Skip to main content

Komponen Pembelajaran

A. Definisi Komponen Pembelajaran

Komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang terhubung satu sama lain dan itu adalah hal yang paling penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Karena itu, penting untuk mengetahui komponen apa yang memainkan peran penting di dalamnya.
Proses pembelajaran yang berkelanjutan tidak terlepas dari komponen yang ada di dalamnya. Setiap komponen saling terkait dan berpengaruh dalam setiap kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup tujuan, bahan pembelajaran, guru, siswa, metode, media atau alat pendidikan, lingkungan belajar dan situasi evaluasi.
Pembelajaran

B. Komponen Pembelajaran

Setiap proses interaksi belajar-mengajar selalu ditandai oleh sejumlah elemen, dan elemen-elemen dalam pembelajaran biasanya disebut sebagai komponen pembelajaran.
Nana Sudjana menyatakan bahwa pembelajaran memiliki faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain faktor manusia (fasilitator dan warga belajar), faktor objektif pembelajaran, faktor bahan ajar, faktor waktu belajar, fasilitas dan alat bantu belajar.
Menurut Oemar Hamalik komponen utama dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: tujuan pembelajaran, siswa (siswa), staf pengajar (guru), kurikulum, dan materi pembelajaran, metode pembelajaran, alat pembelajaran (alat, media), dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan beberapa pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran yang sedang berlangsung tidak dapat dipisahkan dari komponen yang terkandung di dalamnya. Komponen pembelajaran meliputi:

1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan yang jelas akan memberikan panduan yang jelas tentang pemilihan materi atau materi pengajaran, taktik, media dan penilaian. Sehubungan dengan tujuan pembelajaran ada ketidaksepakatan tentang tujuan pembelajaran, ada beberapa ahli yang menyatakan tujuan pembelajaran adalah suatu proses dan beberapa negara tujuan harus menggambarkan hasil belajar bukan proses. Terlepas dari kontradiksi pendapat bahwa tujuan sebagai proses atau tidak nol, tujuan tidak-belajar dapat memisahkan diri berdasarkan pedoman dan kebutuhan masyarakat, dan didasarkan pada filosofi dan ideologi suatu negara.

2. Guru

Hermawan, et al (2008: 9.4) Guru menduduki posisi kunci dan strategis dalam membentuk suasana belajar yang aman dan menyenangkan untuk mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan mereka secara optimal. Guru harus dapat memposisikan diri sebagai penyebar, informator, pemancar, transformer, pengorganisir, fasilitator, motivator, dan evaluator untuk penciptaan proses pembelajaran bagi siswa yang bergerak maju dan inovatif.

3. Siswa

Siswa adalah semua individu yang menjadi khalayak dalam ruang lingkup pembelajaran. Biasanya penyebutan siswa ini mengikuti ruang lingkup atau ruang belajar, termasuk: siswa untuk pendidikan dasar dan menengah, siswa untuk pendidikan tinggi dan peserta pelatihan untuk pelatihan. Peserta didik adalah input mentah dalam proses pembelajaran yang harus diperlakukan sehingga output dan hasil disinkronkan dengan yang diproklamirkan oleh lembaga (khususnya) dan dunia pendidikan Indonesia pada umumnya.

4. Kegiatan Belajar

Winataputra (2007: 1.2) Kegiatan Belajar pada dasarnya mengacu pada Pendekatan Mengajar, Metode, Bahan, Media.
a. Pendekatan Pengajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik awal atau perspektif kami pada proses pembelajaran, yang mengacu pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang masih sangat umum, di mana ia mewujudkan, menginspirasi, memperkuat, dan mendasari metode pembelajaran. belajar menggunakan ruang lingkup teori eksklusif.
b. metode
Metode pembelajaran adalah cara penyajian atau menjelaskan materi, memberikan model dan memberikan pelatihan, isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tertentu tujuan
c. Materi pembelajaran
Winataputra (2007: 1.2) Materi pembelajaran adalah segala sesuatu yang dibahas dalam pembelajaran dalam rangka menciptakan proses pembelajaran, termasuk membahas materi dan melakukan pengalaman belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Materi sebagai asal belajar dapat dikelompokkan ke dalam beberapa hal termasuk cetak atau tulisan asli pembelajaran, tekanan, siaran jaringan, dan lingkungan (alam, budaya, sosial, spiritual).
Hermawan (2008: 1.Two) Materi adalah komponen terpenting kedua dalam pembelajaran yang menentukan pencapaian tujuan dalam pembelajaran. Materi pembelajaran dapat mencakup pemberitaan, observasi, data, persepsi, sensing, penyelesaian kasus, yang menurut pikiran orang dan pengalaman disusun dan diorganisasikan dalam bentuk informasi, ide (ide), konsep (konsep), generalisasi ( generalisasi), prinsip (prinsip) dan penyelesaian kasus (solusi).
d. Media Pembelajaran
Winataputra (2007: 11.19) Secara literal media dianggap medium atau perantara. Sehubungan dengan proses komunikasi media diartikan sebagai wahana penyaluran pesan pembelajaran

5. Kurikulum

Secara etimologis, kurikulum (kurikulum) berasal dari bahasa Yunani, curir yang berarti "pelari" dan curere yang berarti "tempat berlomba". yaitu jarak yang harus ditempuh pelari dari garis start ke garis finish. Dalam terminologi, istilah kurikulum menyiratkan sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus diambil atau diselesaikan oleh siswa untuk mencapai tingkat atau diploma. Pemahaman yang luas tentang kurikulum tidak hanya dalam bentuk mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan belajar siswa, tetapi juga segala sesuatu yang mempengaruhi pembentukan siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan yang aman, suasana kekeluargaan dalam proses belajar mengajar, media yang memadai dan sumber belajar. Kurikulum di sini adalah salah satu komponen pembelajaran.
Kurikulum sebagai desain pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam semua aspek kegiatan pendidikan. Mempertimbangkan peran penting dari kurikulum dalam pendidikan dan dalam pengembangan kehidupan manusia, persiapan kurikulum tidak dapat dilakukan tanpa menggunakan fondasi yang kuat dan kuat. Dengan implementasi kebijakan pemerintah (Kementerian Pendidikan Nasional), yaitu pengembangan kurikulum operasional yang dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan, semua tingkatan di setiap satuan pendidikan harus memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang landasan untuk pengembangan kurikulum, dan secara operasional itu harus digunakan sebagai referensi dalam menerapkan kurikulum di setiap unit pendidikan yang dikelola olehnya.

6. Evaluasi

Komponen evaluasi dimaksudkan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah dipengaruhi. Hasil yang didasarkan pada kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai umpan balik untuk melakukan perbaikan pada kegiatan pembelajaran yang terkait dengan materi yang digunakan, pemilihan media, pendekatan pengajaran, dan metode pembelajaran.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar