Skip to main content

Pentingnya Sarapan Pagi Bagi Anak Sekolah

Sarapan pagi bagi anak sekolah sangat penting. Anak sekolah yang sarapan pagi membuat tubuh menghasilkan energi dari karbohidrat, membaginya menjadi glukosa. Setelah menghabiskan malam tanpa makanan, tubuh kehabisan cadangan glukosa. Tubuh kemudian mulai menggunakan cadangan energi otot seperti glikogen dan asam lemak. Itu sebabnya kita perlu sarapan sebelum pergi ke sekolah setiap hari.

Pentingnya Sarapan Bagi Anak Sekolah

Sarapan pagi menyediakan energi yang dibutuhkan anak sekolah untuk hari yang melelahkan. Sarapan juga dapat membantu tubuh lebih efisien sepanjang hari sehingga anak sekolah merasa kurang lapar. Penelitian menunjukkan bahwa sarapan yang sehat dapat membantu anak-anak belajar lebih baik di sekolah. Ini berarti mereka juga dapat lebih fokus pada mengingat dan menyelesaikan masalah bahkan saat bermain.
Sarapan Pagi Anak Sekolah

Anak-anak yang sarapan selalu cenderung:
1. Anak yang datang ke sekolah dengan sarapan pagi akan memiliki nutrisi yang cukup dibandingkan dengan anak sekolah yang tidak sarapan pagi. 
2. Secara emosional anak sekolah yang sarapan pagi lebih sehat daripada anak sekolah yang tidak sarapan.
3. Anak sekolah yang jarang sarapan pagi akan sulit mengatur berat badannya. 

Menu Sarapan Sehat Untuk Anak Sekolah

Sarapan yang sehat membutuhkan porsi karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang untuk mempertahankan tingkat energi sepanjang hari.
Untuk bayi dan balita, sarapan dapat menggunakan sereal beras atau bubur susu dan buah. Sementara untuk anak usia sekolah mereka memiliki berbagai macam menu sarapan. Misalnya bubur ayam, oatmeal, sereal gandum rendah gula, telur rebus, omelet, roti bakar, bahkan buah dan yogurt.
Tunjukkan pada anak yang ingin pergi sekolah bahwa sarapan yang lezat dan bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari adalah cara yang baik untuk membuat mereka memulai sarapan. Anda juga bisa menjelaskan manfaat sarapan untuk mereka.
Anak kecil merespons lebih baik jika makanan disajikan lebih dramatis daripada biasanya. Anak kecil dapat menyukai roti atau buah, dan anak yang lebih besar dapat memilih makanan "tidak sarapan", seperti pasta.

Menu Sarapan yang Perlu Dihindari

Anak-anak yang tumbuh dewasa membutuhkan sarapan bergizi. Dengan menyantap menu bergizi di pagi hari anak akan memiliki energi untuk aktivitas fisik dan psikologis. Prestasi pendidikan anak sekolah akan lebih cerah daripada anak sekolah yang tidak sarapan. 
Jika Anda tidak punya waktu untuk menyiapkan menu sarapan bergizi untuk anak-anak, jangan hanya menyajikan makanan yang mengandung makanan bergizi. Berikut adalah makanan yang sering digunakan sebagai menu sarapan, tetapi berbahaya jika dikonsumsi terus menerus. 

1. Roti dan selai

Tentu, anak-anak lebih suka sepotong roti putih yang disebarkan berjam-jam seperti stroberi atau cokelat karena rasanya yang manis. Tidak jarang menggunakan menu sarapan anak-anak sebagai camilan saat gratis. Tetapi Anda juga harus memperhatikan label nutrisi, Bu, karena jam tangan umumnya tinggi gula dan memaksa tubuh bayi untuk meningkatkan insulin. Juga, gula yang tinggi dalam jam-jam merupakan risiko yang menyebabkan obesitas pada anak-anak jika dikonsumsi terus menerus dan berlebihan.

2. Nasi goreng

Nasi goreng dibentuk dengan menggoreng dan menambahkan minyak, rempah-rempah dan kecap yang terkadang sangat manis dan tidak baik untuk kesehatan. Rempah-rempah bumbu mengandung monosodium glutamate, yang efek sampingnya memperlambat fungsi otak dan minyak kecap manis menyebabkan lemak berlebih berisiko obesitas. Kandungan karbohidrat yang tinggi tanpa kandungan nutrisi lainnya menyebabkan peningkatan indeks glikemik dalam tubuh dan peningkatan jumlah insulin yang besar. Akibatnya, anak akan tertidur di sekolah dan tidak bisa mengambil pelajaran dengan baik.

3. Mie Instan

Memasak itu mudah tanpa menghabiskan waktu lama untuk menyiapkan menu yang sering disajikan saat sarapan. Menurut penelitian oleh Institute for Consumer Research and Education, mie instan mengandung natrium monosodium glutamat (MSG) tinggi tidak baik untuk fungsi otak, untuk propilen glikol yang tidak menguntungkan jantung dan hati. Pritee Shah, manajer umum CERS, menambahkan bahwa banyak mie instan saat ini juga menargetkan anak-anak secara khusus dengan mengklaim bahwa mereka sehat, meskipun salah, seperti dikutip dari situs web Dailymail.

4. Makanan beku

Berbagai jenis makanan beku seperti kentang goreng, nugget, dan garasi sering dicampur menjadi sosis di pagi hari sebagai menu sarapan anak-anak. Meskipun makanan ini tidak diragukan lagi pengawet, belum lagi proses memasak dengan menggoreng sampai matang. Menurut Aditya Pritalina, seorang dokter umum dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, makan makanan yang digoreng dapat menyebabkan sakit tenggorokan baik secara langsung atau lambat karena mengiritasi lapisan selaput lendir dari solusi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar