Skip to main content

Definisi Pendidikan Pancasila Dan Landasannya


Pendidikan Pancasila adalah salah satu cara menanamkan moral dan wawasan individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, pendidikan tentang Pancasila perlu diberikan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah hingga tinggi.

A. Definisi Pendidikan Pancasila

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, definisi pendidikan yaitu sebagai berikut:
Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses belajar sehingga siswa secara aktif mengembangkan potensi mereka sehingga mereka memiliki kekuatan spiritual spiritual, kontrol diri, kepribadian, kecerdasan, karakter mulia dan keterampilan yang dibutuhkan oleh diri mereka sendiri, masyarakat, bangsa dan negara (Departemen Pendidikan Nasional 2003: 20).
Definisi Pendidikan Pancasila

Dengan kata lain, yang dimaksud dengan pendidikan adalah proses pengembangan potensi, kemampuan, dan kepribadian siswa yang dilakukan dengan upaya sadar dan terencana dengan tujuan untuk dapat memberi manfaat bagi diri mereka sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih jauh, pengertian pendidikan Pancasila tentu akan merujuk pada pengertian pendidikan dan pengertian Pancasila karena masing-masing telah dijelaskan di atas. Dalam ungkapan sederhana, gagasan pendidikan Pancasila adalah "Pendidikan tentang Pancasila". Kalimat itu bisa kita cerna seperti dijelaskan dalam sejumlah literatur.
Maman Rachman (1999: 324) menyatakan bahwa: Pendidikantentang Pancasila berperan penting dalam membentuk kepribadian siswa dalam pendidikan tinggi. Setelah lulus dari perguruan tinggi, diharapkan mereka tidak hanya akan mengembangkan kekuatan intelektual mereka tetapi juga sikap dan perilaku mereka. Sikap dan perilakunya diharapkan menjadi dasar pengetahuannya sehingga ia dapat memberi manfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakatnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, para pendidik dalam hal ini dosen tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sehingga mahasiswa diharapkan memiliki kepercayaan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sehingga dapat digunakan dalam aspek kehidupan sehari-hari mereka. -hari. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh jurnal pendidikan: "seorang guru tidak hanya menunjukkan dan mengolah Pancasila sebagai konsep dan pengetahuan kognitif serta norma normatif, tetapi juga membangun dan menunjukkan pesan dan nilai moral serta jiwa dan semangat Pancasila. Akibatnya, Pancasila dapat dipersonalisasi sebagai nilai dan sistem kepercayaan siswa dan mempercepat motivasi untuk membawa sistem ke dalam perilaku siswa dalam kehidupan "(Sunarti Rudi, 1999: 376)
Pendidikan tentang Pancasila sebagai pendidikan nasional berangkat dari kepercayaan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, filosofi negara Indonesia masih mengandung nilai-nilai dasar yang relevan dengan proses kehidupan dan pembangunan di negara dan negara. Pancasila memiliki landasan eksistensial yang solid, baik secara filosofis, yuridis, dan sosiologis.

B. Landasan Pendidikan Pancasila

Kurikulum pendidikan tinggi harus memuat Pendidikan Agama, Kewarganegaraan, dan Pendidikan Bahasa yang kemudian diwujudkan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional yang menetapkan kurikulum Tingkat Unit Pendidikan Tinggi yang diharuskan menyertakan mata pelajaran dalam Agama Pendidikan, Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Berikut landasan pendidikan pancasila.

a. Landasan Sejarah

Bangsa Indonesia terbentuk melalui proses panjang dari era kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit hingga kedatangan para penjajah. Rakyat Indonesia berjuang untuk menemukan identitas mereka sebagai bangsa yang merdeka dan memiliki prinsip yang dianut dalam pandangan dunia dan filosofi kehidupan, di mana ciri-ciri karakternya berbeda, yang berbeda dengan bangsa lain. Para pendiri bangsa dirumuskan dengan cara yang sederhana namun mendalam yang mencakup lima prinsip (sila) dan dinamai Pancasila.

b. Landasan budaya

Orang Indonesia mendasarkan pandangan mereka tentang kehidupan di masyarakat, bangsa dan negara pada prinsip budaya yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Negara dan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam sila Pancasila bukan hanya sebuah produk konseptual tetapi sebuah karya rakyat Indonesia sendiri yang diangkat dari nilai-nilai budaya yang dimiliki melalui proses refleksi filosofis para pendiri negara. Karena itu, generasi penerus, terutama para cendekiawan kampus, harusnya harus mengeksplorasi dan mempelajari karya besar dalam upaya melestarikannya secara dinamis dalam arti berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

c. Landasan Yuridis

Sebagai implementasi dari keputusan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi mengeluarkan Keputusan No.38 / DIKTI / Kep / 2002, tentang Tanda-tanda Pelaksanaan Kursus Pengembangan Kepribadian (MPK. Pedoman untuk kursus MPK Pancasila terdiri dari sejarah, filosofi, konstitusi, kehidupan nasional dan negara dan etika politik. Perkembangan tersebut dengan harapan siswa akan dapat mengambil posisi sesuai dengan hati nurani mereka, mengenali masalah kehidupan, khususnya kehidupan masyarakat, mengenali perubahan dan mampu mengartikan peristiwa sejarah, nilai-nilai budaya demi persatuan nasional.

d. Landasan filosofis

Pancasila sebagai dasar filosofi negara dan pandangan filosofis bangsa Indonesia, oleh karena itu merupakan keharusan moral untuk secara konsisten mewujudkan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, nasional dan negara.
Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah bangsa yang saleh dan manusiawi, hal ini didasarkan pada kenyataan objektif bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang Mahakuasa. Setiap aspek administrasi negara harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila termasuk sistem regulasi di Indonesia.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar