hanya bisa minum, tanpa harus masuk ke tempat minum (jika ayam sering masuk tempat minum, takut tertular virus atau mungkin dingin, menyebabkan kematian)
d. Ukuran kandang
Untuk periode penanam, 1 meter persegi cukup untuk 100 ekor ayam, semakin lama semakin besar ukuran ayamnya, pindah ke kandang yang lebih besar. Untuk ukuran rata-rata, ayam berusia 2 bulan per kandang 1 m2, cukup untuk menampung 9-10 ayam.
e. Lantai kandang
Untuk periode pembiakan, gunakan kulitnya dan campur dengan pasir untuk menyerap kotoran dan untuk menghindari bau. Bisa juga diberikan koran di bawah diri Anda Untuk periode pembesaran dan finisher, pindah ke kandang yang lebih luas dan yang memiliki lantai kandang ditambah pasir yang lebih tebal.

2. Pemilihan Benih yang Tepat

Keberhasilan membesarkan Joper, sangat ditentukan oleh keturunan ayam yang baik. Jika dalam persentase, benih berkontribusi 40% terhadap keberhasilan peternak, karena betapapun terampilnya para peternak, jika mereka mendapatkan benih yang tidak cukup baik, bisa dipastikan akan ada kegagalan.

3. Pemilihan Pakan Ayam

Secara umum, ayam joper menggunakan pakan ayam broiler yang tepat. Karena ada beberapa fase dalam pertumbuhan ayam: fase starter, fase pendispersi, fase finisher
Setiap saat membutuhkan nutrisi / kebutuhan vitaminnya sendiri sehingga kebutuhan makanannya berbeda. Sebagai permulaan, Anda dapat menggunakan umpan pemula seperti 511 Untuk pembesararan bisa menggunakan pakan pembesaran. Untuk kebutuhan pakan mulai dari 1-60 hari, per 100 ekor ayam perlu mendapat 2 kuintal / 4 karung pakan

4. Persiapan DOC 

Setelah kandang dan pakan siap, saatnya untuk mengisi kandang dengan DOC. Paling penting untuk diperhatikan saat pertama kali mempersiapkan DOC adalah mengecek kesiapan tempat pemanas, tempat makan dan minum.
 Untuk pertama kali siapkan air gula merah, air gula ini akan diberikan kepada ayam pertama kali setelah ayam menempuh perjalanan jauh. Tujuan menyediakan air adalah untuk memulihkan tenaga ayam. Pemberian air gula hanya sekali, setelah 1/2 - 1 jam setelah itu, diberi makan dan minum.

5. Periode Pengembangan

Masa pengembangbiakan adalah fase ayam berusia 1-10 setiap hari. Pada fase ini ayam harus  dimanja karena sangat mempengaruhi fase selanjutnya. Jika penanganan ayam pada saat ini salah, mudah mati atau jika tidak demikian pertumbuhan ayam pada fase selanjutnya sangat lambat.
Pada saat ini yang paling mendesak adalah pemanas. Pemanas yang dipasang untuk ayam harus cukup. Jika ada 100-300 kotak ayam, cukup gunakan bohlam pemanas. Jika lebih dari itu ayam direkomendasikan menggunakan pemanas tipe kompor. Selama 1-10 setiap hari, pemanas harus dihidupkan.

6. Periode Pembesaran

Selama masa ini, ayam sudah mulai dilepaskan di kandang kandang / liter kandang. Ayam harus dirawat dengan baik, seperti memberi makan dan yang lainnya harus teratur. Kebersihan kandang, tempat minum, tempat makan juga harus dijaga dengan baik karena sangat rentan menyebarkan penyakit dari kandang kotor.
Akan lebih baik jika Anda memiliki probiotik khusus untuk kandang, kami memiliki rekomendasi untuk menggunakan produk dari Mr Betha Sutrisno dari bumi ternak Klaten yang merupakan campuran khusus untuk memihak kandang, yang dapat digunakan beberapa kali hari dengan menyemprotkan di bagian bawah kandang.

7. Masa Panen

Ayam Joper dapat dipanen pada usia 60-75 hari, tergantung perawatan dan ingin dipanen berapa beratnya. Saatnya mencari keranjang ayam jika usia dan berat ayam dirasa cukup.
Perlu diperhatikan jika terlambat panen selama beberapa hari dapat memengaruhi perhitungan, karena Anda harus membuang pakan setiap hari.
Itulah pembahasan tentang Cara sukses ternak ayam joper sebagai reperensi bagi yang tertarik untuk mencobanya. Pahami setiap langkah dengan benar sehingga hasil yang diharapkan dapat dicapai secara masksimal.

Keunggulan Ternak Ayam Joper

Banyak keunggulan dapat diperoleh dari usaha ternak ayam joper seperti pertumbuhannya relative lebih cepat daripada jenis ayam pada umumnya. Selain itu, harga jual ayam Joper di pasaran cenderung tinggi dan stabil sehingga bisa memberikan manfaat lebih banyak bagi para peternak.
Keunggulan Joper didapat karena sifat asli dari induknya yaitu ayam broiler dan ayam asli atau ayam lokal. Ayam pedaging memiliki pertumbuhan yang cepat dan daging yang lebih gemuk. Ayam broiler banyak dijual di pasar untuk konsumsi sehari-hari atau bisnis restoran.
Sedangkan ayam asli terkenal dengan rasanya yang enak dan memiliki sistem kekebalan yang tinggi dari berbagai penyakit unggas. Jadi jangan heran jika keunggulan ini kemudian disatukan dalam spesies baru, yaitu ayam Joper yang pantas dihargai dengan harga tinggi.
Tidak sedikit orang yang kemudian tertarik untuk terlibat dalam bisnis ternak ayam Joper. Mengangkat ternak ayam Joper sebenarnya tidak sulit bahkan sebagai pemula pun dapat melakukannya. Hanya saja dibutuhkan kerja keras dan ketekunan dalam mempertahankannya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar