Skip to main content

Penerapan Ekonomi Syariah : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya

Penerapan Ekonomi Syariah
Penerapan ekonomi syariah di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekonomi syariah dilihat dari sudut pandang agama. Ekonomi syariah merupakan solusi bagi masyarakat agar terhindar dari praktek riba dengan memperoleh keuntungan di luar kewajaran.

Pengertian Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah adalah penerapan sistem ekonomi yang berlandaskan ajaran islam. Ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Perbedaan mendasar sistem ekonomi syariah dengan yang lainnya yaitu tentang eksploitasi para pemilik pemilik modal terhadap para buruh. Ekonomi syariah melarang menumpuk  kekayaan dan mengeksploitasi para pekerja untuk keuntungan para pengusaha. 
Selain itu, ekonomi dalam pandangan Islam selain sebagai tuntutan hidup manusia, juga merupakan cara untuk beribadah kepada tuhan. Dengan demikian, penerpan ekonomi syariah harus dijalankan bagi mereka yang secara akidah memahami hal tersebit.
Sistem bunga yang dikedepankan oleh sistem ekonomi konvensional untuk mendapatkan keuntungan, menjadi salah satu pemicu dari terjadinya krisis ekonomi pada suatu negara termasuk di Indonesia.
Sistem ekonomi syariah menawarkan keuntungan melalui sistem bagi hasil sehingga membuatnya berbeda dengan sistem ekonomi konvensional seperti sistem ekonomi kapitalis yaitu kepemilikan secara indiviual, sosialis yang membebankan seluruh tanggunggajawab kepada mssyarakat, dan sistem ekonomi komunis yang kepemilikan seluruhnya dikuasai oleh negara. 
Penerapan ekonomi syariah menetapkan bentuk transaksi yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Ekonomi syariah harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Ciri-Ciri Ekonomi Syariah

Secara khusus, tidak banyak yang dikemukakan dalam Alquran tentang ciri-ciri ekonomi syariah. Akan tetapi, pada prinsipnya Alquran dan sunnah telah menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal yang mencerminkan penerapan ekonomi syariah. Secara umum ciri-ciri ekonomi syariah dapat dilihat pada dua aspek, yaitu:
  • Ekonomi syariah tidak membenarkan untuk menimbun harta
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat seluas-luasnya untuk mengembangkan usaha sesuai kapasitasnya masing-masing. 
  • Ekonomi syariah menentang praktek riba
Salah satu kegiatan yang dilarang dalam ekonomi islam yaitu praktek riba. Arti riba secara bahasa yaitu kelebihan. Dalam praktek ekonomi, riba diartikan sebagai kelebihan keuntungan sampai berlipat ganda diluar batas kewajaran. Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Tujuan Ekonomi Syariah

Tujuan ekonomi syariah yaitu untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan manusia. Pada dasarnya nilai-nilai Islam bukan hanya semata-semata untuk kehidupan orang islam saja, tetapi juga untuk kehidupan manusia secara umum. Esensi penerapan ekonomi syariah adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam untuk mencapai tujuan agama.
Penerapan ekonomi syariah merupakan salah satu solusi penting yang harus diperhatikan pemerintahan dalam mengatasi masalah ekonomi Indonesia. Ekonomi syariah memiliki komitmen yang kuat pada pengentasan kemiskinan, penegakan keadilan pertumbuhan ekonomi, penghapusan riba, dan pelarangan spekulasi mata uang sehingga menciptakan stabilitas perekonomian.
Penerapan ekonomi syariah menekankan keadilan, mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi gejolak moneter dibanding sistem konvensional. Fakta ini telah diakui oleh banyak pakar ekonomi global, seperti Rodney Shakespeare dari Belanda dan Volker Nienhaus dari Jerman.
Meskipun saat ini pemerintah belum memberikan perhatian penuh terhadap penerapan ekonomi syariah, Namun ekonomi syariah telah menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat khususnya pada lembaga perbankan.
Pemerintah perlu memberikan perhatian besar kepada sistem ekonomi syariah untuk masa-masa yang akan datang. Penerpan ekonomi syariah telah terbukti ampuh dalam mengimbangi resistensi krisis yang pernah terjadi. Sistem ekonomi syariah yang diwakili oleh beberapa lembaga keuangan seperti lembaga perbankan syariah,  telah menunjukkan ketangguhan bisa bertahan karena menggunakan sistem bagi hasil sehingga tidak mengalami negative spread sebagaimana yang terjadi pada bank-bank konvensional.
Penerpan sistem ekonomi syariah bagaikan sebuah pohon yang unggul dan potensial dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Akan tetapi, jika tidak dipupuk dan disiram akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Dukungan penuh dari pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, seperti Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Industri, Bapenas, DPR dan Menteri yang terkait lainnya akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi syariah pada masyarakat.
Sebagai contoh penerapan ekonomi syariah yaitu keberhasilan Malaysia mengembangkan ekonomi syariah secara signifikan yang telah menjadikannya teladan dunia internasional. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan Mahathir yang secara serius mendukung penerapan ekonomi syariah. Mereka tampil sebagai pelopor kebangkitan ekonomi Islam, dengan kebijakan yang diterapkan secara seriu untuk membangun kekuatan ekonomi berdasarkan prinsip syariah.
Dengan kebijakan penerapan ekonomi syariah yang dilakukan oleh Mahathir dan Anwar Ibrahim ketika itu, telah mampu mengangkat  ekonomi Malaysia setara dengan Singapura. Tanpa kebijakan mereka, kejayaan ekonomi islam tidak mungkin bisa terangkat seperti sekarang yang menunjukkan perubahan pendapatan masyarakat naik secara signifikan. Dengan penerapan ekonomi syariah, mereka tidak hanya berhasil membangun perbankan, asuransi, pasar modal, tabungan haji dan lembaga keuangan lainnya, tetapi juga telah berhasil membangun peradaban ekonomi baik skala kecil maupun skala besar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar