Skip to main content

Lima Prinsip Dasar Ekonomi yang Perlu Diketahui Pengusaha

Prinsip ekonomi merupakan dasar pengelolaan bisnis yang perlu diketahui oleh setiap pebisnis. Bidang dan disiplin ilmu ekonomi adalah studi tentang produksi dan distribusi barang dan jasa. Ini dibagi menjadi dua area utama, diskalakan untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. Studi tentang individu, keputusan ekonomi yang mereka buat, dan bagaimana keputusan itu berinteraksi disebut ekonomi mikro. 
Prinsip Dasar Ekonomi

Lima Prinsip Dasar Ekonomi


Ekonomi makro lebih memperhatikan tren naik-turun dalam ekonomi yang lebih besar. Kedua disiplin ini didasarkan pada beberapa prinsip dasar utama. Berikut ini lima prinsip dasar ekonomi yang perlu dipahami oleh setiap pengusaha.

Prinsip biaya


Dalam ilmu ekonomi, prinsip biaya peluang adalah bahwa biaya nyata dari sesuatu adalah apa yang harus Anda korbankan untuk mendapatkannya. Semua biaya adalah biaya peluang, bukan hanya biaya finansial. Misalnya, biaya peluang untuk mengambil kursus tertentu di perguruan tinggi adalah kelas lain yang berpotensi Anda ambil.

Prinsip Equi-Marginal


Prinsip equi-marginal menyatakan bahwa yang terbaik adalah melakukan aktivitas ekonomi pada tingkat di mana biaya marjinal sama dengan, atau lebih rendah dari, manfaat marjinal. Dalam ilmu ekonomi, kata marginal berarti inkremental. Dalam analisis marjinal, biaya dan manfaat ditimbang berdasarkan marjinal. Ini bisa per unit, atau per 100 unit, atau jumlah apa pun yang dianggap perlu untuk analisis.

Prinsip Pengembalian Diminishing


Dengan prinsip marginal diminishing return, jika satu input produksi meningkat sementara yang lain tetap, output produksi keseluruhan akan meningkat, tetapi laju kenaikan ini akan semakin berkurang. Seorang petani dengan sejumlah hektar dalam produksi akan menemukan bahwa sejumlah pekerja tertentu akan menghasilkan tingkat produksi tertinggi, dan dengan demikian pengembalian tertinggi. Jika lebih banyak pekerja dipekerjakan maka proporsi pendapatan dari keseluruhan produksi akan lebih kecil dari peningkatan biaya pekerja baru.

Prinsip Limpahan


Prinsip ini menyatakan bahwa kadang-kadang, pembuat keputusan tidak akan mendapatkan semua manfaat atau menanggung semua biaya keputusan mereka. Contohnya adalah bahwa limpasan dari pabrik dapat berdampak negatif bagi mereka yang tinggal di hilir. Di sisi lain, keberadaan suatu produk dapat memiliki manfaat yang tidak terduga dan tidak disengaja dalam masyarakat di luar manfaat finansial bagi produsen.

Prinsip Realitas


Gagasan di balik prinsip realitas adalah bahwa daya beli dan pendapatan adalah yang benar-benar penting bagi orang, daripada menghadapi nilai uang dan barang. Prinsip ini adalah tentang nilai nominal nyata versus sesuatu. Nilai nominal adalah nilai moneter dari sesuatu. Misalnya, mobil adalah Rp. 100.000. 000. Nilai riil adalah nilai produk tersebut relatif terhadap barang lain. Rp 100.000. 000 yang sama itu juga bisa membayar sewa untuk tahun itu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar