Skip to main content

Mengatasi Krisis Pendidikan Islam Pada Masyarakat

Kumpulanmakalah.com-Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih parah daripada tantangan yang dihadapi pada awal penyebaran Islam. Tantangannya adalah dalam bentuk munculnya aspirasi dan cita-cita manusia multitassi multi guna dengan dimensi ganda dan tuntutan hidup multi-kompleks.
Disadari bahwa di tengah-tengah masyarakat saat ini terdapat krisis multimensional dalam semua aspek kehidupan. Kemiskinan, ketidaktahuan, tirani, penindasan, ketidakadilan di semua bidang, kemerosotan moral, meningkatnya kejahatan dan berbagai bentuk penyakit sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Krisis Pendidikan Islam

Tugas Pendidikan Islam dalam proses mencapai tujuannya tidak lagi dihadapkan dengan masalah hidup yang sederhana, tetapi sangat kompleks. Sebagai hasil dari meningkatnya permintaan (meningkatnya permintaan) manusia yang semakin kompleks, kehidupan spiritual mereka semakin tidak mudah diberikan nafas agama.
Masalah baru yang harus diselesaikan oleh pendidikan Islam khususnya adalah netralisasi nilai-nilai agama, atau upaya untuk mengendalikan dan mengarahkan nilai-nilai tradisional ke penyelesaian ilahi. Kokoh dan tahan banting. Baik dalam dimensi individu maupun sosial budaya.

B. Definisi Pendidikan Islam

Pendidikan diartikan sebagai upaya manusia untuk menumbuhkan kepribadian sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan budaya.
Menurut UU No. 20 tahun 2003
Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses belajar sehingga siswa secara aktif mengembangkan potensi mereka untuk memiliki kekuatan spiritual spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, karakter mulia dan keterampilan yang dibutuhkan oleh diri mereka sendiri, masyarakat, bangsa dan negara .
Pendidikan Islam adalah upaya yang didasarkan pada al-Islam untuk membantu manusia mengembangkan dan mematangkan kepribadian siswa, baik secara fisik dan spiritual dalam mengambil tanggung jawab untuk memenuhi tuntutan zaman dan masa depan mereka.
Definisi di atas menekankan bahwa pendidikan Islam tidak hanya untuk memuaskan keingintahuan intelektual siswa atau hanya ingin mengambil keuntungan dari hal-hal materi duniawi, tetapi dengan antusiasme dan nilai-nilai etis bahwa siswa Islam akan tumbuh dan mengambang sebagai makhluk yang rasional, berbudi luhur, berbudi luhur. , yang menghasilkan kesejahteraan spiritual, moral dan fisik, untuk kepentingan diri pribadinya, keluarganya, masyarakat dan untuk seluruh umat manusia.

B. Krisis Pendidikan Islam

Hubungan antara pendidikan dan masyarakat sangat dekat, sehingga dalam proses pembangunan itu saling mempengaruhi. Masyarakat menggerakkan semua komponen kehidupan manusia, yang terdiri dari sektor sosial, ekonomi, budaya, ilmiah dan teknologi, politik dan agama. Masing-masing sektor ini bergerak dan berkembang saling mempengaruhi dalam arah yang telah ditetapkan.
Ketika pergerakan masing-masing sektor ini berada dalam pola yang harmonis dan harmonis, masyarakat bergerak dan berkembang secara harmonis. Namun, jika salah satu dari beberapa sektor mengalami ketidakharmonisan. Kemudian sektor lain akan terpengaruh. Di sinilah awal krisis kehidupan masyarakat yang menimpa sekolah.
Krisis pendidikan selalu sepadan dengan intensitas krisis yang melanda masyarakat. Dimensi sosial-budaya mewujudkan perubahan dan pergeseran nilai, yang disebabkan oleh sumber-sumber kekuatan baru yang memengaruhi mereka. Saat ini manusia berada dalam krisis karena pengaruh kekuatan sains dan teknologi modern yang bergerak cepat, meningkatkan sektor kehidupan lainnya.
Fenomena sosial yang telah dipelajari oleh para ahli perencanaan kebijakan pendidikan, misalnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu membawa perubahan sosial yang berdampak positif dan negatif pada kehidupan. Meski begitu kita tidak boleh menyalakan kemajuan teknologi, karena sains dan teknologi telah menjadi tumpahan harapan manusia, di mana kita selalu berharap untuk kehidupan yang baik berkat kemajuan teknologi, tetapi pada gilirannya kita malah menanggung risiko khawatir hati kita, yaitu peta kehidupan manusia sekarang dan masa depan yang hanya mengandalkan kemampuan intelektual dan logis, tanpa memperhatikan mental, perkembangan spiritual dan nilai-nilai agama.
Fadhil al-Djamidly mendesak umat Islam untuk menciptakan pendidikan yang didasarkan pada iman kepada Tuhan, karena hanya iman yang benar yang menjadi dasar pendidikan sejati dan menuntun kita pada upaya yang mengeksplorasi alam dan mencari pengetahuan sejati.
Pendidikan Islam diharapkan untuk mencapai kesuksesan menurut Syech Sayyid Quth, ketika merujuk pada:
1. Sistem kehidupan yang mengartikulasikan dan mengaktualisasikan sifat manusia, di mana Islam diturunkan oleh Tuhan, untuk mengembangkan karakter itu, karena Islam adalah agama yang sifatnya manusia.
2. Sistem kehidupan Islam menanamkan aspirasi untuk melepaskan diri dari segala bentuk penindasan oleh yang kuat melawan yang lemah, membebaskan yang lemah, membebaskan orang dari ketidaktahuan dan keterbelakangan dan kemiskinan.

C. Penyebab Krisis Pendidikan Islam

bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang diharapkan oleh umat Islam yang mampu menjadi obor yang menerangi kebingungan dan kegelapan kehidupan manusia saat ini. Sehingga secara maksimal dapat menjadi benteng moral bagi antimoralitas pragmatis mutlak masyarakat teknologi Ilahi.
a. Krisis nilai
Krisis nilai berkaitan dengan masalah sikap mengevaluasi sesuatu tentang baik dan buruk, tepat dan tidak tepat, benar salah dan sebagainya yang menyangkut perilaku etis individu dan sosial.
b. Ada celah dalam kredibilitas
Di antara orang tua, guru, penghapusan agama di mimbar, penegakan hukum, dan sebagainya mengalami rasa otoritas, yang mulai diremehkan oleh orang-orang yang harus mematuhi atau mengikuti sarannya.
c. Beban lembaga sekolah besar melebihi kemampuan mereka
Sekolah diharuskan memikul tanggung jawab moral dan sosial budaya yang mencakup program pengajaran yang dirancang, dengan alasan bahwa sekolah tidak siap untuk memikul tanggung jawab ini.
d. Kurangnya idealisme dan citra remaja tentang peran mereka di masa depan
Sekolah dituntut untuk mengembangkan idealisme dan generasi muda untuk memiliki visi masa depan yang realistis, sehingga mereka ingin mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam pengembangan bangsa mereka sesuai dengan keahlian, keterampilan dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh Negara.
e. Kurangnya kepekaan terhadap kelangsungan masa depan
f. Kurangnya relevansi program pendidikan di sekolah dengan kebutuhan pembangunan
g. Adanya kenaifan dalam memanfaatkan kekuatan teknologi canggih
h. Ledakan Pertumbuhan Populasi
i. Semakin bergeser sikap manusia dari arah pragmatisme menuju materialisme dan individualisme
j. Kecenderungan manusia saat ini mulai menurunkan nilai agama
k. Jumlah ulama tradisional menyusut

D. Cara Mengatasi Krisis Pendidikan Islam

Solusi untuk mengatasi krisis pendidikan Islam adalah dengan membangun generasi orang yang percaya kepada Tuhan, hal pertama yang kita lakukan adalah membersihkan hati dari kotoran balas dendam, kemarahan dan permusuhan. Pembersihan hati yang sejati tidak akan tercapai jika tidak dengan kesempurnaan iman kepada Tuhan, melakukan semua perintahnya dan menghindari larangannya.
Faktor keterbelakangan adalah karena mengikuti ideologi yang diimpor dari barat, yang berisi prinsip-prinsip yang mendorong penyembahan materi dan pembagian persatuan nasional dan tanah air, dan tidak lagi menghormati martabat kehidupan dalam individu dan merampas kebebasan orang lain, itulah kemunduran esensi.
Orang-orang percaya yang percaya pada kebebasan, persaudaraan, kesetaraan di antara umat manusia adalah kemajuan penting. Padahal, keberhasilan hati yang benar-benar tulus adalah hasil dari iman. Bagi Tuhan itu adalah, iman yang menyatukan seluruh negara dan membuat sesama warga menjadi satu bangsa.
Untuk alasan ini, generasi penerus bangsa harus mampu menciptakan kehidupan teknologi dan peralatannya, dan mengembangkannya berdasarkan keyakinan bahwa umat manusia makmur.
Selain itu, solusi strategis juga harus dilakukan dengan menginisiasi pola pendidikan alternatif dengan membangun institusi pendidikan terkemuka dengan semua komponen berdasarkan Islam, yaitu:
1. Kurikulum Paradiqmatik
2. Guru yang penuh kepercayaan dan kafaah
3. Proses belajar mengajar Islam
4. Lingkungan dan budaya sekolah yang optimal

Dengan mengoptimalkan proses belajar mengajar, siswa diharapkan menghasilkan nilai-nilai positif sesuai dengan arahan Islam. Selain itu, ruang terbuka yang luas untuk interaksi dengan keluarga dan masyarakat dapat optimal dalam mendukung proses pendidikan.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa krisis pendidikan islam dapat diatasi dengan mewujudkan lembaga pendidikan Islam terpadu secara terintegrasi dalam bentuk TK Islam Terpadu (TKIT), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMPIT), Sekolah Menengah Terpadu Islam Sekolah (SMUIT) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar