Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam dan Fungsinya

Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam dan Fungsinya

Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam dan Fungsinya

A. Pengertian Sejarah Kebudayaan Islam

Secara etemologi, sejarah berarti riwayat atau kisah. Dalam bahasa Arab, sejarah disebut dengan tarikh, yang mengandung arti ketentuan masa atau waktu. Sebagian orang berpendapat bahwa sejarah sepadan dengan kata syajaratun yang berarti pohon (kehidupan). Sedangkan secara terminologi sejarah ialah proses perjuangan manusia untuk mencapai penghidupan kemanusiaan yang lebih sempurna dan sebagai ilmu yang berusaha mewariskan pengetahuan tentang masa lalu suatu masyarakat tertentu. Sejarah juga merupakan gambaran tentang kenyataan-kenyataan masa lampau yang dengan menggunakan indranya serta memberi kepahaman makna yang terkandung dalam gambaran itu.

Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai bagian dari masyarakat. Secara singkat dan sederhana, sebagaimana dipahami secara umum, kebudayaan adalah “semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat”.

Karya, masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia, mewujudkan segala kaidah dan nilai-nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas. Agama, ideologi, kebatinan, dan kesenian yang merupakan hasil karya jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat, termasuk di dalamnya.

Cipta, merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang­orang yang hidup bermasyarakat, antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Cipta bisa berbentuk teori murni dan bisa juga telah disusun sehingga dapat langsung diamalkan oleh masyarakat. Semua karya, rasa, dan cipta, dikuasai oleh karsa orang-orang yang menentukan kegunaannya agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar atau seluruh masyarakat.

Dari segi etemologi islam berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kata islam dari segi etemologi mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah SWT.

Adapun islam dari segi terminologi (Islam sebagai agama) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan tuhan kepada masyarakat manusia melalui nabi muhammad SAW sebagai rasul.

Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Dan yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya dinamakan islam, karena menunjukkan hakikat dan esensi agama tersebut. Arti kata islam adalah masuk dalam perdamaian, dan seorang muslim adalah orang yang membuat perdamaian dengan tuhan dan dengan manusia. Damai dengan tuhan berarti tunduk dan patuh secara menyeluruh kepada kehendaknya, sedangkan damai dengan manusia tidak hanya berarti meninggalkan pekerjaan buruk dan menyakitkan orang lain, tetapi juga berbuat baik kepada orang lain.

Jika ketiga kata di atas “Sejarah, Kebudayaan, dan Islam” digabungkan, maka menjadi “Sejarah Kebudayaan Islam” berangkat dari beberapa definisi di atas dapat di simpulkan bahwa yang di maksud dengan “Sejarah Kebudayaan Islam” adalah catatan lengkap tentang segala sesuatu yang di hasilkan oleh umat islam untuk kemaslahatan hidup dan kehidupan manusia.

B. Fungsi Mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam 

Prinsip hidup dalam islam bahwa hari ini harus lebih baik dari kemaren, menyarankan orang beriman untuk melihat hari kemaren untuk hari esok yang lebih baik. Pengetahuan sejarah bisa menjadi modal untuk menghindari hal-hal buruk yang terjadi dan membuka kemungkinan untuk melakukan sesuatu lebih baik.

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut:

Fungsi edukatif, Sejarah kebudayaan islam menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup  yang luhur dan Islami dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Fungsi keilmuan, Melalui sejarah kebudayaan islam, peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai  tentang masa lalu Islam dan kebudayaannya.

Fungsi  transformasi, Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam proses transformasi masyarakat.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar