Skip to main content

Ketentuan Jual Beli Dalam Islam

A. Definisi Jual Beli

Definisi jual beli adalah transaksi antara satu orang dan orang lain dalam bentuk menukar barang dengan barang lain berdasarkan prosedur atau kontrak tertentu. Pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, gagasan jual beli adalah pertukaran barang dengan uang. Meskipun menukar barang dengan barang tidak biasa disebut dengan jual beli, tetapi disebut barter.
Jual Beli Dalam Islam

Jual beli terjadi karena perbedaan kebutuhan hidup antara satu orang dengan orang lain. Misalnya, satu pihak memiliki barang, tetapi membutuhkan uang. Sementara itu, pihak lain punya uang, tetapi mereka butuh barang. Kedua pihak dalam contoh di atas, dapat mengadakan kerja sama antara keduanya dalam bentuk jual beli atas dasar sukarela yang setara. Dengan kerja sama jual beli, kebutuhan masing-masing pihak dapat dipenuhi.

B. Ketentuan Jual Beli Dalam Islam

Jual beli dalam Islam berorientasi pada saling menguntungkan. Karena alasan ini, riba dalam Islam dilarang (haram), karena dalam riba ada orang yang diuntungkan, sementara yang lain menderita. Membeli dan menjual dengan riba di permukaan memiliki esensi yang sama, yaitu mencari keuntungan, tetapi secara substansial keduanya sangat berbeda. Membeli dan menjual demi untung tanpa pihak yang merasa dirugikan. Sementara riba hanya berorientasi pada keuntungan, ada orang yang merasa dirugikan dipertimbangkan. Bahkan tidak ada konsep riba sama sekali. Dalam Al Qur'an, jual beli riba disebutkan dalam satu ayat, dengan menyebutkan Allah membenarkan pembelian dan penjualan, dan melarang riba. Ini adalah sinyal antara membeli dan menjual dan riba
perbedaannya tipis. Jika seorang Muslim tidak tahu konsep jual-beli dalam Islam, akan mudah terjebak dalam riba. Karena alasan ini, para pemikir Islam (ulama fiqh) mencoba menangkap pesan teks keagamaan yang secara spesifik terkait dengan konsep jual beli dalam Islam.

1. Rukun Jual Beli

Ketentuan yang harus dipenuhi dalam jual beli menurut hukum Islam disebut rukun jual beli.
Ketentuan jual beli adalah:
1. Orang yang melakukan perjanjian jual beli (penjual dan pembeli)
Ketentuan yang harus dimiliki oleh penjual dan pembeli adalah:
a. Memahami
b. Baligh
c. Berhak menggunakan harta itu
2. Sigat atau Kesepakatan
Ijab dan Kabul. Ulama fiqh sepakat, bahwa elemen utama dalam jual beli adalah kesediaan antara penjual dan pembeli. Karena kesediaan ada di hati, itu harus diwujudkan melalui persetujuan (menurut penjual) dan Kabul (menurut pembeli).
Ketentuan untuk persetujuan yang diberikan adalah:
a. Orang-orang yang mengatakan persetujuan yang diberikan adalah baliqh.
b. Kabul harus sesuai untuk menggunakan persetujuan.
c. Ijab dan Kabul dilakukan di sebuah majlis.
3. Barang Dijual Beli
Barang yang diperdagangkan harus memenuhi ketentuan yang ditentukan, yaitu:
a. Barang yang diperdagangkan adalah halal.
b. Barang memiliki manfaat.
c. Barang ada di tempat, atau tidak ada tetapi ada di tempat lain.
d. Barang adalah milik penjual atau di bawah kekuasaannya.
e. Barang harus diketahui oleh penjual dan pembeli dengan jelas, baik substansi, bentuk dan level, serta propertinya.
4. Pertukaran barang yang dijual
Ketentuan nilai tukar barang yang dijual adalah:
a. Harus disepakati antara pembeli dan penjual dari nilai harga
b. Ketika transaksi jual beli diajukan, nilai barang
c. Jika jual beli dilakukan dalam bentuk barter atau Al-muqayadah (nilai tukar barang yang dijual bukan dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk uang).

2. Larangan Jual Beli

Pembelian dan penjualan dapat dilihat berdasarkan beberapa sudut pandang, termasuk ditinjau dari segi legal atau ilegal dan dilarang atau tidak dilarang.
1. Jual beli yang legal dan tidak dilarang, yaitu jual beli yang terpenuhi secara harmonis dan kondisinya.
2. Jual beli yang dilarang dan tidak valid 
Jual beli terlarang adalah jual beli yang salah satu syarat dan ketentuannya tidak dipenuhi.
3. Membeli dan menjual yang sah tetapi dilarang 
Membeli dan menjual adalah sah secara hukum, tidak membatalkan perjanjian jual beli, tetapi mungkin tidak dengan Islam karena alasan lain.
4. Dilarang oleh Pakar
a. Membeli dan menjual apa yang dilakukan orang gila
b. Pembelian dan penjualan dilakukan oleh anak kecil. Dilarang karena anak di bawah umur belum relatif dewasa untuk mengetahui tentang membeli dan menjual
c. Membeli dan menjual yang dilakukan orang buta. Jual beli dilarang karena dia tidak bisa membedakan antara barang jelek dan barang bagus
d. Beli dan jual terpaksa
5. Membeli dan menjual fudhul
Apakah membeli dan menjual milik orang lain tanpa seizin pemilik.
6. Beli dan jual diblokir
Yang terhambat di sini adalah karena kebangkrutan, kebodohan, atau bahkan penyakit.
7. Beli dan jual malja'
adalah jual beli orang yang dalam bahaya, yaitu untuk menghindari kesalahan.
8. Terlarang Menyebabkan Shigat
Jual beli yang ada di antara persetujuan dan persetujuannya tidak ada kesesuaian maka ditinjau valid. Beberapa jual beli yang dilarang karena shiqat sebagai berikut:
a. Membeli dan menjual Muathathah
b. Membeli dan menjual melalui pos atau melalui kurir karena Kabul melebihi tempat itu, kontrak itu dianggap sah, seperti surat yang tidak sampai ke tangan orang yang dituju.
c. Jual beli dengan ketentuan atau tulisan. Jika tanda dan tulisannya tidak dipahami dan tulisannya tidak bagus (tidak bisa dibaca), maka kontrak itu sah.
d. Membeli dan menjual barang yang tidak tercantum dalam kontrak. Itu dilarang karena tidak memenuhi ketentuan dalam 'iqad (terjadinya kontrak). Penjualan dan pembelian ketidaksesuaian antara persetujuan dan Kabul.
e. Jual beli munjiz dikaitkan dengan menggunakan kondisi atau ditangguhkan di masa depan.
f. Barang terlarang dijual
g. Jual beli benda yang tidak ada atau khawatir tidak ada.
h. Jual beli yang tidak bisa diserahkan. Misalnya membeli dan menjual burung yang ada di udara, dan ikan yang ada di air tidak berdasarkan ketentuan syara '.
I. Penjualan dan pembelian gharar adalah penjualan dan pembelian barang yang mengandung unsur penipuan (gharar).
j. Membeli dan menjual barang-barang najis.
k. Jual beli air
l. Membeli dan menjual barang yang tidak jelas (majhul).
m. Jual beli yang tidak ada di tempat kontrak (supernatural) tidak dapat diamati. Beli dan jual sesuatu sebelum memegangnya. Membeli dan menjual buah-buahan atau tanaman jika masih belum ada buah, disepakati tidak ada kontrak. Setelah ada sebutir, tapi belum matang, kontrak fasid.
9. Dilarang Karena Syara
Jenis-jenis jual beli yang dipermasalahkan karena adanya syara meliputi:
a. Beli dan jual riba
b. Membeli dan menjual menggunakan uang dari barang terlarang. Misalnya jual beli khamar, anjing, bangkai.
c. Membeli dan menjual barang berdasarkan hasil intersepsi barang, yaitu mencegat pedagang dalam perjalanan ke tujuan karena orang yang mencegat barang menerima keuntungan.
d. Membeli dan menjual selama panggilan untuk sholat Jumat. Dilarang bagi pria yang melakukan transaksi untuk membeli dan menjual, mereka dapat mengganggu kewajiban mereka untuk menjadi Muslim dalam melakukan shalat Jumat.
e. Membeli dan menjual anggur untuk khamar.
f. Membeli dan menjual barang yang sedang dibeli oleh orang lain. Jual beli ternak yang masih dikandung oleh ibu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar