Makna Baik dan Buruk Menurut Paham Sosialisme, Hedonisme, Humanisme, Utilitarianisme, dan Religiosisme

baik dan buruk

A. Baik dan Buruk Menurut Aliran Sosialisme

Aliran Filsafat Sosialisme berpandangan bahwa baik buruk ditetapkan berdasarkan adat istiadat yang berlaku pada masyarakat tertentu.mereka yang mematuhi dan melaksanakan adat dan istiadat yang berlaku pada masyarat tersebut akan dianggap baik sebaliknya mereka yang mengacuhkan dan melanggar adat istidat akan dipandang hina dan buruk.


Aliran sosialime memandang adat sebagai urkuran baik buruknya seseorang dalam kehidupan sehingga adat dijadikan sebagai hukum untuk mengadili penyimpangan yang dianggap bertentangan dengan adat yang berlaku.

Pada setiap bangsa tentu memiliki adat istidat tersendiri terutama terkait dengan perilaku bermasyarakat seperti cara berpakaian, bertutur kata, memuliakan orang lain dan juga cara makan dan minum. Perlunya memahami adat dan istiadat setiap daerah adalah keharusan bagi setiap orang untuk saling memahami dan tercipta salaing menghargai. Sehingga keutuhan bernegara dapat tetap terjaga sebab sikap toleransi dan saling memahmi dapat tercipta dari pemahaman awal tentang adat yang berlaku dari setiap daerah.

B. Baik dan Buruk Menurut Aliran Hedonisme

Aliran hedonisme melihat baik dan buruk dari segi perasaan manusia. Bahwa baik dan buruk adalah segala perilaku dan perbuatan manusia yang melahirkan kenikmatan dan keinginan biologis ataupun kelezatan indrawi. Sebenarnya aliran hedonisme merupakan aliran filsafat Yunani klasik yang sudah sangat tua sehingga tidak bisa dikatakan sebagai aliran filsafat modern. Yaitu berawal dari pemikiran filsafat Eficurus sekitar 341-270 Sebelum Masehi. Kemudian dikemmabangkan oleh Cyrenics  selanjutanya dikembangkan dan ajarkan oleh Sighmund Freud.

Hedonis sendiri mengandung arti hidup dengan kemewahan jauh dari kata sederhana sehingga karakter yang nampak dari paham ini adalah individualistic yang mewarnai kehidupan bermasyarak. Kehidupan seperti ini cenderung kebarat-baratan yang bercirikan liberal dan capital. Disisi lain aliran hedonime juga terdapat sosialistik yang cenderung berpaham komunis. Hal ini banyak terdapat pada masyarakat eropa.

C. Baik dan Buruk Menurut Aliran Humanisme

Baik dan Buruk Menurut Aliran Humanisme  didasarkan pada fikiran dan kebatinan yaitu intuisi. Menurut aliran ini kekuatan batinlah yang menentukan baik dan buruknya setiap hal. Bahwa dalam diri  setiap manusia terdapat kekuatan instinct batin dengan itu manusia bisa memilah antara baik dan yang buruk dengan cepat. Pada prinsipnya kekuatan batin atau yang biasanya disebut  kata hati secara fitrah sudah ada pada diri setiap manusia sejak ia dilahirkan  dan merupakan potensi rohaniah.

Oleh karena itu baik buruk terkait suatu perbuatan berdasarkan paham humanism diukur dari tindakan yang segaris dengan derajat manusia yaitu mengikuti keputusan hati dan tidak menentangnya. Secara fitrah setiap manusia tidak akan mampu menyembunyikan keresahannya apabila perbuatan yang dilakukanya bertentangan dengan bisikan hatinya. Seperti perilaku dusta, kikir, dengki, sombong, khianat semua perbuatan tersebut merupakan musuh dari kesucian batin seseorang dan akan mendatangkan kegelisahan dan keputus asaan. Oleh karenanya Poedjawijatna melihat bahwa paham aliran humanisme ini merupakan paham yang baik sebab bersesuaian dengan fitrah manusia yaitu cenderung kepada hal-hal yang baik.

D. Baik dan buruk menurut paham Utilitarianisme

Aliran utilitarianisme berpandangan terkait baik dan buruk dari segi fungsi. Segala sesuatu yang berguna dan memberi manfaat akan dilihat sebagai sesuatu yang baik sebaliknya sesuatu akan dinilai buruk jika itu adalah sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna.

Secara umum paham ini melihat sesuatu dari segi individual dan juga sosial. Bahwa apa yang berlaku dan berguna bagi setiap orang maka itu dinilai sebagai manfaat individual dan apa yang berguna dan bernilai manfaat bagi kehidupan masyarakat ataupun bernegara dipandang sebagai nilai sosial.

Secara sepintas aliran ini terlihat baik, akan tetapi secara harfiyah aliran utilitarianisme melihat kegunaan dan manfaat hanya dari segi material. bahwa kegunaan materi bisa diterima apabila tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Utilitarianis sendiri secara harfiyah dapat dipahami sebagai sesuatu yang berguna.

E. Baik dan Buruk Menurut Paham Religiosisme

Paham Religiosisme melihat kebaikan dan keburukan dari segi ketuhanan. Kehendak tuhan merupakan ukuran baik dan buruk. Dalam artian bahwa perbuatan yang sesuai dengan kehendak tuhan akan dianggap baik sebaliknya  perbuatan yang bertentangan dengan kehendak tuhan akan dinilai sebagai keburukan.

Aliran ini melihat agama sebagai penuntun ke arah kebaikan sebab keimanan kepada tuhan penggerak utama dalam melakukan sebuah tindakan. Sebagai keimanan itulah yang merupakan pondasi dasar seseorang dalam beragama.

Aliran religiosime tidak membahas khusus tentang suatu agama tertentu. Yang jelas, bahwa setiap agam yang terdapat di muka bumi ini pada prinsipnya adalah pengakuan akan kebesaran dan keberadaan tuhan. Setiap agama mengajarkan tentang kebaikan yang diyakini sebagai perintah tuhan. Oleh karena it, aliran ini lebih mangarah kepada paham teologis bahwa pemegang otoritas kehidupan manusia adalah tuhan.

Belum ada Komentar untuk "Makna Baik dan Buruk Menurut Paham Sosialisme, Hedonisme, Humanisme, Utilitarianisme, dan Religiosisme"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel