Pengembangan Kesehatan Mental Anak di Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Pengembangan Kesehatan Mental Anak di Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Pengembangan Kesehatan Mental Anak di Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

A. Pengembangan Kesehatan Mental di Lingkungan Keluarga

Keluarga mempunyai peranan yang sangat urgen dalam upaya mengembangkan jati diri anak. Perawatan orang tua yang sarat kasih sayang, danedukasi tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosialkebiasaan yang diberikannya merupakan hal yang kondusif guna mempersiapkan anak menjadi individu dan anggota masyarakat yang sehat. Keluarga yang bahagia adalahsuatu urusan yang paling penting untuk perkembangan emosi semua anggotanya (terutama anak). 

Kebahagiaan tersebut diperoleh, bilamana keluarga bisa memerankan kegunaannya secara baik. Fungsi dasar keluarga ialah memberikan rasa memiliki, rasa aman, kasih sayang; dan mengembangkan hubungan yang baik salah satu anggota keluarga. Hubungan cinta kasih dalam family tidak sekedar perasaan, bakal tetapi pun menyangkut pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respek, dan kemauan untuk menumbuh kembangkan anak yang dicintainya.  Keluarga yang hubungan antar anggotanya tidak harmonis, sarat konflik, atau gap communication, bisa mengembangkan masalah-masalah kesehatan mental (mental illness) untuk anak.

Mengkaji lebih jauh tentang faedah keluarga ini, dapat diajukan bahwa secara sosiopsikologis, keluarga bermanfaat sebagai : (1) pemberi rasa aman untuk anak dan anggota family lainnya, (2) sumber pemenuhan kebutuhan, baik jasmani maupun psikis, (3) sumber kasih sayang dan penerimaan, (4) model pola perilaku yang tepat untuk anak guna belajar menjadi anggota masyarakat yang baik, (5) pemberi bimbingan untuk pengembangan perilaku yang secara sosial dipandang tepat, (6) penolong anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan, (7) pemberi tuntunan dalam belajar keterampilan, motor, verbal, dan sosial yang diperlukan untuk penyesuaian diri, (8) stimulator untuk pengembangan keterampilan anak untukmenjangkau prestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat, (9) pemandu dalam mengembangkan aspirasi, dan (10) sumber persahabatan (teman bermain) anak, sampai lumayan usia guna mendapatkan rekan di luar rumah, ataubilamana persahabatan di luar lokasi tinggal tidak memungkinkan.

B. Pengembangan Kesehatan Mental di Lingkungan Sekolah

Sekolah adalah lembaga edukasi formal yang secara sistematik mengemban program bimbingan, pengajaran, dan pelajaran dalam rangka menolong siswasupaya mampu mengembangkan potensinya, baik yang mencantol aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. 

Mengenai peranan sekolah dalam mengembangkan jati diri anak, Hurlock (1986 : 322) menyampaikan bahwa sekolah merupakan hal penentu untuk perkembangan jati diri anak (siswa), baik dalam teknik berpikir, bersikap, maupun teknik berperilaku. Sekolah berperan sebagai substitusi keluarga, dan guru substitusi orang tua. Ada sejumlah alasan, kenapa sekolah memainkan peranan yang berarti untuk perkembangan jati diri anak, yakni : (a) semua siswa mesti muncul di sekolah, (b) sekolahmenyerahkan pengaruh untuk anak secara dini,seiring dengan masapertumbuhan “konsep diri”nya, (c) anak-anak tidak sedikit menghabiskan waktunya di sekolah daripada di lokasi lain di luar rumah, (d) sekolahmenyerahkan kesempatan untuk siswa guna meraih sukses, dan (e) sekolah memberi peluang kesatu untuk anak guna menilai dirinya, dan kemampuannya secara realistik.

C. Pengembangan Kesehatan Mental di Lingkungan Masyarakat 

Upaya pengembangan kesehatan mental di lingkungan masyarakat amatlah penting, sebab perkembangan kesehatan mental seseorang diprovokasi juga oleh iklim atau keadaan kehidupan masyarakat dimana dia berlokasi tinggal.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar