Home » » Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

A. Sekilas Tentang Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Dinasti Abbasiyah

Ummat islam sesungguhnya banyak dipacu buat dapat menyebarkan & memberikan motivasi, melakukan inovasi dan kreativitas dalam upaya membawa buat membawa ummat pada tuhan & kesempurnaan hayati. Dari bepergian & rentang sejarah, ternyata bani abbasyiah lebih banyak berbuat ketimbang bani umayyah

Pergantian dinasti umayyah pada dinasti abbasiyah tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan, lebih menurut itu telah membarui, menorah paras global islam pada refleksi kegiatan ilmiah. Pengembangan ilmu pengetahuan pada bani abbas adalah iklim pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.

Konstribusi ilmu terlihat pada upaya harun al-rasyid dan putranya al-makmun ketika mendirikan sebuah akademi pertama dilengkapi pusat penropong bintang, perpustakaan terbesar & dilengkapi pula dengan lembaga buat penerjemah.

B. Faktor Penyebab Pesatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

1. Faktor Non Fisik
Faktor non fisik yg menyebabkan pesatnya perkembangan sains & filsafat pada masa dinasti Abassiyah, diantarannya :
a. Kontak antara slam dan Persia menjadi jembatan perkembangan sainsdan filsafat lantaran secara kultural persia banyak berperan dalam pengembangan tradisi keilmuan Yunani.
b. Etos ke ilmuan para khalifah Abbasiyah tampak menonjol terutama dalam dua khalifah terkemuka yaitu Harun Ar-rassyid & Al-Ma’mun yg begitu mencintai Ilmu.
c. Peran famili Barmak yang sengaja dipanggil oleh khalifah buat mendidik famili istana dalam hal pengembangan keilmuan.
d. Aktifitas penerjemahan literatur-literatur Yunani kedalam bahasa Arab demikian besar  dan ini didukung oleh khalifah yg memberi imbalanyang akbar terhadap para penterjemah.
e. Relatif nir adanya pembukaan daerah & pemberontakan-pemberontakan menyebabkan stabilitas negara terjamin sebagai akibatnya konsentrasi pemerintah buat memajukan aspek sosial dan intelektual menemukan peluangnya.
f. Adanya peradaban & kebudayaan yg heterogen di Baghdad menimbulkan proses interaksi antara satu kebudayaan & kebudayaan lain.
g. Situasi sosial baghdad yang kosmopolit dimana berbagai macam suku, ras dan etnis dan masing-masing kulturalyang berinteraksi satu sama lain, mendorong adanya pemecahan kasus berdasarkan pendekatan intelektual.

2. Faktor Fisik
Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah sangat maju pesat, karena upaya-upaya dilakukan oleh para Khalifah di bidang fisik. Hal ini dapat ihat menurut bangunan-bangunan yang berupa: 
a. Kuttab
Kuttab yaitu loka belajar dalam tingkatan pendidikan rendah dan menengah.
b. Majlis Muhadharah
Majlis Muhadharah yaitu loka rendezvous para ulama, sarjana,pakar pikir & pujangga buat membahas kasus-masalah ilmiah.
c. Darul Hikmah
Darul Hikmah Adalah perpustakaan yang didirikan sang Harun Ar-Rasyid. Ini adalah perpustakaan terbesar yg di dalamnya jua disediakan loka ruangan
d. Madrasah
Madrasah Perdana menteri Nidhomul Mulk merupakan orang yg mula-mula mendirikan sekolah pada bentuk yg terdapat hingga sekarang ini, dengan nama Madrasah.
e. Masjid
Masjid Biasanya dipakai buat pendidikan tinggi dan tahassus.

C. Pengembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Sebelum dinasti abbasiyah, pusat kegiatan dunia islam selalu bermuara dalam masjid. Masjid dijadikan centre of edication. Pada dinasti abbasiyah inilah mulai adanya pengembangan keilmuan dan teknologi di arahkan kedalam ma’had. Lembaga ini kita kenal terdapat 2 tingkatan yaitu : 
1. Maktab/ kuttab & masjid 
Maktab/ kuttab & masjid  yaitu lembaga pendidikan terendah, loka anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, menghitung & menulis serta anak remaja belajar dasar-dasar ilmu kepercayaan
2. Taraf pedalaman
Taraf pedalaman para pelajar yg ingin memperdalam ilmunya, pulang keluar wilayah atau kemasjid-masjid bahkan kerumah-rumah gurunya.

Pada perkembangan selanjutnya mulailah dibuka madrasah-madrasah yang dipelopori nizhamul muluk yang memerintah pada tahun 456-485 H. Lembaga inilah yg kemudian berkembang dalam masa dinasti abbasiyah. Nizhamul muluk adalah pelopor pertama yang mendirikan sekolah dalam bentuk yng terdapat seperti  sekarang ini menggunakan nama madrasah. Madrasah ini dapat ditemukan pada bagdad, Balkan, Naishabur, Hara, Isfahan, Basrah, Mausil, dan kota-kota lainnya. Madrasah yang didirikan ini mulai berdasarkan tingkat rendah, menengah, serta meliputi segala bidang ilmu pengetahun.

D. Kemajuan-kemajuan yang dicapai Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Gerakan keilmuan yg kemanfaatannya bersifat keduniaan bertumpu pada ilmu kedokteran, disamping kajian yang bersifat pada alquran & alhadis ; sedang astronomi, mantik dan sastra baru dikembangkan dengan penerjemahan dari yunani.

1. Kemajuan pada bidang agama
Pada masa dinasti abbasiyah, ilmu & metode tafsir mulai bekembang, terutama 2 metode penafsiran, yaitu tafsir bi al-ma’tsur & tafsir bi al-ra’yi.

a. Ilmu Hadis
Pada zamannya hanya bersifat penyempurnaan, pembukuan berdasarkan catatan & hafalan para teman. Pada zaman ini pula mulai diklasifikasikan secara sistematis dan kronolagis. Pengklasifikasian itu secara ketat dikualifikasikan sebagai akibatnya kita kenal dengan pembagian terstruktur mengenai hadis shahih, dhaif dan maudhu. Bahkan dikemukakan pula kritik sanad dan matan, sehingga terlihat jarah & takdil rawi  yang meriwayatkan hadis tersebut.

b. Ilmu Fiqih
Pada masa ini lahir fuqaha legendaris yang kita kenal, misalnya Imam Hanifah (700¬¬-767 M), Imam Malik (713-795 M), Imam Syafei (767-820 M) & Imam Ahmad ibnu Hambal (780-855 M).

c. Ilmu lughah 
Ilmu lughah tumbuh berkembang menggunakan pesat pula karena bahsa Arab yg semakin dewasa memerlukan suatu ilmu bahasa yg menyeluruh. Ilmu bahasa yang dimaksud adalah nahwu, sharaf, ma’ani, bayan, badi, arudh & inysa. Sebgai kelanjutan dari masa amawiah I di Danaskus.

2. Kemajuan pada bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi
Kemajuan ilmu teknologi (sains) sesungguhnya sudah direkayasa sang ilmuwan Muslim. Kemajuan tadi merupakan sebagai berikut :

a. Astronomi
Ilmu ini melalui karya India Sindhind kemudian diterjemahkan oleh Muhammad ibnu Ibrahim Al-Farazi(777 M). Ia adalah astronom muslim pertama yg membuat astrolabe, yaitu alat buat mengukur ketinggian btg. Di samping itu, terdapat ilmuwan-ilmuwan Islam lainnya, misalnya Ali ibnu Isa Al-Asturlabi, Al-Farghani, Al-Battani, Umar Al-Khayyam dan Al-Tusi.

b. Kedokteran
Dalam masa ini dokter pertama yang populer merupakan Ali ibnu Rabban Al-Tabari.Dalam tahun 850 dia mengarang kitab   Firdaus Al-Hikmah. Tokoh lainnya adalah Al-Razi, Al-Farazi & Ibnu sina.

c. Ilmu kimia
Bapak ilmu kimia islam adalah Jabir ibnu Hayyan (721-815 M). Sebenarnya  poly pakar kimia islam ternama lainyya misalnya Al-Razi, Al-Tuqrai yg hayati dalam abad ke-12 M.

d. Sejarah & geografi
Pada masa Abbasiyah sejarawan ternama abat ke-3 H merupakan Ahmad bin Al-Yakubi, Abu Jafar Muhammad bim Jafar bin Jarir Al-tabari. Kemudaian, ahli ilmu bumi yg termasyhur adalah ibnu Khurdazabah (820-913 M).

DAFTAR PUSTAKA.
.
Bakar, A. (2008). Sejarah peradaban islam buat perguruan tinggi islam dan generik . Malang: UIN Malang.
Maarif, A. S., & Amin, A. (2007). Sejarah pemiiran & peradaban islam. Yogyakartaa: PUSTAKA BOOK PUBLISHER.
Mahrus, E., & Kurniawan, S. (2013). Jejak pemikiran tokoh pendidikan islam . Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Terimakasih telah membca artikel berjudul Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Kumpulan Makalah
Kumpulan Makalah Updated at: 7/10/2018

0 komentar Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak