Skip to main content

Pendidikan Karakter :Pengertian dan Tujuannya

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai proses pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan kata mendidikan diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. 

Sementara itu, dalam bahasa yunani, pendidikan berasal dari kata paedagogia, yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sementara mereka yang bertuga membimbing dan mendidik disebut paedagogos.
Dari arti kata tersebut, dapat dipahami pengertian pendidikan sebagai usaha yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membimbing perkembangan jasmani dan rohani anak kea rah yang lebih dewasa. Dengan kata lain, pendidikan merupakan bimbingan yang dengan sengaja diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhan jasmani dan rohaninya agar berdaya guna bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya.
Menurut John Dewey, pengertian pendidikan yaitu proses pembentukan kemampuan diri baik secara intelektual maupun emosional terhadap sesame manusia dan kepada lingkungannya. Dalam hal tersebut, pendidikian bertujuan agar anak muda sebagai generasi penerus dapat menghayati, memahami, mengamalkan nilai-nilai pendidikan tersebut melalui pengalaman, pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang melatarbelakangi nilai-nilai kehidupan.
Pengertian karakter dalam kamus besar bahasa Indonesia yaitu sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang menjadikan mereka berbeda dengan yang lain. 
Dalam bahasa yunani, karakter berasal dari kata Charassein, yang berarti mengukir di atas batu permata yang keras. Dengan demikian, karakter dapat dimaknai sebagai sesuatu yang bersifat mulia dan luhur, namun untuk membentuknya perlu usaha yang serius.
Sementara itu, pemahaman karakter dalam kebijakan pembangunan karakter bangsa, dijelaskan bahwa karakter bangsa yaitu kualitas perilaku kebangsaan yang khas secara kolektif, baik melalui kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, hati, rasa dan karsa, serta olah raga secara individual atau kolekstif atau berkelompok.
Pengertian karakter menurut Simon Philips, yaitu kumpulan tata nilai yang diperlihatkan oleh seseorang yang mengarah pada suatu sistem dan menjadi dasar pemikiran, siakap, dan perilaku.
Sedangkan karakter menurut, Koesoema diartikan sama dengan kepribadian, yaitu ciri, karakteristik, gaya, atau sifat khas diri seseorang yang terbentuk dari lingkungannya, seperti lingkungan keluarga saat kecil termasuk bawaan seseorang sejak mereka dilahirkan.
Prof. Suyanto, Ph.D, menjelaskan pengertian karakter sebagai ciri khas setiap individu terkait cara berpikir dan berperilaku untuk hidup dan bekerjasama, baik pada lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. 
Imam Ghozali memandang karakter seiring dengan akhlak, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap. Dengan kata lain, karakter merupakan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga dalam bertindak tidak melalui proses berpikir lagi.
Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian pendidikan karakter yaitu proses atau usaha untuk membangun perilaku positif atau moralitas seorang anak agar bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan masyarakat yang membedakannya dengan orang lain.
Pendidikan karakter harus dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak. Hal tersebut dilakukan agar dalam penerapannya tidak terjadi pemaksaan kehendak kepada anak yang berakibat pada penanaman karakter yang salah.

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan pendidikan yaitu seperangkat tindakan intelektual secara bertanggungjawab yang wajib dimiliki seseorang sebagai syarat akan kemampuan untuk mengaplikasikan tugas pada bidang profesi tertentu. 
Tujuan pendidikan karakter berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003,terkait dengan terwujudnya aspek moral dalam kehidupan keseharian seperti perilaku yang berdasarkan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan golongan masing-masing agama yang ada pada masyarakat, keragaman kepentingan dan buaya, perilaku kerakyatan yang mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan individu dan golongan yang mengarah kepada terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam mewujudkan visi pembangunan Nasional, Landasan utamanya adalah pendidikan karakter. Visi pembangunan Nasional yang dimaksud yaitu terwujudnya masyarakat berakhlak mulia, dan bermora, beretika dan beradab, serta berbudaya sesuai falsafah pancasila sebagai perwujudan cita-cita bangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.
Sementara itu, tujuan pendidikan karakter menurut Kabul Budiyono, yaitu untuk melahirkan anak didik yang bersikap dan berperilaku yaitu:
  • Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa
  • Berperi kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Mendukung persatuan bangsa
  • Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu dan kelompok
  • Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan sosial dalam masyarakat. 
  • Mampu memahami dan menganalisis  serta menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa secara berkesinambungan dan konsisten berdasarkan cita-cita dan tujuan nasional.
Demikian penjalasan tentang pendidikan karakter yang berkaitan dengan pengertian dan tujuan pendidikan karakter. Dengan pemahaman dasar pentingnya pendidikan karakter, maka sedini mungkin pendidikan karakter akan kita persiapkan bagi generasi milenial saat ini.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar