Home » » Pengertian, Tahap, dan Aspek Psikologi Perkembangan Anak

Pengertian, Tahap, dan Aspek Psikologi Perkembangan Anak

   
Pengertian, Tahap, dan Aspek Psikologi Perkembangan Anak

A. Pengertian Psikologi Pengembangan Anak

Perkembangan psikologis anak adalah cabang psikologi yang meneliti perubahan dan perkembangan struktur fisik, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai dari penciptaan makhluk melalui konsepsi hingga kematian. Psikologi anak-anak sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi psikologis sepanjang hidup (belajar bagaimana berpikir pada anak-anak, memiliki persamaan dan perbedaan, dan bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembang.

B. Tahap Perkembangan Psikologi Anak

Tahap ini terjadi pada 6 - 7 tahun sampai sekitar 12 - 13 tahun. Periode ini dimulai setelah anak mengalami periode yang suram, di mana proses sosialisasi dapat dilakukan dengan lebih efektif, dan matang untuk masuk sekolah.

Anak-anak ini diharapkan memperoleh pengetahuan dasar yang dianggap penting (esensial) untuk persiapan, dan adaptasi sampai dewasa. Karena itu, anak-anak diharapkan untuk mempelajari keterampilan tertentu. Diantaranya:

1. Keterampilan membantu diri sendiri (keterampilan membantu diri sendiri)
2. Keterampilan keterampilan
3. Keterampilan sekolah (keterampilan sekolah)
4. Keterampilan sosial (keterampilan bantuan sosial)

Perkembangan psikososial adalah tahap perkembangan yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Erikson menemukan bahwa dalam kehidupan setiap individu, ada tugas pengembangan penting yang harus diselesaikan dengan baik.

Keberhasilan individu dalam mencapai pekerjaan pengembangan awal akan menjadi dasar untuk tugas pengembangan lebih lanjut, sehingga peluang individu untuk mencapai tugas berikutnya akan lebih besar. Sebaliknya, kegagalan individu dalam menyelesaikan tugas dalam tahap pengembangan akan cenderung mencegah individu menyelesaikan tugas pengembangan pada tahap berikutnya. Seorang anak harus melalui tahap perkembangan psikososial ini dan setiap tingkat harus diselesaikan dengan benar.

Pada fase ini penting bagi seorang remaja untuk memiliki pandangan bahwa diri memiliki kemampuan untuk menguasai keterampilan tertentu dan untuk menyelesaikan tugas (juga dikenal sebagai harga diri). Anak-anak harus belajar keterampilan yang baik di lingkungan komunitas mereka (misalnya, di Jakarta, saat ini anak-anak belajar membaca dan menulis, di Alaska, anak-anak saat ini sedang belajar berburu dan memancing).

Biasanya terjadi pada anak usia 7-12 tahun. Periode ini adalah periode integrasi yang menyerupai seorang anak untuk mengatasi berbagai tuntutan sosial seperti hubungan kelompok, subjek sekolah, konsep moral dan etika, dan hubungan dengan dunia orang dewasa.

C. Aspek Pengembangan Psikologi Anak

Aspek penting dari anak-anak yang belajar dari proses sosialisasi adalah:
1. Belajar untuk mematuhi aturan grup
2. Belajar untuk setia kepada teman-teman Anda
3. Belajar tidak tergantung pada orang dewasa
4. Belajar bekerja bersama
5. Periksa perilaku yang dapat diterima oleh lingkungan
6. Belajar menerima tanggung jawab
7. Belajar berkompetisi dengan orang sehat lainnya (sportif)
8. Pelajari olahraga dan kompetisi Grup ini milik keadilan dan demokrasi

Atwater sebagaimana dikutip oleh Desmita mengidentifikasi tiga konsep diri. Citra tubuh pertama, kesadaran diri dari tubuh, adalah bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. Kedua, idealnya, itu adalah cita-cita dan harapan seseorang tentang dirinya sendiri. Ketiga, diri sosial, begitulah orang lain melihat diri mereka sendiri.

Rubin dan Krasnor mencatat perubahan dalam sifat-sifat peer-to-peer usia pertengahan anak-anak. Ketika anak-anak berusia 6-7 tahun, kelompok sebaya tidak lebih dari sekelompok orang, mereka memiliki sedikit peraturan dan struktur untuk memperjelas peran dan kenyamanan interaksi dalam anatomi. Ketika anak-anak berusia 9 tahun, kolom menjadi lebih formal. Sekarang anak-anak datang bersama untuk menarik minat yang sama dan merencanakan perlombaan dengan aturan tertentu.

Anak-anak yang tidak populer dapat dibedakan menjadi dua jenis, anak pertama ditolak, anak-anak yang tidak disukai oleh rekan-rekan mereka. Mereka cenderung mengganggu, egois, dan memiliki beberapa sifat positif. Kedua anak terlantar, yang kurang mendapat perhatian dari teman sebayanya, tidak berarti mereka tidak populer dengan teman sebaya mereka.

Pada saat ini dunia sosial anak-anak meluas keluar dari dunia keluarga, anak-anak berbaur dengan teman, guru, dan orang dewasa lainnya. Pada usia ini rasa keingintahuan menjadi sangat kuat dan ini berkaitan dengan peran perjuangan dasar untuk menjadi kompetensi (efisiensi). Ikatan bonding sangat penting karena akan membuat anak-anak menggunakan energi saya desain untuk mempelajari teknologi dan budaya dan interaksi sosial. Krisis psikososial pada tahap ini adalah antara ketekunan dan inferioritas. Dari konflik antara ketekunan dan inferioritas, anak mengembangkan kekuatan dasar: efisiensi. Di sekolah, anak-anak belajar banyak tentang sistem, aturan, metode yang membuat kerja bekerja secara efektif dan efisien.
Terimakasih telah membaca artikel berjudul Pengertian, Tahap, dan Aspek Psikologi Perkembangan Anak

Ansar Zainuddin
Kumpulan Makalah Updated at: 7/07/2018

0 komentar Pengertian, Tahap, dan Aspek Psikologi Perkembangan Anak

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak