Skip to main content

Faktor Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Faktor Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Menurut Riyadi (2009) setiap orang tua akan mengharapkan anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan sempurna tanpa mengalami hambatan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:

1. Faktor Turunan

Keturunan atau keturunan merupakan faktor yang bisa diubah. Melalui instruksi genetik yang terkandung dalam telur yang dibuahi dapat memilih kualitas dan kuantitas pertumbuhan, yang termasuk dalam faktor genetik ini adalah jenis kelamin, etnis atau ras (Riyadi, 2009).

2. Faktor Lingkungan

Menurut Hidayat (2005) faktor lingkungan adalah faktor yang memainkan peran penting dalam memilih apakah potensi telah tercapai atau tidak. Termasuk dalam faktor-faktor lingkungan ini termasuk lingkungan perinatal, yang merupakan lingkungan waktu dalam rahim dan lingkungan postnatal, yang merupakan lingkungan setelah bayi lahir.

3. Lingkungan Perinatal

Ini adalah lingkungan di dalam rahim, mulai dari pembuahan hingga kelahiran yang meliputi waktu ibu hamil, lingkungan mekanis seperti bahan kimia, penggunaan obat-obatan, alkohol, atau norma merokok ibu selama kehamilan.

4. Lingkungan Posnatal

Selain faktor lingkungan perinatal ada juga lingkungan setelah kelahiran yang dapat menghipnotis pertumbuhan dan perkembangan anak-anak termasuk yang berikut:
a. Budaya Lingkungan
Budaya lingkungan dalam hal ini adalah budaya dalam masyarakat yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Budaya lingkungan dapat memilih bagaimana seseorang atau orang memandang gaya hidup sehat.
b. Sistem Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi juga dapat menyarankan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Anak-anak yang menggunakan keluarga yang memiliki kondisi sosial ekonomi tinggi tentu memenuhi kebutuhan gizi dengan cukup baik dibandingkan dengan anak-anak yang menggunakan keluarga yang memiliki status sosial ekonomi rendah. Demikian juga, status pendidikan keluarga, misalnya, tingkat pendidikan yang rendah akan sulit untuk mendapatkan arahan tentang pemenuhan gizi dan mereka sering tidak mau atau tidak percaya pada pentingnya pemenuhan nutrisi atau pentingnya layanan kesehatan lainnya. yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak
c. Nutrisi
Nutrisi adalah salah satu komponen yang paling penting dalam mempertahankan proses pertumbuhan dan perkembangan. Menurut Arif (2009) dalam nutrisi masih ada kebutuhan akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan termasuk: Energi, Protein, Asam Lemak dan Omega-tiga, Vitamin A (Retinol), Vitamin D (Calciferol), Vitamin E (Alpha Takoferol ), Vitamin C (Asam Askorbat), Vitamin B1 (Thiamine), Vitamin B2 (Ribovlafin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B12 (Cyanocobalamin), Kalsium, Fosfor, Besi, Yodium, Seng, Selenium.

5. Status Kesehatan

Status kesehatan anak-anak dapat mempengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan. Ini bisa dilihat jika anak dalam kondisi sehat dan sejahtera, maka akselerasi untuk tumbuh kembang menjadi sangat mudah.

6. Iklim atau cuaca

Iklim atau cuaca juga berperan dalam pertumbuhan dan pembangunan. Ini dapat dilihat dalam ekspresi dominan tertentu bahwa kebutuhan nutrisi mudah diperoleh. Itu adalah kasus di musim eksklusif lain yang kadang-kadang menyebabkan kesulitan dalam menerima kuliner bergizi, seperti penyediaan air bersih ketika demam adalah masalah kering.

7. Olahraga atau Latihan Fisik

Olahraga atau latihan fisik dapat merangsang perkembangan anak-anak karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh dapat diatur.

8. Posisi anak dalam keluarga

Posisi anak dalam keluarga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat pada anak pertama atau anak tunggal, dalam hal perkembangan kemampuan intelektual secara umum umumnya lebih menonjol dan berkembang cepat karena mereka sering berinteraksi dengan orang dewasa, tetapi dalam perkembangan motorik kadang terlambat karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan oleh saudara kandung Demikian juga, menggunakan anak kedua atau berada di tengah-tengah kesamaan orang tua yang merasa terbiasa merawat anak lebih percaya diri sebagai hasilnya, kemampuan untuk mengikuti kondisi anak lebih cepat dan mudah, tetapi dalam perkembangan intelektual umumnya kadang-kadang kurang jika dibandingkan dengan anak pertamanya, kesamaannya juga tergantung keluarga.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar