Skip to main content

Tujuan dan Manfaat Mempelajari Filsafat Ilmu

Pengertian Filsafat Ilmu

Filsafat sebagai proses berfikir secara sistematis dan radikal memiliki objek material dan objek formal. Objek materi adalah segala sesuatu yang ada baik yang tampak (dunia empiris) maupun yang tidak terlihat (alam metafisik). Sedangkan Ilmu juga memiliki dua objek yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah sifat nyata, misalnya tubuh manusia untuk ilmu kedokteran, planet untuk astronomi dan sebagainya. Sedangkan objek formal adalah metode untuk memahami objek material seperti pendekatan induktif dan deduktif.
Tujuan Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu adalah semua pemikiran reflektif tentang masalah-masalah yang menyangkut semua hal yang berkaitan dengan dasar ilmu dan hubungan ilmu dengan semua aspek kehidupan manusia. Filsafat ilmu adalah studi kritis tentang metode yang digunakan oleh ilmu-ilmu tertentu tentang simbol dan struktur penalaran tentang sistem simbol yang digunakan. Filsafat ilmu adalah upaya untuk menemukan kejelasan tentang dasar-dasar konsep, prasangka, wacana dan postulat tentang ilmu. Filsafat ilmu adalah studi bersama yang terdiri dari beberapa studi dari berbagai jenis yang ditunjukkan untuk menetapkan batas yang ditentukan.

Dengan mempelajari filsafat ilmu, kita akan tahu dan pada saat yang sama akan menyadari bahwa pada dasarnya ilmu tidak statis (permanen) tetapi dinamis selaras dengan perkembangan akal dan pikiran. Sesuatu yang pernah dianggap sebagai ilmu yang diikuti olehnya tetapi pada waktu-waktu tertentu akan basi dan ditinggalkan karena tidak sesuai dengan zaman. Di sinilah kita perlu selalu berusaha mengembangkan dan sekaligus memperbarui pengetahuan. Jika sebagian orang menganggap bahwa filsafat itu haram karena akan membuat orang menjauh dari ajaran Tuhan, maka sebenarnya pandangan seperti itu perlu dilakukan kajian mendalam. Hal-hal yang perlu dilengkapi jika seseorang ingin berfilsafat adalah basis pengetahuan yang kuat tentang berbagai hal, dan memiliki kecerdasan spiritual yang dapat menghubungkan hukum sebab dan akibat dan selalu memiliki hubungan yang dekat dengan Sang Pencipta melalui kepatuhan dalam menjalankan ajaran-ajaran-Nya. sehingga pengetahuan mereka menjadi dibimbing dan diarahkan.

Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Filsafat ilmu dalam arti luas: mengakomodasi masalah yang berkaitan dengan hubungan di luar kegiatan ilmiah, seperti: perilaku moral yang merupakan panduan penyedia ilmu pengetahuan.
b) Filsafat ilmu dalam arti sempit: mengakomodasi masalah yang berkaitan dengan hubungan batin yang terkandung dalam ilmu, yaitu yang terkait dengan sifat pengetahuan ilmiah, dan cara untuk mencari dan mencapai pengetahuan ilmiah
Pengertian Filsafat Ilmu menurut beberapa ahli:
Menurut Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah studi tentang logika internal teori-teori ilmiah dan hubungan antara eksperimen dan teori, yaitu tentang metode ilmiah.
Menurut May Brodbeck, filsafat ilmu adalah analisis netral, etis dan filosofis, ilustrasi dan penjelasan dasar-dasar ilmu pengetahuan.
Menurut Jujun Suriasumantri, filsafat ilmu adalah bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang ingin menjawab tiga kelompok pertanyaan tentang sifat ilmu sebagai berikut. Kelompok pertanyaan pertama meliputi yang berikut ini. 
1. Obyek apa yang dipelajari ilmu? 
2. Apa bentuk akhir dari objek? 
3. Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan kekuatan respons manusia? 

Kelompok pertanyaan kedua: 
1. Apa proses yang memungkinkan perolehan pengetahuan dalam bentuk ilmu? 
2. Bagaimana prosedurnya? 
3. Hal-hal apa yang harus diperhatikan oleh Filsafat Imu agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar?
4. Apa yang dimaksud dengan kebenaran? 

Kelompok pertanyaan ketiga: 
1. Untuk apa ilmu dalam bentuk ilmu? 
2. Bagaimana hubungan antara bagaimana menggunakan ilmu dengan prinsip-prinsip moral? 
3. Bagaimana penentuan objek diperiksa berdasarkan pilihan moral?

Komponen Filsafat Ilmu

Komponen filsafat ilmu dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Ontologi ilmu

Ontologi ilmu mencakup apa sifat ilmu, apa sifat kebenaran dan realitas yang koheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak dapat dipisahkan dari persepsi filosofis tentang apa dan bagaimana kebenaran itu

2. Epistemologi ilmu

Epistemologi ilmu mencakup sumber, sarana, dan prosedur untuk menggunakan fasilitas ini untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan dalam mengetahui pilihan dasar ontologis secara alami akan menyebabkan perbedaan dalam menentukan cara yang akan kita pilih. Reason (verstand), reason (vernunft) experience, atau komunikasi antara reason dan experience, intuition, adalah cara yang dimaksud dalam epistemologi, sehingga ada model epistemologis yang dikenal seperti: rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, fenomenologi dengan berbagai variasi. Ini juga menunjukkan bagaimana kekuatan dan kelemahan model epistemologis dan tolok ukur untuk pengetahuan (ilmiah) sepadan dengan teori koherensi, korespondensi, pragmatik, dan teori intersubjektif.

3. Aksiologi ilmu

Aksioma ilmu pengetahuan mencakup nilai-nilai normatif dalam memberikan makna pada kebenaran atau kenyataan saat kita menjumpai dalam kehidupan kita menjelajahi berbagai wilayah, seperti area sosial, area simbolik atau materi fisik. Selain itu, nilai-nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai kondisi yang harus dipatuhi dalam kegiatan kami, baik dalam melakukan penelitian maupun dalam menerapkan ilmu pengetahuan.

Tujuan Filsafat Ilmu

Secara umum filsafat ilmu bertujuan untuk:
1. Cara menguji penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis dan berhati-hati tentang kegiatan ilmiah. Artinya, seorang ilmuwan harus memiliki sikap kritis terhadap bidang sainsnya sendiri, agar tidak solipsistis, dengan asumsi bahwa hanya pendapatnya yang paling benar.
2. Upaya untuk merefleksikan, menguji, mengkritik asumsi dan metode ilmiah. Karena kecenderungan yang terjadi di kalangan ilmuwan modern adalah menerapkan metode ilmiah tanpa memperhatikan struktur sains itu sendiri. Satu sikap yang dibutuhkan di sini adalah menerapkan metode ilmiah yang sesuai atau sesuai dengan struktur sains, bukan sebaliknya. Metode hanya saran pemikiran, bukan sifat sains.
3. Jelajahi elemen dasar sains, sehingga secara keseluruhan kita dapat memahami, sumber, sifat, dan tujuan sains.
4. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan sains di berbagai bidang, sehingga kita mendapatkan gambaran umum tentang proses sains kontemporer secara historis.
5. Jadilah pedoman bagi dosen dan mahasiswa dalam mempelajari studi universitas, terutama untuk membedakan antara masalah ilmiah dan non-ilmiah.
6. Dorong calon ilmuwan dan ilmuwan untuk konsisten dalam memperdalam pengetahuan dan mengembangkannya.
7. Perkuat bahwa dalam sumber dan tujuan masalah antara sains dan agama tidak ada kontradiksi.
8. Memahami dampak kegiatan ilmiah (penelitian) dalam bentuk teknologi ilmiah (misalnya alat yang digunakan oleh bidang medis, teknik, komputer) dengan masyarakat dalam bentuk tanggung jawab dan implikasi etis. Contoh dampak tersebut termasuk masalah eutanasia di dunia medis yang masih sangat dilematis dan bermasalah, menindak sistem keamanan komputer, pemalsuan hak kekayaan intelektual (IPR), plagiarisme dalam karya ilmiah.

Manfaat Mempelajari Filsafat Ilmu

Manfaat mempelajari filsafat berbeda-beda. Namun setidaknya ada 4 jenis manfaat, yaitu:
1. Untuk dilatih untuk berpikir serius
2. Untuk dapat memahami filsafat
3. Sehingga bisa menjadi filosofi
4. Untuk menjadi warga negara yang baik

Filsafat berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pikiran secara serius. Plato ingin kepala negara menjadi filsuf. Mempelajari filosofi adalah salah satu bentuk pelatihan untuk mendapatkan kemampuan menyelesaikan masalah secara serius, menemukan akar masalah yang paling dalam, menemukan penyebab akhir suatu penampilan.

Dengan uraian di atas jelas bagi kita bahwa secara konkret manfaat mempelajari filsafat adalah:
1. Filsafat membantu mendidik,
2. Filsafat memberikan kebiasaan dan kecerdasan untuk melihat dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
3. Filsafat memberikan pandangan luas
4. Filsafat adalah latihan dalam berpikir sendiri
5. Filsafat memberikan dasar, -basic, baik untuk kehidupan kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk sains dan lainnya, seperti sosiologi, psikologi, ilmu pendidikan, dan sebagainya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar