Penentuan Puasa Pada Bulan Ramadhan

Penentuan Puasa Pada Bulan Ramadhan

Pengertian Ramadhan

Ramadhan adalah salah satu bulan Qomariyah dan penanggalan yang peredarannya menurut bulan, yang dltetapkan dalam kalender Islam "Tahun Hijriyah." Ramadhan menurut arti bahasa terik matahari yang membakar. Nama itu diambil dari kejadian musim pada waktu itu, yang kebetulan matahari sedang terik membakar. Atau disebut demikian, karena memang bulan Ramadhan itu membakar dosa dengan meminta ampun dan banyak beramal shaleh. 
Bulan Ramadhan

Penentuan Puasa Pada Bulan Ramadhan


Puasa yang diwajibkan kepada kita adalah shoum Ramadhan menurut perhitungan bulan Qomariyah, bukan bulan Syamsiyah (kalender yang perhitungannya menurut peredaran atau putaran matahari). 

Mengapa dengan bulan Qomariyah ? Karena di dalamnya terkandung berbagai hikmah atau rahasia Allah SWT. 

Bulan Ramdhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Dan pada bulan ini pula dakwah Islamiyah mulai dikumandangkan. Karena itu shiyam/puasa pada bulan ini merupakan pengabdian dan kenangan yang seharusnya selalu hidup dalam diri setiap orang yang beriman. 

Pemilihan bulan Qomariyah yang kaya akan fenomena ini mengandung pelbagai faktor kejelasan dan ketepatan serta kemustahilan terjadinya penyelewengan dan pemalsuan, sehingga baik penguasa maupun kelompok manusia tidak akan dapat mengelabuhi kaum muslimin dalam bulan dimaksud.

Hadis Nabi SAW.
Artinya: 
'Berpuasalah kamu setelah melihat bulan, dan berharl rayalah kama melok melihatnya pula. Jika awan menutupi kamu dari melihat bulan, maka sempumakanlah bilangan sya'ban itu mery'adi tiga puluh hari. " Hadits Riwayat Bukhori. 

Selanjutnya Tahun Qomariyah, jumlah harinya lebih sedikit IO hari dibandingkan dengan Tahun Syamsiyah. Dengan demikian. bulan Ramadhan setiap tahunnya maju 10 hari dari tahun Masehi. Sesuai dengan ini, maka dalam waktu 36 tahun berarti tidak ada hari sepanjang tahun yang tidak dipuasai oleh seorang Muslim. Hari pendek, hari panjang, bari panas dan hari dingin dalam sepanjang tahun tersebut semuanya akan dirasakan oleh orang Muslim. 

Dengan demikian, seluruh kaum muslimin berbagi rasa sama di setiap negerinya dalam kadar puasa dan kelelahannya. Seandainya tidak seperti itu, maka bagian penduduk daerah panas akan lebih berat daripada penduduk daerah dingin, kalau menggunakan bulan Masehi yang tidak pernah berubah. Begitu juga akan ada sebagian penduduk yang berpuasa pada siang hari yang panjang sepanjang masa, sementara yang lainnya sangat pendek. tetapi dengan bulan Qomariyah, setiap Muslim dalam satu putaran telah mengalami beratnya puasa sebagaimana orang lain di wilayah lain pernah mengalaminya. 

Dengan Shiyam (puasa) di bulan Ramadhan, Orang aKan Kembali meni'mati dalam waktu tertentu setlap Jems buah-buahan Clan makanan tersebut selama putaran waktu sempuma. $ebaliknya orang tidak akan terhalang di sepanj ang masa dan mem‘mati Satu macam buah-buahan atau makanan di bulan puasa. 

Penentuan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa tanpa diserahkan kepada manusia, dapat memberikan kesadaran kaum muslimin akan persatuan, membiasakan keteraturan, disiplin dan penyerahan total kepada Allah SWT, serta membuka pintu untuk usaha-usaha kebaikan secara terpadu yang dapat diikuti oleh setiap muslim. Karena itu sebagian besar Imam Mujtahid berpendapat jika telah ditetapkan ru'yah hilal (melihat bulan di awal Ramadhan) di satu tempat, maka seluruh kaum muslimin wajib berpuasa. Kecuali Imam Syafi'i yang mengatakan kemungkinan perbedaan awal ramadhan sangat besar. Bisa saja di Indonesia berbeda dengan di Arab Saudi, dan inilah yang diikuti oleh mayoritas ummat muslim di Indonesia.

Referensi:
K.H. Mawardi Labay El-Sulthani " Mencapai Nikmatnya Ibadah Puasa"

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak