Penerapan Pendidikan Karakter Terhadap Siswa di Dalam Kelas

Penerapan Pendidikan Karakter Terhadap Siswa di Dalam Kelas


Pendidikan Karakter Siswa

Penerapan Pendidikan Karakter Terhadap Siswa

Di hari sekolah yang begitu sibuk, menemukan waktu untuk membangun karakter di sekolah dan siswa dapat menjadi tantangan. Namun, sekolah adalah struktur sosial pertama yang ditemui anak, dan ini memberikan peluang yang sangat baik untuk membangun karakter.

Sekolah bukan hanya tentang konsep pembelajaran, itu juga tempat di mana sebuah yayasan dapat dibangun untuk menjadi orang dewasa yang terhormat. Setiap sekolah harus menetapkan nada hormat, kejujuran, dan kebaikan hati tulus untuk semua siswa. Suka atau tidak suka, guru adalah panutan bagi siswa dan dapat memberikan contoh karakter yang baik setiap hari di kelas. Siswa memperhatikan apa yang guru, lakukan, katakan, toleransi, dan bagaimana mereka menangani tantangan.


Namun, pembangunan karakter juga dapat dilakukan secara proaktif melalui tindakan dan kegiatan yang direncanakan di dalam kelas. Kegiatan kelas ini akan mendorong siswa untuk mengembangkan dan mengadopsi prinsip-prinsip dan perilaku etis yang berkualitas yang dapat bertahan jauh melampaui kelas. Berikut adalah cara untuk membantu membangun karakter di dalam kelas:

Pilar karakter

Dikatakan bahwa karakter dapat diukur dengan apa yang akan dilakukan jika tidak ada yang melihat. Karakter sejati ditanamkan pada level yang dalam sehingga perilaku positif otomatis. Institut Etika Josephson mendefinisikan pilar utama karakter yang mencakup: kepercayaan, tanggung jawab, rasa hormat, kepedulian, keadilan, dan kewarganegaraan. Keberanian, ketekunan, dan integritas juga terkadang disertakan.

Salah satu cara untuk mengatasi pilar-pilar ini adalah memilih satu per bulan dan menemukan cara untuk menyorotnya. Buat kolase interaktif di papan buletin di kelas. Tetapkan proyek penulisan kreatif pada topik, mendorong siswa untuk menjelajahinya. Bagaimana mereka mendefinisikan kepercayaan, rasa hormat, atau integritas? Berfokus pada satu pilar per bulan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesadaran akan sifat-sifat karakter yang dapat mereka upayakan untuk bangun dalam diri mereka sendiri. Siswa juga dapat membaca buku yang menurut Anda merupakan perwujudan sifat tersebut, atau muncul dengan slogan pribadi tentangnya.

Aturan Anda mengatur nada

Adalah tanggung jawab Anda sebagai guru untuk menetapkan aturan yang sesuai untuk perilaku di kelas. Perjelas aturan dasar. Tentukan apa yang Anda harapkan dari siswa Anda, dan apa yang tidak dapat diterima. Diskusikan peraturan dengan siswa, serta sifat-sifat karakter yang diwujudkan dan dibangun oleh setiap aturan. Pastikan Anda juga menjadi contoh yang baik. Selesaikan pekerjaan Anda sendiri tepat waktu, rapi dan tepat waktu, dan selalu hormati orang lain.

Anda bahkan dapat mengizinkan siswa untuk menyarankan aturan bermanfaat yang dapat bermanfaat bagi kelas. Coba dan tetap positif; pujilah siswa yang menunjukkan perilaku yang baik dan karakter yang baik. Jadikan mereka panutan yang positif untuk kelas. Anda dapat menggunakan sistem penghargaan untuk perilaku yang baik seperti poin atau bintang emas. Kredit yang diperoleh dapat ditukar dengan hak istimewa di kelas.

Dorong teladan yang baik

Siswa memilih panutan apakah guru atau orang dewasa membantu atau tidak. Berusaha menunjukkan teladan peran karakter positif dalam sejarah, sastra, sains, dan seni. Ajarkan dengan sengaja tentang orang-orang yang dapat ditiru oleh siswa Anda. Mintalah siswa untuk menggambarkan, menilai, dan mencocokkan sifat-sifat dan perilaku orang-orang ini atau karakter yang terpuji dalam sebuah cerita fiksi. Mereka bahkan dapat mendramatisasi beberapa elemen cerita atau mengubahnya untuk memungkinkan karakter membuat pilihan yang lebih baik. Bicara tentang perilaku para pemimpin dunia saat ini, tokoh olahraga dan selebritas juga. Tanyakan kepada siswa apakah kata-kata seseorang cocok dengan tindakan mereka. Diskusikan bagaimana kehidupan ditingkatkan dengan sifat-sifat karakter yang baik.

Tuntut rasa hormat

Kelas Anda harus didirikan dengan kuat di atas dasar rasa hormat. Menghormati diri sendiri dan menghormati orang lain adalah dasar dari semua sifat karakter positif lainnya. Negativitas dan pelecehan dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi, dan bertemu dengan konsekuensi yang sesuai. Buat kampanye anti-intimidasi dan memuji kebajikan memperlakukan semua teman sekelas dengan hormat dan bermartabat.

Bangun komunitas yang peduli

Sikap peduli dapat didorong dengan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap pemanggilan nama dan penyerangan karakter. Pastikan bahwa semua siswa termasuk dalam kegiatan. Jelaskan konsep “tindakan kebaikan secara acak” dan berikan hadiah kepada siswa ketika mereka menunjukkannya.

Kesukarelaan

Luangkan waktu di kelas Anda untuk menyoroti kebajikan dan pentingnya kesukarelaan. Mulai program sukarela di ruang kelas dan sekolah Anda. Izinkan siswa membaca atau mengajari anak-anak yang lebih kecil, membantu di lab komputer, membantu di bank makanan lokal, membantu dengan pemahaman membaca atau memberikan dukungan bagi siswa yang baru pulih dari penyakit atau cedera.

Anda dapat mengumpulkan sumbangan untuk tujuan yang layak, mungkin bahkan yang melayani anak-anak. Contohnya adalah The Smile Train, yang menawarkan operasi gratis untuk anak-anak miskin yang memiliki bibir sumbing. Siswa dapat mengatur dan melakukan proyek daur ulang, bekerja untuk sumbangan, atau mengambil janji untuk bersepeda, berjalan, menari, dll.

Karakter dalam aksi

Sepanjang tahun sekolah, tantang siswa untuk membuat proyek kelas yang dapat bermanfaat bagi sekolah atau masyarakat. Pikirkan ide-ide yang mengolah Pilar Karakter yang dibahas dalam Tip No. 1 dan berjuang untuk semangat komunitas yang kuat. Mintalah siswa yang lebih tua mengelola proyek-proyek ini. Bekerjalah bersama siswa untuk merencanakan langkah-langkah yang diperlukan. Mintalah dukungan orang tua dan komunitas; minta sponsor atau sumbangan sesuai kebutuhan.

Ini hanya beberapa saran untuk membangun karakter siswa di sekolah. Namun, sebenarnya ada peluang tanpa akhir untuk melakukannya sepanjang hari sekolah. Gunakan imajinasi Anda - langit adalah batasnya.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar