Skip to main content

Media Pembelajaran PAI :Peranan, Kegunaan dan Prinsipnya

Media Pembelajaran PAI

Media Pembelajaran PAI


Usaha peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien tanpa ditunjang dengan tersedianya sarana pendidikan dan media pembelajaran yang memadai, sebab tidak sempurnanya sarana pendidikan dan media pembelajaran, selain menyulitkan guru dalam melaksanakan tugasnya, juga akan mempengaruhi prestasi kerja guru dan prestasi belajar murid. Makin sempurna sarana pendidikan dan media pembelajaran, makin besar kemungkinan terlaksananya proses belajar mengajar dengan lancar.

Sebelum uraian ini sampai pada penggunaan sarana/media dalam proses belajar mengajar, ada baiknya dipahami apa yang dimaksud media itu sebenarnya. Secara umum dipahami bahwa, kata sarana dan media itu pengertiannya sama dengan alat, maka dalam pembahasan selanjutnya, ketiga kata ini digunakan dalam pengertian yang sama. Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pembelajaran”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.

Menurut R. Ibrahim dan Nana Syaodih S, media pembelajaran diartikan sebagai “segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pedan atau isi pelajaran yang merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar”.

Pada tahun 50-an, media disebut sebagai alat bantu audio visual (audio visual aids), karena pada masa itu peranan media memang semata-mata untuk membantu guru dalam mengajar, tetapi kemudian namanya lebih populer sebagai media pembelajaran atau media belajar.

Peranan Media Pembelajaran PAI


Secara garis besarnya, peranan atau kedudukan media pembelajaran ada dua, yaitu:

1. Media sebagai alat bantu

Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu dalam menyampaikan pesan dari bahan pelajaran yang diberikan kepada anak didiknya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit dan kompleks.

Setiap materi pelajaran, tentu memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi, ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu, seperti model, globe, grafik, dan gambar. Bahan pelajaran dengan tingkat kesukaran yang tinggi, tentu sukar diperoleh anak didik. Apalagi anak didik yang kurang menyukai bahan pelajaran yang disampaikan itu.

Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media sebagai alat bantu, tidak bisa sembarangan menurut kehendak hati guru, tetapi harus memperhatikan tujuan. Karena itu, tujuan pembelajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan.

2. Media sebagai sumber belajar

Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat di sekolah, di taman, di halaman, di pusat kota, dan di pedesaan.

Udin Saifuddin dan Winataputra mengelompokkan sumber belajar menjadi lima katagori, yaitu manusia, perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Oleh karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran, atau asal untuk belajar seseorang.

Media pembelajaran sebagai sumber belajar PAI, ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka bentuk dan jenis media pendidikan yang digunakan oleh guru sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik dalam menerangkan suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung kepada anak didik di kelas. Dengan menghadirkan bendanya, seiring dengan penjelasan mengenai benda itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar. Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam hal-hal tertentu, media pembelajaran dapat berperan sebagai guru, tanpa mengurangi efektifitas dan efesiensi belajar siswa yang mempunyai karakteristik tertentu.

Dengan demikian, media merupakan sumber belajar yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, karena mampu berkomunikasi dengan siswa untuk menyampaikan informasi atau peran yang telah dimilikinya.

Kegunaan Media Pembelajaran PAI


Media pembelajaran, secara umum mempunyai kesamaan sifat, ciri, dan manfaat, antara lain:
1. Mempunyai daya tarik yang besar dan dapat menimbulkan keinginan dan minat baru. Hal ini terjadi, karena peranan warna, gerak, inovasi, dan suara. Dibuat sedemikian rupa sehingga unik sifatnya.
2. Dapat mengatasi keterbatasan fisik kelas.
3. Penggunaan berbagai media dengan kombinasi yang cocok dan memadai, akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi proses belajar mengajar, menimbulkan gairah belajar, dan memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan kenyataan yang dimediakan.
4. Media dapat menyeragamkan penafsiran siswa yang berbeda-beda.
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit dan realistis, sehingga perbedaan persepsi antar siswa pada suatu informasi, dapat diperkecil karena media didesain sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
6.Media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari pengalaman yang kongkrit sampai dengan pengalaman yang abstrak.

Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran PAI


Nana Sudjana mengemukakan tujuh prinsip pemilihan dan pengembangan media, yaitu:
1. Jenis media pembelajaran yang akan digunakan, dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran (TIK);
2. Kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri;
3. Kemampuan dan keterampilan guru menggunakan media itu;
4. Kemampuan atau fleksibilitas dalam penggunaannya;
5. Kesesuaiannya dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada;
6. Ketersediaannya;
7. Biaya.


DAFTAR PUSTAKA

H. M, Ahmad Rohani. Media Instruksional Edukatif. Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Ibrahim, R dan Nana Saodih S. Perencanaan Pembelajaran. Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Jamrah, Saiful Bakri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1996. 
S, Sudjarwo. Belajar: Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Cet. I; Jakarta: PT Mediyatama Sarana Perkasa, 1989.
Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam. Cet. I; Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar