Skip to main content

Langkah-langkah Menyusun Silabus dan RPP

A. Pengertian Silabus serta Satuan Pengajaran

Di Indonesia, Silabus merupakan pengaturan serta penjabaran seluruh kompetensi dasar suatu mata pelajaran pada standar isi sehingga relevan dengan konteks madrasahnya serta siap digunakan sebagai panduan pembelajaran setiap mata pelajaran. Standar Isi merupakan standar minimal yang berisi Standar Kompetensi serta kompetensi dasar.  Silabus berisi standar kompetensi serta kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, materi pokok/pembelajaran indikator pencapaian kom­pe­tensi, penilaian, sumber, serta  alokasi waktu belajar.

1. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi serta kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, materi pokok pembelajaran, indikator pencapaian kom­pe­tensi, penilaian, sumber, serta  alokasi waktu belajar.
 Menyusun Silabus dan RPP

Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab permasalahan  (a) kompetensi apa yang akan dikembangkan pada  siswa (terkait  dengan tujuan serta materi yang   akan diajarkan), (b) cara  mengembangkannya  (terkait dengan metode serta alat yang akan digunakan pada pembelajaran), serta  (c) cara mengetahui bahwa kompetensi  itu sudah dicapai oleh siswa  (terkait dengan cara mengevaluasi terhadap penguasaan materi  yang telah diajarkan).

2. Pengertian satuan pelajaran

Rencana mengajar atau persiapan mengajar atau lebih dikenal dengan satuan pelajaran adalah program kegiatan belajar mengajar pada satuan terkecil.   guru mengembangkan perencanaan pada bisertagnya untuk jangka waktu satu tahun atau satu semester, satu minggu, atau beberapa jam saja. Untuk satu tahun serta semester disebut sebagai program unit, sesertagkan untuk beberapa jam pelajaran disebut program satuan pelajaran, yang pada implementasinya kurikulum 2004 memiliki komponen kompetensi dasar, materi standart, prosedur pembelajaran, metode serta evaluasi berbasis kelas serta bahan mengajar ataupun alat yang digunakan.
Pembelajaran atau proses belajar mengajar adalah proses yang diatur dengan langkah-langkah tertentu, agar pelaksanaanya mencapai hasil yang diharapkan. Langkah-langkah tersebut biasanya dituangkan pada bentuk perencanaan mengajar. Proses penyusunan perencanaan pengajaran memerlukan pemikiran-pemikiran sistematis untuk memproyeksikan atau memperkirakan mengeani apa yang akan dilakukan pada waktu melaksanakan pengajaran

B. Langkah-langkah  pada Penyusunan Silabus

Untuk melengakapi uraian tentang langkah pada menyusun Silabus, berikut disampaikan kiat-kiat tambahan agar Silabus yang disusun menjadi lebih baik.
1. Kumpulkan sumber-sumber belajar yang tersedia serta berkaitan, sebelum memulai menulis Silabus guru.
Sebagai contoh.
a. Standar isi
b. Standar kompetensi untuk mata pelajaran terkait serta tingkatan kelas
c. Buku wajib/buku cetak serta sumber lainny
2. Buatlah semaksimal mungkin guru mampu, penggunaan sumber belajar lokal, termasuk sumber belajar dari rumah serta masyarakat/lingkungan
3. Lakukan pemetaan Kompetensi Dasar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Pemetaan mencakup kegiatan  menentukan urutan pembelajaran kompetensi-kompetensi ini serta perkiraan alokasi waktu. Guru tidak harus mengikuti urutan kompetensi (1.1, 1.2, 1.3 dll) seperti yang dinyatakan pada dokumen BSNP. pada beberapa mata pelajaran seperti bahasa, guru bisa memilih untuk mencampurkan mereka (urutan), sebagai contoh yang tersedia, yang berasal dari hasil demonstrasi kerja mereka.
4. Perhatikan dengan cermat mengenai pembagian waktu pada pemetaan
5. Masing-masing mata pelajaran untuk kelas 7 dialokasikan pada 4 pertemuan setiap minggu pada dokumen BSNP, yang sama dengan antara 68-76 pertemuan per semester. Satu semester berakhir dari 17-19 minggu
6. Pusatkan kegiatan pembelajaran guru pada siswa. Gunakan pengalaman masa lalu mereka pada merencanakan kegiatan-kegiatan ini. Cobalah untuk memulai setiap kompetensi dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka ketahui. Kemudian guru bisa menyusun Silabus berdasarkan kegiatan-kegiatan ini
7. Pastikan bahwa di manapun memungkinkan, guru menyediakan variasi pada kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan siswa dengan cara belajar mereka sendiri. Kasertag-kasertag hanya ada satu kegiatan pembelajaran yang cocok untuk suatu topik, tetapi disini kami menekankan pada variasi kegiatan untuk seluruh semester
8. Ingatlah bahwa kasertag-kasertag guru tidak harus mengajar siswa untuk belajar. Jadi Silabus guru harus memuat kegiatan pembelajaran dimana siswa menggunakan waktu mereka sendiri untuk membaca mengenai suatu/beberapa konsep. Guru harus memeriksa apakah siswa memiliki teknik membaca yang efektif. Hal ini merupakan hasil penting dari pelatihan bahasa.
9. Suatu waktu setelah guru menulis satu kompetensi khusus, periksa urutan kegiatan pembelajaran guru. Sebagian besar kompetensi kegiatan pembelajaran bisa diatur pada berbagai macam cara, yang akan menguntungkan pada akhirnya, merefleksikan urutan kegiatan guru, melihat apakah hal tersebut masuk akal, serta sesuai dengan tingkatan. Perlihatkan hasil kerja guru pada guru lain untuk mengetahui apakah mereka setuju dengan metode guru
10. Buatlah semaksimal mungkin guru mampu, atas penggunaan sumber belajar lokal termasuk yang berasal dari rumah serta masyarakat/lingkungan ketika menyeleksi materi dari kegiatan-kegiatan ini.
11. Pastikan bahwa materi sesuai dengan mayoritas siswa pada tingkatan ini. Sebagai contoh pada IPA, guru harus menyeleksi seberapa banyak unsur yang akan mereka pelajari serta pada Matematika, pastikan bahwa konsepnya tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. Juga pastikan pada setiap mata pelajaran bahwa cara penyampaian konsep-konsep ini tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit.
12. Pastikan bahwa materi disusun dengan urutan yang masuk akal, tergantung dari karakteristik mata pelajaran, seperti :
a. Merancang konsep dari yang lebih mudah ke yang lebih sulit pada langkah-langkah sederhan.
b. Dari topik yang menjadi prasyarat menuju topik yang ahli/mahir (advanced)
c. Dari konsep yang umum ke yang khusus
d. Dari contoh/kasus personal/individu ke konsep umum
13. Indikator belajar harus dinyatakan dengan jelas, apa yang telah dicapai siswa sebagai bukti bahwa siswa telah menguasai suatu kompetensi dasar. Indikator berkaitan erat dengan penilaian karena indikator tersebut akan diukur diharapkan bisa dilakukan setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Pikirkan dengan jernih mengenai apa yang dipelajari serta bagaimana hal tersebut bisa di demonstrasikan.
14. Perjelas perbedaan antara kolom yang berbeda serta khususnya antara kegiatan pembelajaran, materi, serta indikator. Ingatlah bahwa kegiatan menggambarkan apa yang seharusnya terjadi di kelas, materi adalah dasar dari suatu topik atau materi belajar, serta indikator merujuk pada apa yang harus dicapai. Sering terjadi pada draft/naskah awal, tidak mungkin membedakan ke tiga kolom ini, serta pada beberapa kasus mereka sama. Contoh.
a. Kegiatan pembelajaran: siswa diminta mengatur/mengurutkan daftar bilangan pecahan dengan cara/metode yang lain
b. Materi : bilangan pecahan
c. Indikator pembelajaran : siswa bisa mengatur atau mengurutkan bilangan pecahan dengan benar
Baca Juga :Strategi Pengelolaan Kelas
15. Sediakan pengukuran Penilaian yang bervariasi. Pikirkan lebih jauh selain dari tes lisan serta tes tulis untuk dimasukkan pada Penilaian-Penilaian lain seperti: menyelesaikan pekerjaan di kelas, tugas, proyek, melakukan percobaan, membuat model, serta menulis essay, laporan dll. Guru harus menyediakan instrumen yang bervariasi, kalau tidak, semua siswa akan belajar dengan cara yang sama, sementara mereka memiliki keahlian-keahlian yang berbeda. Tidak semua kompetensi bisa dicapai melalui metode kertas serta pulpen (tertulis)
16. Pastikan pengukuran Penilaian untuk kegiatan pembelajaran adalah yang sesuai serta guru tidak merencanakan terlalu banyak Penilaiant dipada Silabus. Tidaklah realistis untuk melakukan tes tulis setiap selesai pertemuan seperti yang tercantum (pada Silabus), yang menjadi kasus pada beberapa Silabus.
17. Pilihlah sumber belajar yang realistis, yang mana mungkin mempengaruhi guru untuk menggunakan sumber lokal yang tersedia. pada semua kasus sepertinya buku cetak/wajib (text books), namun peta, peralatan, pembicara tamu, masyarakat lokal, kaset, radio, serta TV merupakan sumber-sumber yang memungkinkan.
Setelah Silabus disusun perlu dilihat lagi apakah Silabus tersebut sudah memenuhi syarat atau belum. Berikut ini adalah rambu-rambu memvalidasi Silabus.
1. Rambu-rambu umum
a. Kajilah kembali apakah terdapat  kesesuaian antar komponen  pada Silabus
b. Kajilah kembali  apakah seluruh komponen Silabus dikembangkan dengan memper­hatikan perkembangan ilmu, teknologi, serta seni mutakhir pada kehidupan nyata, serta peristiwa yang terjadi (apakah menggunakan berbagai sumber yang  bervariasi serta aktual), apakah media  kontekstual (sesuai dengan kompetensi dasar yang mau dicapai serta kontekstual)
c. Apakah keseluruhan komponen Silabus dapat mengakomodasi keragaman pe­serta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di madrasah serta tuntutan masyarakat.
d. Apakah  komponen Silabus men­cakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, serta psikomotor)
2. Rambu-rambu khusus
Untuk validasi Silabus dapat dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian.

C. Komponen-Komponen pada Satuan Pelajaran

1. Identitas mata pelajaran (nama pelajaran, kelas, semester, serta waktu atau banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan ).
2. Kompetensi dasar serta indikator yang hendak dicapai atau dijadikan tujuan dapat diikuti atau diambil dari kurikulum serta hasil belajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, serta keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas serta/atau semester pada suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik pada mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi pada suatu pelajaran. Kompetensi dasar ini berupa penjabaran dari standar kompetensi.
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur serta diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati serta diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, serta keterampilan. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses serta hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
3. Materi pokok (beserta uraianya yang perlu dipelajari siswa pada rangka mencapai kompetensi dasar)
4. Media yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
5. Strategi pembelajaran atau scenario atau tahapan-tahapan proses belajar mengajar yaitu kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan oleh guru serta siswa pada berinteraksi dengan materi pembelajaran serta sumber-sumber belajar untuk menguasai kompetensi.
Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran meliputi :
a. Kegiatan awal
Kegiatan pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa, memusatkan perhatian, serta mengetahui apa yang telah dikuasai siswa berkaitan dengan bahan yang akan dipelajarai
1. Melaksanakan apersepsi atau penilaian kemampuan awal.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal yang dimiliki siswa. Seorang guru peru menghubungkan materi yang akan dipelajari siswa serta tidak mengesampingkan motivasi belajar terhadap siswa.
a. Menciptakan kondisi awal pembelajaran melalui  upaya :
b. Menciptakan semangat serta kesiapan belajar melui bimbingan guru kepada siswa.
c. Menciptakan suasana pembelajaran yang demokratis pada belaja, melalui cara serta teknik yang digunakan guru pada mendorong siswa untuk berkreatif pada belajar serta mengembangkan keunggulan yang dimilikinya.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti adalah kegiatan utama untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap serta ketrampilan berkaitan dengan bahan kajian yang bersangkutan. Kegiata inti setidaknya mencakup beberapa hal :
1. Penyampaian tujuan pembelajaran.
2. Penyampaian materi atau bahan ajar dengan menggunakan : pendekatan serta  metode , sarana serta prasarana serta alat atau media yang sesuai.
3. Pemberian bimbingan bagi pemahaman siswa
4. Melakukan pemeriksaan atau pengecekan tentang pemahaman siswa.
Pada kegiatan ini siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok pembelajaran yaitu:
a. Pembelajaran klasikal yang digunakan apabila materi pembelajaran lebih bersifat fakta atau formatif terutama ditujukan untuk memberikan informasi atau sebagai pengantar pada prose pembelajaran. Sehingga cenderung metode ceramah serta tanya jawab akan banyak digunakan.
b. Pembelajaran kelompok digunakan apabila materi pembelajaranya lebih mengembangkan konsep atau sub pokok bahasan yang sekaligus mengembangkan aktifitas social. Kegiatan guru akan lebih banyak memantau serta mengawasi kelompok belajar sehingga setiap siswa pada kelompok turut berpartisipasi.
c. Kegiatan belajar individual. Artinya setiap anak yang belajar dikelas mengerjakan atau melakukan kegiatan belajar masing-masing. pada pembeljaran individu ini setiap siswa dituntun untuk mengerjakan tugasnya sesua dengan kemampuan yang mereka miliki. Implikasi dari pembelajaran individual ini guru harus banyak memberikan perhatian serta pelayanan secara individual, sebab setiap anak berbeda kemampuanya.
c. Penutup
Kegiatan penutup ini adalah kegiatan yang memberikan penegasan atau kesimpulan serta penilaian terhadap penguasaan bahan kajian yang diberikan pada kegiatan inti. Kegiatan ini meliputi :
a. Melaksanakan penilaian akhir serta mengkaji hasil penilaian.
b. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut dengan alternative kegiatan diantaranya : memberikan tugas atau latihan-latihan , menugaskan mempelajari materi tertentu
c. Mengakhiri proses pembelajaran dengan menjelaskan atau memberi tahu materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
5. Menentukan jenis penilaian serta tindak lanjut . tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahapan pembelajaran yang dilakukan. Berbagai contoh bentuk penilaian antara lain : tes, tes tulis, kinerja, penugasan  tergantung aspek apa yang akan diukur.
Dari langkah-langkah tersebut kemudian dituangkan pada bentuk RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

D. Prinsip Pembelajaran

Prinsip-prinsip utama yang harus diperhatikan pada pelaksanaan pembelajaran meliputi:
1. Guru diharapkan tidak menjadi single aktor, yang senantiasa mendominasi kegiatan pembelajaran, namun sebaliknya pada pelaksanaan pembelajaran terpadu guru hanya berperan sebagai fasilitator pada pembelajaran.
2. Tugas yang diberikan kepada peserta didik baik individu maupun kelompok harus jelas, serta kerja samaantar kelompok diperlukan pada proses pembelajaran terpadu.
3. Guru harus kaya dengan berbagai ide pada pelaksanaan pembelajaran terpadu, sertapelaksanaan pembelajaran terpadu harus sesuai dengan skenario langkah langkah pembelajaran terpadu.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid,, Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006.
Khaeruddin, dkk., kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Yogyakarta: Pilar media, 2007.
Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009,
Salma Prawiradilaga, Dewi serta Eveline Siregar, Mozaik Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenenada Media Group, 2008
Wina Sanjaya, Kurikulum serta Pembelajaran. (Jakarta : Kencana Prenada Media Group 2008
Ymin, Matinis, Pengembangan Kompetensi Pebelajar, Jakarta: UI-Prees, 2004.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar