Home » » Pengertian, Ruang Lingkup, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu

Pengertian, Ruang Lingkup, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu

Pengertian, Ruang Lingkup, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu

A. Pengertian Filsafat Ilmu

Filsafat Ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. 
Definisi dari Filsafat Ilmu Menurut para ahli:
1.    Robert Ackerman
Filsafat ilmu adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual
2.      Lewis White Beck
Filsafat ilmu adalah ilmu yang membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
3.      Michael V. Berry
Filsafat Ilmu adalah penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.
4.      May Brodbeck
Filsafat Ilmu adalah analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.

B. Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Berdasarkan pengertian filsafat ilmu di atas, ruang lingkup filsafat ilmu meliputi :
1) telaah mengenai berbagai konsep yang ada, praanggapan, metode (termasuk analisisnya), struktur ilmu, perlambangan ilmiah, perluasan dan penyusunannya guna mendapatkan ilmu pengetahuan.
2) Telaah dan pembenaran mengenai proses pembenaran dalam ilmu pengetahuan dan struktur perlambangannya.
3) Telaah mengenai dampak ilmu pengetahuan bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahan manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entetitas teoritis, sumber dan keabsahan ilmu pengetahuan, serta sifat dasar manusia.
4) Landasan-landasan ilmu pengetahuan baik secara empiris, rasional, maupun pragmatis.
5) Pola logis penjelasan ilmu pengetahuan, pembuktian keabsahan konsep dan kesimpulan ilmiah.
6) Telaah mengenai saling keterkaitan antara ilmu satu dengan lainnya serta implikasinya bagi teori tentang alam semesta.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, maka perlu diungkap ulang, bahwa kajian tentang filsafat ilmu berhubungan erat dengan dua bidang kajian yang secara indivual memiliki karakteristik sendiri-sendiri.Filsafat mengandalkan perolehan kebenaran rasio yang bersifat spekulatif dengan tidak membutuhkan bukti empiris, sedangkan ilmu mengandalkan perolehan kebenaran dengan dukungan bukti atau fakta empiris yang bersifast tentatif.
Sampai tahun 2000an filsafat ilmu telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga menjadi bidang pengetahuan yang amat luas dan sangat mendalam.Tentu saja ini berpengaruh terhafap keluasan cakupan atau ruang lingkup.Oleh karena itu berbagai pandangan yang kemudian muncul yang berkaitan dengan ruang lingkup filsafat ilmu perlu kita cermati kembali.Karena meskipun tentu saja masih memiliki kesamaan dengan yang telah ada, namun terdapat juga perbedaan dan melengkapi. Secara ringkas dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Menurut Peter Angeles, filsafat ilmu berkonsentrasi pada 4 bidang yang utama, yakni menelaah tentang:
a. Berbagai konsep praanggapan dan metode ilmu dan analisisnya, perluasan, dan penyusunan guna memperoleh pengetahuanyang lebih cermat dan memiliki ke-ajegan.
b. Pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangnya.
c. Saling keterkaitan diantara berbagai ilmu.
d. Akibat-akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas, teoritis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta hakikat kemanusiaan.
2. A. Cornelius Benyamin mengemukakan bidang-bidang penelaahan filsafat ilmu meliputi:
a. Metode ilmu, lambing-lambang, keilmiahan, dan struktur logis dari system perlambangan ilmiah menyangkut logika dan teori ilmu pengetahuan serta teori umum tentang tanda.
b. Penjelasan mengenai konsep dasar, pra-anggapan, dan pangkal pendirian ilmu berikut landasan-landasan empiris, rasional, atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Karena lebih banyak menyangkut berbagai keyakinan mengenai dunia kenyataan, keseragaman alam, dan rasionalitas proses alamiah, maka segi ini berkaitan dengan metafisika.
c. Keterkaitan di antara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori dalam semesta (seperti; idealisme, metarialisme, monoisme, atau pluralisme).
3. Menurut Ernest Negel, ada tiga bidang yang merupakan bahan perbincangan filsafat ilmu:
a. Pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu, yakni ada logika yang telah terpola sehingga memudahkan memahami ilmu tersebut.
b. Pembentukkan konsep ilmiah, yakni bagaiman proses konsep olmiah terumuskan.
c. Pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah. Pembuktian dalam filsafat tidak harus bersifat empiric, tetapi cukup mengandalkan rasio atau penalaran.
4. Israel Sceffer merinci tiga bidang kajian filsafat ilmu, meliputi:
a. Menelaah hubungan-hubungan antara faktor-faktor kemasyarakatan dan ide-ide ilmiah.
b. Pelukisan asal mula dan struktur alam semesta menurut teori-teori yang terbaik dan penemuan-penemuan dalam kosmologi.
c. Metode secara umum, bentuk logis, cara penyimpulan dan konsep dasar ilmu.
5. Oleh J.J C. Smart focus kajian filsafat ilmu hanya meliputi:
a. Bahasan analitis dan metodologis tentang ilmu.
b. Penggunaan ilmu untuk membantu pemecahan masalah-masalah filsafati.
6. Marx Wartofsky, merinci cakupan filsafat ilmu menyangkut:
a. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu.
b. Persoalan-persoalan ontology dan epistemology yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan alat analitis logika modern dan model konseptual penyelidikan ilmiah.

C. Objek Kajian Filsafat Ilmu

Setiap ilmu pengetahuan memiliki objek tertentu yang menjadi lapangana penyelidikan atau lapangan studinya. Objek ini diperoleh melalui pendekatan atau cara pandang, metode, dan sistem tertentu. Adanya objek menjadikan setiap ilmu pengetahuan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Objek filsafat ilmu menurut Surajiyo (2007: 5), objek adalah sesuatu yang merupakan bahan dari suatu penelitian atau pembentukan pengetahuan. Menurut Noeng Muhadjir (2011: 9) objek studi filsafat ilmu dibagi menjadi dua :
1.       Objek material
Objek material filsafat ilmu overlap dengan semua ilmu, yaitu membahas fakta dan kebenaran semua disiplin ilmu, serta konfirmasi dan logika yang digunakan semua disiplin ilmu. Sedangkan menurut Arif Rohman, Rukiyati dan L. Andriani (2011 : 22) objek material suatu bahan yang berupa benda, barang, keadaan atau hal yang dikaji. Menurut Surajiyo (2007: 5), objek material adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu. Objek material juga adalah hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh suatu disiplin ilmu. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal kongkret ataupun hal yang abstrak. Menurut Waryani Fajar Riyanto (2011 :20), objek materi adalah sasaran material suatu penyelidikan, pemikiran, atau penelitian keilmuan. Ia bisa berupa apa saja baik apakah benda-benda material atau benda-benda non material. Ia tidak terbatas pada apakah hanya di dalam kenyataan kongret seperti  manusia ataupun alam semetesta ataukah hanya di dalam realitas abstrak seperti Tuhan atau sesuatu yang bersifat ilahiah lainnya.
2.       Objek formal
Objek formal filsafat ilmu adalah telaah filsafat tentang fakta dan kebenaran, serta telaah filsafati tentang konfirmasi dan logika. Fakta dan kebenaran menjadi objek formil substantif, sedangkan konfirmasi dan logika menjadi objek formil instrumentatif dalam studi filsafat ilmu. Sedangkan menurut Arif Rohman, Rukiyati dan L. Andriani (2011 : 22) objek formal adalah sosok objek material yang dilihat dan didekati dengan sudut pandang dan perspektif tertentu atau dalam istilah lain kemampuan berpikir manusia dalam memperoleh pengetahuan yang benar. Sementara objek formal menurut Waryani Fajar Riyanto (2011 :20) adalah cara pandang tertentu, atau sudut pandang tertentu yang dimiliki serta yang menentukan satu macam ilmu. Menurut Surajiyo (2007: 7), objek formal filsafat ilmu adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu disorot. Dalam pandangan The Liang Gie (2010: 139), obyek formal adalah pusat perhatian dalam penelaah ilmuwan terhadap fenomena itu. Penggabungan antara obyek material dan obyek formal sehingga merupakan pokok soal tertentu yang dibahas dalam pengetahuan ilmiah merupakan objek yang sebenarnya dari cabang ilmu yang bersangkutan.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Pengertian, Ruang Lingkup, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu

This Is The Newest Post
Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 8/30/2018

0 komentar Pengertian, Ruang Lingkup, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak