Home » » Alat Kontrasepsi Implant dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

Alat Kontrasepsi Implant dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

Alat Kontrasepsi Implant dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

A. Alat Kontrasepsi Implant

Implat Ialah alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK), KB susuk. Norplant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic-silicone (polydimethylsiloxane) dan disusukan dibawah kulit. Jumlah kapsul yang disusukan dibawah kulit adalah sebanyak 6 kapsul dan masing-masing kapsul panjangnya 34 mm dan berisi 36 mg levonorgestrel. Setiap hari sebanyak 30 mcg levonorgestrel dilepaskan kedalam darah secara difusi melalui dinding kapsul. Levonorgestrel adalah suatu progestin yang dipakai juga dalam pil KB seperti mini pil atau pil kombinasi atau pun pada AKDR yang bioaktif.
a. Jenis Implant
1. Norplant. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun
2. Implanon. Terdiri dari 1 batang lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-Keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun
3. Jadena dan indoplant. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun

b. Mekanisme Kerja Implant
1. Mengentalkan lendir serviks sehingga menyulitkan penetrasi sperma
2. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote
3.  Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi
4.  Mengurangi transportasi sperma

Efek kontraseptif norplant merupakan gabungan dari ketiga mekanisme kerja tersebut diatas. Daya guna norplant cukup tinggi. Kepustakaan melaporkan kegagalan norplant antara 0,3-0,5 per seratus tahun wanita.

Kelebihan Norplant adalah cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung esterogen, perdarahan yang terjadi lebih ringan, tidak menaikan tekanan darah, resiko terjadi kehamilan ektopik lebih kecil dibandingkan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim. Selain itu cara norplant ini dapat digunakan dalam jangka waktu selama 5 tahun dan bersifat reversible. Menurut data klinis yang ada dalam waktu 1 tahun setelah pengangkatan norplant 80-90% wanita dapat hamil kembali. 

Efek samping norplant antara lain gangguan pola haid seperti terjadinya spotting, perdarahan haid memanjang, mual, anorexia, sakit kepala, kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan, timbulnya acne, oleh karena jumlah progestin yang dikeluarkan kedalam darah sangat kecil, maka efek samping yang terjadi tidak sesering seperti pada penggunaan pil KB.

B. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim 

Memasukan benda-benda atau alat-alat kedalam uterus untuk tujuan mencegah terjadinya kehamilan, telah dikenal sejak jaman dahulu kala. Penggembala-penggembala unta Bangsa Arab dan Turki berabad lamanya melakukan cara ini dengan memasukan batu kecil yang bulat dan licin ke dalam alat genital unta mereka,dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan jarak jauh.tulisan ilmiah tentang AKDR untuk pertama kali di buat oleh Richter dari Polandia tahun 1909.

Pada waktu ia menggunakan bahan yang di buat dari benang sutra. Gravenberg pada tahun 1928 melaporkan pengalaman nya dengan AKDR yang di buat dengan benang sutra yang di pilin dan di ikat satu sama lain , sehingga berbentuk bintang bersegi enam. Kemudian, bahan pengikat nya ditukar dengan benang perak yang halus agar dapat dengan mudah dikenali dengan sonde uterus atau dengan sinar rongsen. Oleh karena AKDR bentuk segi enam mudah keluar maka kemudian ia membuat nya cincin dari perak. Ia melaporkan angka kehamilan pada AKDR dari cincin perak ini hanya 1,6 % dari 2000 kasus. Usaha-usaha gravenbreg ini banyak sekali mendapat tantangan dari duinia kedokteran pada waktu itu,oleh karena di anggap memasukan benda asing ke daam rongga uterus dapat menimbul kan infeksi berat,seperti salpingitis,endometritis,parametritis dll

a. Mekanisme Kerja Akdr
Sampai sekarang mekanisme kerja AKDR belum diketahui dengan pasti. Kini pendapat yang terbanyak ialah bahwa AKDR dalam cavum uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang dapat mengahancurkan sperma. Pada pemeriksaan cairan uterus pada pemakai AKDR sering kali di jumpai pula sel-sel makrofag ( fagosit) yang mengandung spermatozoa.

Kar dkk, selanjutnya menemukan sifat-sifat dan isi cairan uterus mengalami perubahan-perubahan pada pemakai AKDR, yang menyebabkan blastokista tidak dapat hidup dalam uterus, walaupun sebelumnya terjadi nidasi. Penyelidik-penyelidik lain menemukan sering adanya kontraksi uterus pada pemakai AKDR, yang dapat menghalangi nidasi. Diduga ini disebabkan oleh meningkatnya kadar prostaglandin dalam uterus pada wanita tersebut.
Pada AKDR bioaktif mekanisme kerjanya selain menimbulkan peradangan pada AKDR biasa, juga oleh karna ion logam atau bahan lain yang melarut dari AKDR mempunyai pengaruh terhadap sperma. Menurut penyelidikan, ion logam yang paling efektif adalah ion tembaga (Cu), pengaruh AKDR bioaktif dengan berkurangnya konsentrasi logan makin lama makin berkurang

b. Jenis-jenis AKDR 
Sampai sekarang telah terdapat berpuluh-puluh jenis AKDR, yang paling banyak digunakan dalam program keluarga berencana di Indonesia ialah AKDR jenis lippes loop. AKDR dapat dibagi dalam bentuk yang terbuka linear dan bentuk tertutup sebagai cincin. Yang termasuk dalam golongan bentuk terbuka dan linear antara lain adalah lippes loop, saf-T coil, multi load 250, Cu-7,Cu-T, Cu T 380A, spring coil, marguiles spiral, dll. Sedang yang termasuk dalam golongan bentuk tertutup dengan bentuk dasar cincin antara lain adalah Ota ring, antigon F, Ragab ring, cincin grafenberg, cincin hall stone, birnberg bow, dll.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Alat Kontrasepsi Implant dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 8/28/2018

0 komentar Alat Kontrasepsi Implant dan Alat Kontrasepsi dalam Rahim

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak