Skip to main content

Kisah Nabi Daud Lengkap Berdasarkan Al Qur'an

Nama Lengkap Nabi Daud

Nabi Dawud adalah keturunan Yahudza putra Nabi Yakub a.S. Nabi Daud disebutkan 16 kali dalam Alquran. Nabi Daud adalah seorang nabi dan raja yang memiliki kerajaan yang diturunkan kepada putranya, Sulaiman, A.S. Mereka diberkahi dengan nubuat dan berkat dari kebaikan dunia dan akhirat.
Kisah Nabi Daud

Firman Allah:
"... Dan Allah telah memberikan kerajaan dan pesan yang tersirat kepada Daud dan mengajarkan apa yang Dia inginkan" (Al-Baqarah, dua: 251)

Nabi Daud bersama dengan Thalut

Thalut diangkat sebagai raja Bani Israel karena badannya yang perkasa dan pengetahuannya yang luas. Namun demikian, penduduk Bani Israel merasa bahwa ia tidak layak untuk memegang kekuasaan ini.
Nabi Daud diundang ke istana dan tinggal bersama Thalut karena raja begitu tertarik menggunakan bakat artistik yang dimiliki oleh Nabi Daud a.s.

Nabi Daud Menentang Jalut

Pada suatu waktu, ada pertempuran antara orang-orang Israel dan Palestina. Tentara Palestina dipimpin oleh Jalut, seorang pahlawan yang perkasa tetapi sangat kejam. Jadi Thalut juga memilih pasukan yang kuat di pasukan untuk menentang Jalut. Nabi Daud sudah berpartisipasi dalam pertempuran sebelumnya.
Selama perang, Jalut meminta satu lawan satu dan ia dengan sombong meneriakkan pertarungan di sisi Nabi Daud. Kemudian Nabi Daud Menyambut tantangan itu tetapi diejek untuk pulang ke rumah. Jalut dan orang-orangnya mengiran bahwa Nabi Daud  tidak sebanding dengan Jalut. Sementara itu Nabi Daud  juga disarankan oleh Thalut untuk bertarung dengan lawan yang belum berpengalaman. Tetapi Nabi Daud teguh dengan komitmennya dan mereka pun akhirnya berduel. Nabi Daud berdoa sebelum pertarungan yaitu sebagai berikut:
"Ya Tuhan kami, tuangkan kesabaran pada kami, dan tegaskan pendirian kami dan bantu kami melawan orang-orang yang tidak percaya." (Al-Baqarah, dua: 250)
Akhirnya, dalam duel antara Nabi Daud yang masih remaja dan diremehkan dengan Raja Jalut yang besar dan perkasa berhasil dimenangkan oleh Nabi Daud. Ini tidak terlepas dari pertolongan Allah kepada hambanya yang saleh dan mempertahankan kebenaran yang diyakininya.

Nabi Daud Menjadi Raja

Nabi Daud Menjadi populer di mata Bani Israel setelah kejadian sebelumnya. Nabi Daud telah menerima hadiah dari Thalut dan menikah dengan putrinya. Nabi Daud diangkat menjadi kepala Komandan Angkatan Darat. Tapi lama setelah itu, Thalut merasa cemburu dengan sikap Bani Israel yang menaruh simpati yang begitu besar kepada Nabi Daud.
Setelah kematian Thalut, urusan pemerintahan dikendalikan oleh Nabi Daud sebagai raja di Bani Israel. Selama pemerintahnnya, Nabi Daud mengelola Negara dengan sangat baik sementara itu wilayah yang ditaklukkannya juga merasakan. Masyarakatnya termasuk orang-orang saleh dan mengesakan Allah swt.
Nabi Daud adalah seorang pemimpin yang begitu adil dalam mengambil keputusan. Nabi Daud menyisihkan hari-hari tertentu untuk beribadah, melayani sebagai hakim, memberikan perhatian kepada rakyatnya dan untuk kepentingan pribadi. Nabi Daud meninggal pada usia 70 tahun dan dikebumikan di Jurusalem.

Nabi Daud Menerima Kitab Zabur

Orang-orang akan terkesan ketika mendengar Nabi Daud melantunkan ayat-ayat dari Zabur dengan  suara yang sangat merdu. Bukan hanya manusia, termasuh hewan dan Semuanya mengelilinginya akan merasa takjub dengan keindahan suara Nabi Daud. Selain itu, Allah juga telah memberikan keistimewaan kepada Nabi Daud yaitu menundukkan Gunung dengan bahasa  yang tidak dipahami oleh orang biasa. Pengetahuan dan kekuatannya juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan burung.
"Sesungguhnya, Kami menundukkan gunung-gunung kepadanya, semua manik-manik di malam hari dan pagi-pagi, dan (Kami menundukkan) burung-burung yang dikumpulkan, masing-masing banyak kembali ke Allah." (Shaad, 38: 18-19)

Nabi Daud Sebagai Pandai Besi

Nabi Dawud adalah pandai besi yang terampil. Beliau dapat melunakkan besi yang keras dan membuat berbagai bentuk barang daripadanya. Nabi Daud melakukannya tanpa menggunakan api atau alat apa pun. Beliau bisa membuat baju besi yang lunak dan indah hanya dengan tangan kosong.
Allah berfirman:
Artinya:
"Dan kami telah mengajar Daud untuk membuat baju besi untukmu, untuk melindungimu dalam pertempuranmu, maka kamu harus berterima kasih (kepada Allah)." (Al-Anbiya, 21: 80)
"... Dan kita telah melunakkan setrika untuknya." (Saba ', 34: 10).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar